Hati-hati, Panyakit Japanese Encephalitis Belum Ada Obatnya
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

Hati-hati, Panyakit Japanese Encephalitis Belum Ada Obatnya

Selasa, 4 April 2017 | 10:13 WIB
Oleh : Dina Manafe / FMB

Jakarta - Japanese encephalitis (JE), penyakit radang otak yang disebabkan oleh virus Japanese ensefalitis termasuk family Flavivirus, merupakan ancaman kesehatan yang perlu diwaspadai terutama di daerah berisiko tinggi. Pasalnya hingga saat ini penyakit ini belum ada obatnya.

Direktur Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Kementerian Kesehatan Elizabeth Jane Soepardi mengatakan, belum ada obat untuk mengatasi infeksi JE. Pengobatan yang ada hanya bersifat suportif untuk mengurangi tingkat kematian akibat JE.

“Pengobatan yang diberikan berdasarkan gejala yang diderita pasien (simtomatik), istirahat, pemenuhan kebutuhan cairan harian, pemberian obat pengurang demam, dan pemberian obat pengurang nyeri,” kata Jane, Senin (3/4)

Lanjut Janes, pasien perlu dirawat inap supaya dapat diobservasi dengan ketat, sehingga penanganan yang tepat bisa segera diberikan bila timbul gejala gangguan saraf atau komplikasi lainnya.

Sebanyak 85 persen kasus JE yang dilaporkan pada 2016 terjadi pada kelompok umur di bawah 15 tahun. Hal ini menyebabkan JE dianggap sebagai penyakit pada anak. Padahal, sebenarnya JE dapat menjangkiti semua umur, terutama bila virus tersebut baru menginfeksi daerah baru di mana penduduknya tidak mempunyai riwayat kekebalan sebelumnya.

Karena itu, intervensi yang paling utama dalam penanggulangan JE adalah pengendalian vektor, eliminasi populasi unggas, vaksinasi pada babi, eliminasi pemaparan manusia pada vektor, dan imunisasi JE pada manusia.

“Imunisasi merupakan cara yang paling efektif untuk mencegah JE pada manusia,” kata Jane.

Dikatakan Jane, pada September 2017 mendatang, Kementerian Kesehatan akan mulai mengampanyekan imunisasi JE di 9 kabupaten dan kota di Bali dengan sasaran sebanyak 897.050 anak usia 9 bulan sampai dengan kurang dari 15 tahun.

Setelah itu dilanjutkan dengan introduksi imunisasi JE ke dalam program imunisasi rutin pada anak usia 9 bulan yang dilaksanakan bersamaan dengan imunisasi campak. Perluasan introduksi imunisasi JE akan dilaksanakan berdasarkan kajian endemisitas wilayah masing-masing.

Sebelumnya dijelaskan, penularan virus JE sebenarnya hanya terjadi antara nyamuk, babi, dan burung rawa. Manusia bisa terjangkit virus ini bila tergigit oleh nyamuk Culex tritaeniorhynchus yang terinfeksi. Nyamuk golongan Culex banyak terdapat di persawahan dan area irigasi.





Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Beginilah Penyakit Japanese Enchepalitis Menjangkiti Manusia

Komplikasi terberat pada kasus japanese encephalitis adalah meninggal dunia, terjadi pada 20-30 persen kasus encephalitis.

KESEHATAN | 4 April 2017

Penyandang Autisme Punya Kesempatan untuk Sukses

Anak-anak penyandang autis butuh perhatian dari semua pihak.

KESEHATAN | 2 April 2017

Wanita Paling Rentan Alami Anemia

Kekurangan zat besi membuat kadar Hb (hemoglobin) dalam darah rendah.

KESEHATAN | 2 April 2017

Cegah Anemia, Ribuan Peserta Lakukan Senam Anemiaction

Angka penderita anemia di Indonesia masih tinggi.

KESEHATAN | 2 April 2017

Hari Autisma Sedunia, Malam Ini Monas Disoroti Lampu Biru

Tidak hanya di bumi, International Space Station yang mengorbit di luar angkasa juga turut menyalakan lampu biru.

KESEHATAN | 2 April 2017

Masyarakat Digugah untuk Peduli terhadap Autis

Para penyandang autis tidak hanya butuh perhatian pemerintah, namun juga dari masyarakat sekitar.

KESEHATAN | 2 April 2017

Pengujian Vaksin Zika Masuki Tahap Baru

Virus Zika sendiri dibawa oleh nyamuk yang juga membawa penyakit demam berdarah, Aedes Aegypti.

KESEHATAN | 1 April 2017

Denda Rp 50 Juta untuk Perokok di Sembarang Tempat di Bengkulu

Masyarakat merokok di sembarang tempat di Bengkulu, akan didenda Rp 50 juta dan hukuman pidana enam bulan penjara.

KESEHATAN | 1 April 2017

RSON Jalin Kerja Sama dengan BPJS Kesehatan

Kerja sama dengan BPJS menjadi penting untuk mengakomodir pelayanan atlet, insan olahraga, dan masyarakat umum yang tidak masuk dalam PP tersebut.

KESEHATAN | 31 Maret 2017

Atasi Defisit, Iuran Peserta BPJS Kesehatan Bakal Disesuaikan

Pemerintah tengah mencari solusi untuk mengendalikan defisit BPJS Kesehatan.

KESEHATAN | 31 Maret 2017


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS