IDI: Butuh Lebih Banyak Data untuk Tentukan Keberhasilan PSBB
INDEX

BISNIS-27 503.107 (8.47)   |   COMPOSITE 5679.25 (80.67)   |   DBX 1039.52 (14.71)   |   I-GRADE 166.189 (3.47)   |   IDX30 492.322 (9.09)   |   IDX80 129.082 (2.66)   |   IDXBUMN20 363.759 (7.86)   |   IDXG30 133.243 (2.59)   |   IDXHIDIV20 440.08 (10.13)   |   IDXQ30 143.762 (2.86)   |   IDXSMC-COM 242.127 (2.51)   |   IDXSMC-LIQ 293.644 (5.57)   |   IDXV30 123.61 (3.35)   |   INFOBANK15 979.67 (10.23)   |   Investor33 423.592 (6.88)   |   ISSI 165.745 (2.98)   |   JII 604.859 (14.26)   |   JII70 207.745 (4.44)   |   KOMPAS100 1155.02 (20.8)   |   LQ45 903.46 (17.32)   |   MBX 1578.72 (22.44)   |   MNC36 316.411 (5.51)   |   PEFINDO25 310.113 (3.58)   |   SMInfra18 286.549 (5.46)   |   SRI-KEHATI 362.507 (5.51)   |  

IDI: Butuh Lebih Banyak Data untuk Tentukan Keberhasilan PSBB

Selasa, 5 Mei 2020 | 06:33 WIB
Oleh : Dina Manafe / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Adib Khumaidi, mengatakan bahwa DKI Jakarta lebih sukses menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dibanding wilayah lain. Hal itu dinilai wajar karena memang strategi untuk penanganan Covid-19 pertama kali dilakukan di DKI Jakarta.

Jakarta menjadi episentrum pertama penyebaran Covid-19, dan kini disusul beberapa wilayah lain di luar Jabodetabek, seperti Sulawesi Selatan, Jawa Timur, dan Jawa Tengah.

Tetapi, menurut Adib, untuk menilai keberhasilan PSBB harus dilihat dari berbagai faktor. Bukan hanya faktor seberapa menurunnya kontak orang yang berpotensi menularkan, tetapi juga perlu dilihat dari sudah sejauh mana contact tracing (penelusuran kontak) dilakukan dengan sepenuhnya. Apakah semua kasus orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP), bahkan orang tanpa gejala (OTG) diperiksa untuk mengonfirmasi berapa persen yang positif. Dari sini kemudian dilihat berapa banyak penurunan kasus baru tiap hari.

“Setelah semua itu dilakukan kemudian terjadi penurunan tren kasus baru di DKI Jakarta, maka kita bisa menyatakan bahwa rantai penularan Covid-19 sudah bisa dikendalikan, dan bahwa PSBB itu berhasil. Jadi harus evaluasi data secara komprehensif,” kata Adib Senin (4/5/2020) malam.

Yang tak kalah penting, menurut Adib, penurunan kasus baru tidak lantas membuat kewaspadaan terhadap penularan virus ini menjadi kendor. Menjaga jarak fisik, jarak sosial, menggunakan masker, selalu berperilaku hidup bersih dan sehat harus jadi kebiasaan atau membudaya pada masyarakat hingga tahun depan. Karena, menurut Adib, penambahan kasus baru akan menurun, tetapi potensi penularan masih tetap tinggi. Kalau pun nanti Covid-19 mencapai puncaknya, dan kasusnya mulai melandai, tetapi kasus positif masih akan ditemukan. Jumlah OTG dan ODP pun masih banyak, dan bisa jadi di antara mereka ada yang positif dan berpotensi menularkan.

Adib mengatakan, perlu dibuatkan parameter indikator untuk mengukur keberhasilan PSBB. Kalau dari indikator itu ternyata PSBB tidak efektif, maka apakah perlu dilanjutkan atau diperpanjang. Sebaliknya kalau dari indikator itu terbukti PSBB sukses, maka apakah pembatasan sosial ini dihentikan atau dilanjutkan dengan fase berikutnya.

Kementerian Kesehatan perlu melakukan evaluasi terhadap capaian PSBB di tiap daerah. Evaluasi ini untuk melihat apakah PSBB efektif atau tidak.



Sumber:BeritaSatu.com

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

RSCM Mulai Tahap Uji Klinis Terapi Plasma Konvaselen

Pasien yang terlibat dalam uji coba adalah pasien konfirmasi positif Covid-19 berdasarkan pemeriksaan PCR.

KESEHATAN | 4 Mei 2020

300 Baju Coverall Disumbangkan ke Tiga Rumah Sakit di Jatim

Tiga rumah sakit di Jawa Timur mendapatkan bantuan berupa 300 baju coverall sebagai alat pelindung diri.

KESEHATAN | 4 Mei 2020

LIPI: PSBB Nasional Diperlukan untuk Memutus Penularan Covid-19

Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) perlu dilakukan secara nasional yang pelaksanaannya mengacu pada karakteristik setiap wilayah.

KESEHATAN | 4 Mei 2020

Percepat Tes Covid-19, 1.500 Cartridge Didistribusikan ke Daerah

Catridge tersebut digunakan pada mesin tes cepat molekuler (TCM) Tuberculosis (TBC) sehingga hasil tes Covid-19 bisa diketahui dengan cepat.

KESEHATAN | 4 Mei 2020

Siloam Hospitals Luncurkan Layanan Rawat Jalan Online

Siloam Hospitals berinovasi dan menghadirkan pelayanan rawat jalan yang dapat diakses secara online.

KESEHATAN | 4 Mei 2020

Doni Monardo: Sebelum Ada Vaksin, Indonesia Belum Aman dari Covid-19

Doni Monardo menegaskan selama belum ada vaksin, Indonesia masih belum aman dari virus Covid-19.

KESEHATAN | 4 Mei 2020

Ramadan, Nilai Pembelian Suplemen Naik 50%

Masyarakat semakin menyadari pentingnya menjaga imun tubuh melalui konsumsi suplemen.

KESEHATAN | 4 Mei 2020

Pekan Depan, BPPT Akan Produksi Rapid Test Antibodi 50.000 per Bulan

Mulai pekan depan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) akan dapat memproduksi rapid test antibodi sebanyak 50 ribu per bulan.

KESEHATAN | 4 Mei 2020

Kasus Covid-19 Turun 11 Persen, Doni Monardo: Kita Tak Boleh Lengah

Kendati kasus Covid-19 mengalami penurunan, kondisi tersebut diharapkan tidak membuat lengah upaya pemutusan mata rantai penyebaran virus corona.

KESEHATAN | 4 Mei 2020

Warga Jakarta Bisa Rapid Test Mandiri di Rumah

Farmaku bersama PT Danpac Farma menghadirkan Rapid Test Kit tanpa harus keluar rumah.

KESEHATAN | 4 Mei 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS