Begini Alur Pemeriksaan Virus Korona di Laboratorium Kemkes
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Begini Alur Pemeriksaan Virus Korona di Laboratorium Kemkes

Rabu, 12 Februari 2020 | 10:05 WIB
Oleh : Dina Manafe / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Sampai saat ini di Indonesia tidak ditemukan kasus positif novel coronavirus (nCoV) atau virus korona Wuhan. Hingga Selasa, 10 Februari 2020 pukul 18.00 WIB sebanyak 64 spesimen novel nCoV yang dikirim dari 16 provinsi ke laboratorium Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) Kementerian Kesehatan. Hasilnya sebanyak 62 spesimen negatif nCoV dan dua spesimen dalam proses pemeriksaan.

Ke-16 provinsi yang mengirimkan spesimen tersebut, yaitu DKI Jakarta 14 spesimen, Bali 11, Jawa Tengah tujuh, Jawa Barat enam, Jawa Timur enam, Banten empat, Sulawesi Utara empat, Yogyakarta tiga, Kalimantan Barat dua, Jambi satu, Papua Barat satu, NTB satu, Kepulauan Riau satu, Bengkulu satu, Kalimantan Barat satu, dan Sulawesi Tenggara satu.

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan, Vivi Setiawaty mengatakan, prosedur pemeriksaan spesimen yang dilakukan di Lab Badan Litbangkes Kemkes sudah sesuai dengan standar Badan Kesehatan Dunia (WHO). Pemeriksaan spesimen mengikuti standar WHO dan dikerjakan di Lab Biosafety Level (BSL) 2.

“Itu sudah ada pedomannya dan semua negara menggunakan BSL 2. Kita tidak keluar dari alur minimal yang ditetapkan WHO,” kata Vivi di Jakarta, Selasa (11/2/2020).

Fasilitas yang dimiliki lab Litbangkes terdiri dari BSL 2, BSL 3 dan lab biorepository untuk penyimpanan materi genetik juga spesimen klinis dari pasien. BSL 2 dan 3 adalah standar fasilitas minimal dari WHO untuk sebuah laboratorium pemeriksaan. Di Indonesia, lab Badan Litbankes satu satunya yang punya fasilitas BSL 3. Alat dan kemampuan di lab Badan Litbangkes tersebut sudah terstandar oleh WHO. Setiap tahun WHO melakukan quality assurance atau akreditasi ke lab Badan Litbangkes.

"Tiap tahun memang ada orang dari WHO datang untuk akreditasi lab kita,” kata Vivi.

Vivi menjelaskan prosedur pemeriksaan spesimen di lab Badan Litbangkes mulai dari penerimaan spesimen, pemeriksaan spesimen, dan pelaporan. Pada tahap penerimaan, spesimen diambil dari pasien di rumah sakit rujukan kemudian dikirim ke lab Badan Litbangkes. Spesimen yang diterima lab Badan Litbangkes tidak cuma satu, tapi minimal tiga spesimen dari satu pasien.

Kemudian masuk pada tahap pemeriksaan spesimen. Pada tahapan ini, spesimen yang diterima tadi oleh Badan Litbangkes diekstraksi untuk diambil asam ribonukleat atau ribonucleic acid (RNA) nya. Setelah RNA didapat lalu dicampurkan dengan reagen untuk pemeriksaan dengan metode Reverse Transcriptase Polymerase Chain Reaction (PCR).

PCR merupakan pemeriksaan dengan menggunakan teknologi amplifikasi asam nukleat virus untuk mengetahui ada tidaknya virus atau DNA virus. Juga untuk mengetahui genotipe virus yang menginfeksi bisa dilakukan sekuensing atau pengurutan. Setelah itu dimasukan ke mesin yang gunanya untuk memperbanyak RNA supaya bisa dibaca oleh spektrofotometer.

Hasilnya, akan didapat positive control dengan gambaran kurva sigmoid, sedangkan negative control tidak terbentuk kurva (mendatar saja). Ini adalah satu jaminan kualitas untuk memastikan apa yang diperiksa itu benar atau tidak, dan ada kontrol lainnya. Jadi untuk mengerjakan pemeriksaan spesimen banyak hal yang harus terpenuhi sebelum menyatakan bahwa sampel yang diperiksa positif atau negative.

"Jadi kalau positif, dia (sampel) harus menyerupai dengan positif kontrolnya. Jadi selama ini spesimen yang diperiksa negatif karena semua datar menyerupai negatif kontrolnya,” kata Vivi.

Setelah itu masuk pada tahap pelaporan. Pada tahapan ini menurut Vivi memang ada alur yang harus dilakukan untuk sampai pada palaporan hasil.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


BERITA LAINNYA

BKKBN Ungkap Dua Tantangan Turunkan Angka Kelahiran

Program Keluarga Berencana (KB) tidak lagi didukung oleh lingkungan yang strategis sejak otonomi daerah.

KESEHATAN | 11 Februari 2020

Angka Kelahiran Naik Buat BKKBN Galau

BKKBN menargetkan angka kelahiran total (TFR) turun di angka 2,1 yang menandakan penduduk tumbuh seimbang.

KESEHATAN | 11 Februari 2020

Ini Penyebab Indonesia Belum Ada Kasus Korona Kata Menkes

Meski kasus korona belum ada di Indonesia, bukan berarti Kemkes bisa lengah.

NASIONAL | 11 Februari 2020

Cegah Virus Korona, Jokowi Apresiasi Kemkes

Meski sempat ada 62 orang yang berstatus suspect, tetapi setelah dicek semuanya dinyatakan negatif.

KESEHATAN | 11 Februari 2020

Wapres Soroti Sistem Perlindungan Sosial

Wapres Ma'ruf Amin juga meminta agar setiap kegiatan yang menyangkut percepatan penanggulangan kemiskinan dilaksanakan di daerah hingga desa.

KESEHATAN | 11 Februari 2020

Wapres Minta Upaya Turunkan Prevalensi Stunting Digenjot

Ma'ruf Amin mempertanyakan efektivitas anggaran tersebut yang belum cukup tercermin dalam penurunan stunting.

KESEHATAN | 11 Februari 2020

Kemkes : 59 Kasus Diduga Virus Korona di Indonesia Negatif

Sebanyak 59 pasien sudah keluar hasilnya dan negatif. Sementara tiga spesimen lainnya masih dalam proses pemeriksaan.

KESEHATAN | 10 Februari 2020

Kondisi Membaik, Pasien di Tulungagung Diprediksi Negatif Korona

Setelah ditangani dokter spesialis paru-paru, suhu badannya turun normal, batuk-batuknya sudah sembuh.

KESEHATAN | 10 Februari 2020

Satu WNI di Natuna Sakit Karena Air Kotor, Bukan Virus Korona

WNI yang sakit dikarenakan air tangki yang kotor. Namun semua itu sudah teratasi, dan kabar terakhir yang bersangkutan sudah kembali sehat.

KESEHATAN | 10 Februari 2020

Kemkes: Penurunan Stunting 14% Hanya Cita-cita Politis

Butuh inovasi untuk menurunkan aka stunting menjadi 19%

KESEHATAN | 10 Februari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS