Awas, 3 Orang Meninggal Akibat Penyakit Misterius yang Diduga dari Vape!
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Awas, 3 Orang Meninggal Akibat Penyakit Misterius yang Diduga dari Vape!

Sabtu, 7 September 2019 | 15:20 WIB
Oleh : Faisal Maliki Baskoro / FMB

Amerika Serikat, Beritasatu.com - Sedikitnya tiga warga AS meninggal dunia akibat penyakit paru-paru misterius yang diduga disebabkan oleh rokok listrik atau vape. Demikian disampaikan Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat pada hari Jumat (6/9/2019).

Kasus meninggal ditemukan di Oregon, Illinois dan Indiana. Ada kasus kematian keempat yang hingga saat ini masih diivestigasi pihak yang berwenang. CDC mendesak warga berhenti menggunakan rokok elektrik.

"Sampai kami menemukan penyebab dan selama investigasi ini berlangsung, kami merekomendasikan untuk tidak menggunakan rokok listrik," kata pengawas CDC Dana Meaney-Delman.

Petugas kesehatan federal saat ini mempelajari 450 kasus terkait vaping. CDC juga mengimbau warga untuk tidak sembarangan membeli rokok listrik di jalanan atau menambahkan zat-zat yang tidak sesuai peruntukannya.

Sebagian besar pasien menjadi sakit setelah menghisap vape yang mengandung THC, sejenis zat yang mengandung ekstrak ganja dan dapat menyebabkan teler. Namun, ada juga pasien yang hanya mengonsumsi zat nikotin.

Food and Drugs Administration (FDA) AS tengah menganalisa 120 sampel untuk mencari zat-zat seperti nikotin, THC, cannabinoid, opioid, vitamin E acetate hingga racun. Namun, sejauh ini belum dapat disimpulkan penyebab penyakit misterius tersebut.

Gejala-gejala penyakit antara lain kesulitan bernapas, napas pendek, dan nyeri dada. Beberapa pasien mengalami muntah dan diare, demam dan kelelahan. Dr. Dixie Harris dari RS Intermountain Healthcare di Utah mengatakan hasil x-ray dari 24 kasus menunjukkan flek hitam pada paru-paru serupa pneumonia viral atau infeksi saluran pernafasan akut. Hasil bronchoscopy tidak ditemukan adanya infeksi. Semua pasien Dr. Harris mengaku menghisap vape. Sebagian menggunakan cairan vape dengan zat-zat ganja (cannabinoid) seperti THC dan CBD, dan ada juga yang mengoplos zat-zat tersebut.



Sumber:CNBC


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Nuklir Bisa Jadi Solusi Pengobatan Murah

Di seluruh Indonesia baru ada sedikit fasilitas kesehatan yang menerapkan kedokteran nuklir.

KESEHATAN | 7 September 2019

Inuki Dorong Pengembangan Layanan Pet Scan

Inuki menggelar webinar ‘Equilibrium Pelayanan Pet Scan di Indonesia' bagi penderita kanker.

KESEHATAN | 6 September 2019

Tekan DBD, Ini Teknologi Canggih dari Batan

Teknik Serangga Mandul yang dikembangkan Batan sejak 2005 mempunyai tingkat keberhasilan sangat tinggi, dengan efektivitas penurunan populasi nyamuk 96,35 %.

KESEHATAN | 6 September 2019

Ini Hitungannya, Kenapa Iuran BPJS Kesehatan Harus Naik

Biaya kesehatan peserta mandiri kelas III hampir 5 kali lebih besar dari iuran yang diterima.

KESEHATAN | 5 September 2019

YHK Hibahkan 2,6 Hektare Tanah untuk RS Kodam Jaya

Yayasan Harapan Kita (YHK) berkomitmen untuk memperbanyak fasilitas kesehatan di seluruh Indonesia.

KESEHATAN | 5 September 2019

Dalam 3 Tahun, Hati Babi Bisa Dicangkokan pada Manusia

Hati babi yang dimodifikasi dapat digunakan untuk transplantasi pada manusia hanya dalam tiga tahun mendatang.

KESEHATAN | 5 September 2019

Bunga Reullia, Cara Mudah Deteksi Boraks dan Formalin

Peneliti FKUI menemukan cara mudah mendeteksi boraks dan formalin dalam makanan.

KESEHATAN | 5 September 2019

Iuran Naik, BPJS Akan Bebas Defisit hingga 2021

Kenaikan iuran ini akan menjaga ekosistem pelayanan JKN-KIS berjalan lancar, karena tidak ada lagi tunggakan pembayaran klaim ke rumah sakit dan perusahaan obat

KESEHATAN | 5 September 2019

Jajanan Anak Sekolah Belum 100% Bebas Boraks dan Formalin

Dampak boraks dan formalin sangat berbahaya bagi kesehatan dan perkembangan otak anak.

KESEHATAN | 5 September 2019

Penyakit Kanker Habiskan Anggaran BPJS Rp 13,3 Triliun

Biaya pengobatan penyakit kanker menempati posisi ketiga terbesar setelah penyakit jantung dan gagal ginjal.

KESEHATAN | 5 September 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS