Virus Korona Mengganas pada Orang Berdaya Tahan Lemah
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Virus Korona Mengganas pada Orang Berdaya Tahan Lemah

Jumat, 24 Januari 2020 | 19:47 WIB
Oleh : Fuska Sani Evani / FMB

Yogyakarta, Beritasatu.com - Kemunculan virus korona di Tiongkok yang telah menyebabkan puluhan orang meninggal, juga telah menyebar ke sejumlah negara seperti Amerika, Jepang, Thailand, Taiwan, Korea Selatan, Makau hingga Singapura.

Menyikapi hal itu, Pakar Penyakit Dalam Spesialis Paru-Paru (Internis Pulmonologist) FKKMK UGM, dr Sumardi mengimbau masyarakat Indonesia untuk tetap tenang dan tidak khawatir secara berlebihan menghadapi virus ini. Masyarakat diharapkan meningkatkan kewaspadaan dengan menerapkan pola hidup sehat dan bersih.

“Virus korona ini memang bisa menyerang siapa saja segala usia, tetapi risiko lebih besar pada orang dengan daya tahan tubuh lemah,” jelasnya, Jumat (24/1/2020) saat ditemui di Poli Paru RSUP Dr Sardjito Yogyakarta.

Sumardi mengatakan virus korona dapat menimbulkan efek serius pada orang dengan penyakit kornis seperti seperti jantung, diabetes, liver, kanker dan lainnya. Sebab, kelompok tersebut mempunyai imunitas rendah sehingga rentan terkena serangan virus.

Serangan virus ini pada orang dengan sistem imun lemah dapat mengakibatkan infeksi saluran pernapasan bawah yang lebih serius bahkan menyebabkan kematian.

Dikatakan, virus korona yang menginfeksi pada manusia, umumnya memunculkan gejala seperti flu, batuk, demam, dan sakit kepala. Pada orang dengan daya tahan tubuh kuat, gejala ini biasanya akan hilang atau sembuh dalam waktu tidak lama.

“Gejalanya sama persis seperti orang flu sehingga kadang membuat bingung. Namun, saat di hari kedua masih demam dan tiba-tiba sesak nafas harus segera dibawa ke rumah sakit, apalagi yang habis pulang dari Tiongkok karena ada risiko terinfeksi,” tegasnya

Virus korona yang muncul di Wuhan, Tiongkok, menurut Sumardi, merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit pernafasan seperti SARS dan MERS. Virus korona ini bisa dijumpai pada hewan seperti musang, unta, dan kelelawar.

“Tidak hanya menginfeksi hewan, tetapi virus ini bisa menular dari hewan ke manusia serta dapat menular antar manusia,” paparnya.

Penyebaran virus korona antar manusia terjadi melalui sejumlah cara. Antara lain lewat udara dengan batuk dan kontak dengan berjabat tangan atau menyentuh benda dengan virus diatasnya.

“Virus korona ini baru muncul pada 2002, sedangkan kasus SARS dan MERS pada 2012. Saat ini yang muncul bukan virus baru, tapi virus korona yang telah bermutasi dan karena mutasi jadi lebih berbahaya,” terang Sumardi.

Hingga saat ini belum ditemukan obat untuk virus korona. Namun demikian, tubuh dengan imunitas yang kuat, akan melawan virus ini. Sementara pada orang dengan penyakit kronis, pengobatan harus dilakukan dengan terapi suportif.

“Misalnya pada pasien jantung dengan memasang alat pacu jantung agar jantungnya tidak berhenti dan untuk pasien penyakit paru dipasang ventilator untuk memberikan bantuan nafas,” urainya.

Sumardi menyebutkan tidak pernah ditemukan kasus virus korona di tanah air. Meskipun begitu, upaya antisipasi pencegahan dan penyebaran virus ckorona perlu dilakukan oleh pemerintah dengan memperketat pemeriksaan kesehatan di bandara dan pelabuhan seluruh Indonesia. Terlebih saat ini virus korona telah menjangkit hingga ke Singapura.

“Harus ada isolasi, pergi ke Singapura harus sangat dibatasi terutama pada warga Batam yang mudah keluar masuk Singapura lewat pelabuhan. Masyarakat Batam harus diberitahu risiko penularan korona ini,” ujarnya.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


BERITA LAINNYA

Pemerintah Antisipasi Penyebaran Virus Korona

Langkah preventif wajib dilakukan menyusul kasus penyebaran virus tersebut yang telah dikonfirmasi di sejumlah negara Asia Tenggara.

KESEHATAN | 24 Januari 2020

Dinkes Banten Waspadai Potensi Penyebaran Virus Korona

Dinkes Banteni meminta puskesmas dan Dinkes kabupaten/kota untuk melakukan pengamatan terhadap peningkatan kasus Influenza Like Illness (ILI).

KESEHATAN | 24 Januari 2020

IDI: Belum Ada Obat Antivirus Korona

Warga yang terserang virus tersebut biasanya ditandai dengan beberapa hal, di antaranya batuk, pilek, demam panas, sesak napas, dan nyeri otot.

KESEHATAN | 24 Januari 2020

RSPI Sulianti Saroso Tangani Pasien Pertama yang Diduga Tertular Virus Korona

RSPI Sulianti Saroso masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

KESEHATAN | 24 Januari 2020

Antisipasi Virus Korona, RSUP Adam Malik Bentuk Tim Khusus

Anggota tim dari berbagai bidang disiplin ilmu kedokteran, tetapi yang terbanyak dari spesialis penyakit dalam.

KESEHATAN | 24 Januari 2020

6 Cara Cerdas Mengajak Anak Gemar Berolahraga

Jumlah anak-anak yang malas melakukan aktivitas fisik diperkirakan terus meningkat.

KESEHATAN | 23 Januari 2020

Menkes Minta Masyarakat Tak Khawatir Isu Korona

Menkes Terawan melakukan sidak ke Gedung BRI tanpa menggunakan masker.

KESEHATAN | 23 Januari 2020

Penumpang dan Awak Pesawat Harus Lewat Pemeriksaan Suhu Badan

Jika ditengarai ada penumpang dengan suhu tubuh di atas 38 derajat maka orang tersebut akan menjalani wawancara.

KESEHATAN | 23 Januari 2020

Pemerintah Waspadai Masuknya Virus Corona ke Indonesia

Pemerintah telah menggelar rapat lintas sektor, belum lama ini, mengantisipasi kemungkinan virus menyebar di Indonesia.

KESEHATAN | 23 Januari 2020

Beredar Isu Korona di Gedung BRI, Wartawan Tetap Meliput

Banyak dari wartawan yang sedang meliput paparan kinerja 2019 BRI masih memakai masker yang telah dibagikan.

KESEHATAN | 23 Januari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS