Fasilitas BPJS Kesehatan yang Berlebihan Bakal Ditertibkan
INDEX

BISNIS-27 447.461 (-6.35)   |   COMPOSITE 5059.22 (-59.86)   |   DBX 933.73 (-7.01)   |   I-GRADE 135.366 (-2.1)   |   IDX30 427.201 (-7.13)   |   IDX80 111.513 (-1.85)   |   IDXBUMN20 284.629 (-6.37)   |   IDXG30 118.405 (-1.6)   |   IDXHIDIV20 382.903 (-6.43)   |   IDXQ30 125.347 (-2.16)   |   IDXSMC-COM 215.54 (-2.56)   |   IDXSMC-LIQ 243.745 (-4.83)   |   IDXV30 105.043 (-1.69)   |   INFOBANK15 803.622 (-8.33)   |   Investor33 371.182 (-4.92)   |   ISSI 148.056 (-1.95)   |   JII 539.107 (-10.07)   |   JII70 182.679 (-3.16)   |   KOMPAS100 996.599 (-14.96)   |   LQ45 780.316 (-12.34)   |   MBX 1404.61 (-17.5)   |   MNC36 278.843 (-3.77)   |   PEFINDO25 265.576 (-5.11)   |   SMInfra18 242.356 (-5.25)   |   SRI-KEHATI 313.434 (-3.93)   |  

Fasilitas BPJS Kesehatan yang Berlebihan Bakal Ditertibkan

Jumat, 22 November 2019 | 10:45 WIB
Oleh : Carlos KY Paath / FMB

Jakarta, Beritasatu.com – Layanan fasilitas Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang dinilai berlebihan akan ditertibkan. Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto mengungkapkan, selama ini banyak temuan mengenai pemberian tindakan medis yang berlebihan kepada pasien.

Akibatnya, tagihan rumah sakit kepada pihak BPJS Kesehatan menjadi membengkak. “Salah satunya jantung yang tagihannya sampai Rp 10,5 triliun,” kata Terawan di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (21/11/2019).

Terawan pun menyebut, “Kemudian adanya review dari jurnal-jurnal yang menyatakan bahwa pengobatan dengan obat-obatan apalagi pencegahan tidak lebih efisien dibanding stent (jantung), operasi, dan sebagainya.”

Menurut Terawan, apabila tindakan yang berlebihan itu dapat diatasi, maka defisit BPJS kesehatan berpeluang ditekan. Terawan menuturkan, jika diagnosa dan tindakan terhadap pasien jantung proporsional, maka bisa menurunkan tagihan sampai dengan 50 persen.

“Kalau mau operasi ya operasi sesuai diagnosanya, itu bisa menurunkan sampai 50 persen. Banyak lho Rp 10 triliun. Kalau bisa turun 50 persen saja, itu sudah membuat kita bahagia, Rp 5 triliun dihemat,” ucap Terawan.

Terawan juga menyoroti tindakan medis terhadap ibu melahirkan. Tagihan rumah sakit untuk bedah cesar, lanjut Terawan, mencapai Rp 5 triliun dalam setahun. Sebab, metode caesar digunakan 45 persen ibu melahirkan dari total persalinan.

Menurut Terawan, standar dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) porsi caesar hanya 20 persen. “Nah itulah yang maksud saya berlebihan. Ternyata tidak menurunkan angka kematian ibu dan bayi atau anak secara nasional, kan percuma duit banyak dikeluarkan,” ungkap Terawan.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan, prioritas kerja pemerintah di bidang kesehatan akan diarahkan pada peningkatan upaya promotif dan preventif. Di samping peningkatan akses pada pemberian pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Jokowi meminta Menkes melakukan langkah inovatif dalam mengedukasi masyarakat akan gaya hidup sehat. “Melakukan langkah-langkah pembaruan yang inovatif dalam rangka mengedukasi masyarakat untuk hidup sehat dan ini harus menjadi sebuah gerakan yang melibatkan semua pihak baik yang di sekolah maupun masyarakat pada umumnya,” kata Jokowi.

Terkait dengan jaminan kesehatan bagi masyarakat, Jokowi juga mengingatkan agar tata kelola BPJS Kesehatan terus dibenahi dan diperbaiki untuk mengatasi persoalan defisit.

Sekadar diketahui, jumlah peserta BPJS Kesehatan terbesar berasal dari kategori Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang dibiayai oleh anggaran Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Data BPJS Kesehatan per 31 Oktober 2019 menyebut, terdapat 96.055.779 peserta BPJS Kesehatan yang dibiayai APBN.

Jumlah tersebut belum termasuk jumlah peserta dari kategori Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang dibiayai anggaran Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) yang mencapai 37.887.281 peserta.

"Perlu juga saya sampaikan hingga 2018 pemerintah telah mengeluarkan dana kurang lebih Rp 115 triliun. Belum lagi iuran yang disubsidi oleh pemerintah daerah itu 37 juta (jiwa) dan TNI-Polri 17 juta. Artinya yang sudah disubsidi oleh pemerintah itu sekitar 150 juta jiwa,” ucap Jokowi.

Dengan kata lain, lebih dari 60 persen dari total kepesertaan BPJS Kesehatan yang mencapai 222.278.708 (per 31 Oktober 2019) ditanggung oleh negara. “Saya minta betul-betul manajemen tata kelola di BPJS terus dibenahi dan diperbaiki,” tegas Jokowi.

Dari sisi regulasi, Jokowi meminta tidak berbelit. Aspek yang menjadi hambatan bagi pengembangan industri farmasi nasional, lanjut Jokowi, harus segera dipangkas dan disederhanakan. Dengan bgitu, industri farmasi bisa tumbuh dan masyarakat dapat membeli obat dengan harga lebih terjangkau.

“Laporan yang saya terima, 95 persen bahan baku obat masih tergantung pada impor. Ini sudah enggak boleh lagi dibiarkan berlama-lama,” tukas Jokowi.

Jokowi juga menginstruksikan peningkatan skema insentif bagi riset-riset yang menghasilkan temuan obat maupun alat kesehatan terbaru dengan harga yang kompetitif dibandingkan produk-produk impor.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Konektivitas Data Pasien HIV di Indonesia Nol Besar

Indonesia masih tertatih-tatih dalam hal pengelolaan program penanggulangan HIV pada ibu hamil dan bayi karena belum ada konektivitas data pasien menyeluruh.

KESEHATAN | 21 November 2019

Penularan HIV pada Bayi di Indonesia Masih Tinggi

Seorang ibu hamil yang positif HIV berisiko 30% sampai 40% untuk menularkan ke anaknya. Penularan ini terjadi saat hamil, bersalin ,dan menyusui.

KESEHATAN | 21 November 2019

Naikkan Iuran, BPJSK Minta RS Buat Antrean Elektronik

Kini sudah sebanyak 944 RS atau 42,7% RS yang memiliki antrean daring dari total 2.212 RS provider BPJSK.

KESEHATAN | 20 November 2019

Mendagri Tegaskan Masalah Stunting Harus Segera Diselesaikan

Menurut Tito, stunting harus segera diselesaikan melalui kerja sama kementerian/ lembaga, termasuk pemerintah daerah.

KESEHATAN | 20 November 2019

Hati-hati, Kacamata Ion Belum Terbukti Medis

masyarakat pun tergiur solusi instan pengobatan mata seperti fenomena kacamata ion. Sementara klaim kesembuhan dari perangkat ini tidak dapat dibuktikan secara medis.

KESEHATAN | 18 November 2019

Anda Tetap Bisa Ngopi dan Menjaga Kesehatan dengan Cara Ini

Anda bisa menjaga kesehatan tubuh dengan minum kopi

KESEHATAN | 18 November 2019

Kemkes Pertimbangkan Bantuan Vaksin dari Unicef

Kementerian Kesehatan masih mencari cara untuk mengurangi angka kematian balita di Indonesia yang masih tinggi yakni mencapai 25.000-30.000 per tahun.

KESEHATAN | 13 November 2019

Swasta Dapat Percepat Pembiayaan dan Pencapaian Kesehatan Nasional

Pihak swasta diharapkan dapat mempercepat pembiayaan dan pencapaian cakupan kesehatan semesta di Indonesia.

KESEHATAN | 17 November 2019

First Media Berikan Ambulans untuk RS St.Antonius Jopu, Ende, NTT

Direktur RS St.Antonius Jopu, Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT) dr.Maria Goretti Aran dan Mgr Vincentius Sensi Potokota, Pr Uskup Agung Ende sangat gembira. Minggu sore (17/11/2019), keduanya menerima bantuan satu unit mobil ambulans lengkap dengan tandu, dari PT.Link Net Tbk dengan brand First Media. Bantuan diberikan sebagai bagian program CSR ‘First Happiness #ShareTogetherness’.

KESEHATAN | 17 November 2019

Aplikasi Jovee Bantu Memilih Suplemen Kesehatan untuk Personal

Kebutuhan nutrisi setiap orang bersifat personal. Dengan kata lain tak ada yang sama. Hal ini tergantung pada usia, jenis kelamin, kondisi tubuh, dan aktivitas sehari-hari. Dengan menggunakan data science, aplikasi Jovee dapat mengetahui dan menghitung kebutuhan nutrisi bagi setiap orang.

KESEHATAN | 15 November 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS