Waspada Penyakit-penyakit Pascabanjir
INDEX

BISNIS-27 434.406 (-0.23)   |   COMPOSITE 4934.09 (-16.14)   |   DBX 924.804 (3.39)   |   I-GRADE 130.838 (-0.55)   |   IDX30 413.425 (-1.26)   |   IDX80 108.094 (-0.37)   |   IDXBUMN20 272.657 (-3.39)   |   IDXG30 115.379 (0.39)   |   IDXHIDIV20 370.721 (-2.24)   |   IDXQ30 120.916 (-0.16)   |   IDXSMC-COM 211.116 (-0.82)   |   IDXSMC-LIQ 236.814 (-0.83)   |   IDXV30 102.468 (-0.58)   |   INFOBANK15 776.883 (-3.28)   |   Investor33 360.093 (-0.17)   |   ISSI 144.765 (-0.24)   |   JII 523.909 (0.36)   |   JII70 177.568 (-0.12)   |   KOMPAS100 966.07 (-3.19)   |   LQ45 756.376 (-2.2)   |   MBX 1366.8 (-5.86)   |   MNC36 270.277 (-1.09)   |   PEFINDO25 258.891 (-1.93)   |   SMInfra18 233.321 (-1.32)   |   SRI-KEHATI 303.606 (-0.74)   |  

Waspada Penyakit-penyakit Pascabanjir

Sabtu, 4 Januari 2020 | 11:41 WIB
Oleh : Dina Manafe / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Banjir yang melanda wilayah Jabodetabek selama beberapa hari belakangan ini tidak hanya menyebabkan kerusakan secara material, namun juga masalah kesehatan. Masyarakat diminta untuk waspada terhadap penyakit yang akan timbul pascabanjir. Caranya hindari faktor risiko dengan berperilaku hidup bersih dan sehat.

Ketua Umum Perhimpunan Dokter Emergensi Indonesia (PDEI), dr Adib Khumaidi, SpOT, mengatakan, beberapa penyakit berpotensi muncul dan meningkat kasusnya pascabanjir. Di antaranya, leptospirosis yang disebabkan karena air banjir yang kotor bercampur dengan kotoran tikus dan sampah. Penyakit ini masuk ke tubuh manusia melalui selaput lendir, mata, hidung, kulit lecet dan makanan. Seseorang yang terkena leptospirosis akan menunjukkan gejala seperti menggigil, batuk, sakit kepala tiba tiba, demam tinggi, nyeri otot, hilang napsu makan, mata merah dan iritasi, nyeri otot.

Kemudian ada penyakit diare dan demam tifoid yang disebabkan oleh konsumsi makanan dan minuman serta kebersihan yang kurang higienis. Terutama karena selama banjir berlangsung banyak tumpukan sampah dan kotoran bercampur ke dalam rumah dan menempel di tubuh.

Penyakit lainya adalah demam berdarah dengue (DBD) yang disebabkan oleh nyamuk Aedes Agepty yang berpotensi muncul akibat tumpukan sampah dan rongsokan di area yang lembab paska banjir. Adapula infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang disebabkan oleh udara dingin bercampur dengan air beraroma kotor selama banjir berlangsung. Asam lambung dan migren juga patut diwaspadai. Masalah kesehatan ini umumnya dikarenakan korban banjir tidak mengonsumsi makanan sesuai gizi dan telat makan.

Flu dan demam juga harus diwaspadai. Flu dan demam yang disebabkan karena korban banjir terpapar air dan udara dingin cukup lama. Terakhir, infeksi kulit yang terjadi akibat paparan dengan air banjir yang bercampur dengan kotoran manusia, hewan, juga sampah dan lumpur.

"Selain sampah dan kotoran yang bercampur dalam air banjir, dikhawatirkan juga ada hewan liar serta pecahan benda-benda tajam yang turut dalam arus banjir tersebut," kata Adib dalam keterangan resmi yang diterima SP, Sabtu (4/1/2020).

Mengingat musim hujan dan cuaca ekstrim ini masih akan berlangsung hingga dua bulan mendatang dan dikhawatirkan adanya banjir susulan atau berulang, PDEI mengimbau masyarakat agar mencegah munculnya penyakit penyakit terkait. Beberapa cara sederhana mungkin bisa dilakukan untuk itu. Pertama, terutama menghindarkan anak-anak untuk bermain air banjir agar terhindar dari berbagai jenis penyakit yang mungkin timbul sesudahnya.

Kedua, tidak merendam kaki dalam air banjir kecuali untuk upaya penyelamatan. Ketiga, segera mengganti pakaian basah dengan pakaian kering untuk mencegah hipotermia. Hiportemia adalah kondisi di mana suhu tubuh menurun drastis hingga di bawah 35 derajat celcius. Berbeda dengan kedinginan biasa, hipotermia bisa berakibat fatal seperti gangguan pernapasan hingga kematian.

Keempat, melindungi anggota tubuh dengan mengenakan sarung tangan dan sepatu boot apabila harus terjun ke dalam air banjir. Kelima, mengenakan masker sewaktu membersihkan rumah dari kotoran air banjir serta hindari luka yang dapat berpotensi masuknya kuman.

Keenam, konsumsi makanan dan minuman yang higienis. Banyak minum air putih daripada minuman jenis lainnya untuk menjaga agar asam lambung tetap seimbang, serta juga tidak mengonsumsi makanan pedas

Ketujuh, mengonsumsi makanan yang segar dan perhatikan waktu kedaluarsa. Jangan lupa untuk mencuci tangan pakai sabun atau antiseptik sebelum makan. Kedelapan, siapkan persediaan obat-obat sederhana seperti penurun panas, obat lambung dan diare serta vitamin terutama untuk anak-anak dan balita.

"Jika ada keluhan kesehatan lebih lanjut segera berobat ke dokter di puskesmas atau posko kesehatan," kata Adib.

PDEI juga mengimbau pemerintah daerah untuk ketersediaan air bersih, tempat pengungsian dengan higienis dan sanitasi yang baik untuk masyarakat di wilayah terdampak banjir. Saat ini tim medis PDEI sedang membangun posko kesehatan di beberapa wilayah, di antaranya Banten, Serang, Jakarta Pusat.

Khusus untuk penyakit leptospirosis, sebelumnya Kementerian Kesehatan pun telah mengeluarkan imbauan agar masyarakat melakukan upaya pencegahan. Pertama, menjaga kesehatan pribadi dan lingkungan. Kedua, menyimpan makanan dan minuman dengan baik agar terhindar dari tikus. Ketiga, mencuci tangan, kaki serta bagian tubuh lainnya dengan sabun setelah melakukan aktifitas, misalnya habis kerja di sawah, kebun, selokan, sampah, dek rumah ketika memperbaiki jaringan listrik. Keempat, memakai sepatu dari karet dengan ukuran tinggi dan sarung tangan karet bagi pekerja yang berisiko tinggi leptospirosis, misalnya petugas kebersihan dan petugas pemotong daging serta mereka yang tinggal di daerah rawan bencana. Kelima, basmi tikus di rumah dan kantor. Keenam, membersihkan dengan disinfektan bagian bagian rumah, kantor atau gedung yang diindikasi ada bekas kencing tikus.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Iuran BPJS Kesehatan Naik, DPR: Pemerintah Abaikan Keputusan Bersama

Sudah ada kesepakatan untuk mengambil alternatif kedua yang diusulkan oleh Kemkes untuk mengatasi keberatan kenaikan iuran peserta mandiri kelas 3.

KESEHATAN | 3 Januari 2020

Iuran JKN-KIS Naik, BPJSK dan Persi Tinjau Layanan Faskes

Beberapa peningkatan kualitas pelayanan ini berupa layanan antrean elektronik dalam rangka memberikan kepastian waktu layanan pada peserta JKN-KIS.

KESEHATAN | 3 Januari 2020

Menkes: 11.000 Tenaga Kesehatan Telah Disiagakan

Tenaga kesehatan ini berasal dari militer dan sipil.

KESEHATAN | 2 Januari 2020

Pemkab Jember Tetapkan KLB Hepatitis A

Dari 217 kasus, 82 kasus positif terkonfirmasi laboratorium. Sedangkan 135 kasus lain belum dikonfirmasi.

KESEHATAN | 31 Desember 2019

2019, Jangkauan Peserta BPJS Kesehatan Meleset

Orang-orang yang belum jadi peserta JKN-KIS kemungkinan karena merasa belum membutuhkan perlindungan kesehatan.

KESEHATAN | 30 Desember 2019

Pernikahan Dini Pengaruhi Kekerdilan Pada Anak

Pernikahan dini berkontribusi terhadap masalah stunting, kekurangan gizi kronis yang mengganggu pertumbuhan sehingga anak mengalami kekerdilan.

KESEHATAN | 30 Desember 2019

Menkes: Metode "Cuci Otak" DSA Bisa Diterapkan di RS

Menkes pernah diberhentikan sementara sebagai anggota IDI pada 2018 terkait metode terapi cuci otak DSA.

KESEHATAN | 28 Desember 2019

1.300 Peserta Ikuti Sunatan Massal Berbasis Digital

Kegiatan sunatan massal yang digelar PT Bangun Tjipta Group diikuti 1.300 peserta.

KESEHATAN | 23 Desember 2019

Komisi IX DPR Soroti Angka Kematian Ibu dan Perceraian Pekerja Migran yang Memprihatinkan

Penyebab kematian ibu ini banyak variasinya, ada karena hipertensi dan perencanaan kelahiran yang kurang baik.

KESEHATAN | 23 Desember 2019

BKKBN Rebranding Lagu Mars Keluarga Berencana

Lagu Mars Keluarga Berencana (KB) dinilai sudah cukup tua, dan kurang dikenal anak milenial.

KESEHATAN | 22 Desember 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS