Jokowi Minta Uji Spesimen Ditingkatkan Jadi 20.000 Per Hari
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Jokowi Minta Uji Spesimen Ditingkatkan Jadi 20.000 Per Hari

Kamis, 4 Juni 2020 | 12:39 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Melihat target uji spesimen virus corona sebanyak 10.000 per hari sudah tercapai, maka Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan target baru uji spesimen virus corona, yakni meningkat jadi 20.000 per hari.

"Saya harapkan target berikutnya, ke depan adalah 20.000 per hari. Ini harus mulai kita rancang menuju ke sana," kata Jokowi saat memimpin rapat terbata tentang penanganan pandemi Covid-19 melalui video conference di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (4/6/2020).

Tak lupa Kepala Negara mengapresi kinerja Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang sudah mampu memenuhi target pengujian spesimen yang ia berikan sebanyak 10.000 per hari. Sebab dengan target tersebut, Jokowi optimistis akan semakin mempercepat pendeteksian penyebaran virus corona atau Covid-19 di Indonesia.

"Untuk pengujian spesimen, saya kira saya ucapkan terimakasih bahwa target uji spesimen yang saya targetkan 10.000 ini sudah terlampaui," ujar Jokowi.

Untuk mendukung percepatan uji spesimen, Jokowi juga meminta pelacakan kasus Covid-19 dilakukan secara agresif dengan bantuan teknologi komunikasi dan bukan dengan cara konvensional.

"Seperti kita lihat di negara lain misal di Selandia Baru, mereka gunakan digital diary, kemudian Korea Selatan kembangkan mobile GPS untuk data-data sehingga pelacakan lebih termonitor dengan baik," terang Jokowi.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Jokowi Minta Manajemen Data Covid-19 Satu Pintu

Jokowi meminta manajemen pendataan perkembangan kasus pandemi virus corona atau Covid-19 diperbaiki menjadi lebih rapi dan satu pintu.

KESEHATAN | 4 Juni 2020

Jokowi Minta Pelacakan Kasus Covid-19 Lebih Agresif

esiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Kementerian Kesehatan lebih agresif melakukan pelacakan kasus Covid-19 dengan menggunakan sistem teknologi telekomunikasi.

KESEHATAN | 4 Juni 2020

Epidemiolog Pandu Riono: Tidak Masalah Jika PSBB Dicabut

Saat ini, ada atau tidak ada PSBB, tetap saja masih banyak orang yang membandel dan tak menaati aturan.

KESEHATAN | 3 Juni 2020

Asupan Suplemen Antioksidan Tingkatkan Imunitas Tubuh

Dalam menjalani era new normal sangat dibutuhkan daya tahan tubuh yang kuat.

KESEHATAN | 3 Juni 2020

Kadinkes Sumut: Kinerja Menkes Terawan On The Track

Menkes Terawan berarti pemimpin yang hanya bekerja di belakang layar. Di masa pandemi, kebijakan dan terobosannya sangat positif.

NASIONAL | 3 Juni 2020

DKI Catat Penambahan 83 Kasus Positif Covid-19

Sehingga jumlah kumulatif kasus positif di wilayah DKI Jakarta sebanyak 7.539 kasus

KESEHATAN | 3 Juni 2020

Dian Sastro Ajak Masyarakat untuk Semangati Tim Medis Covid-19

Setiap kalimat penyemangat akan dikonversi menjadi satu botol hand sanitizer Antis untuk tenaga medis Covid-19.

KESEHATAN | 3 Juni 2020

Masuki New Normal, Kemkes Minta Masyarakat Berhenti Merokok

Masyarakat diminta untuk tidak hanya menerapkan protokol kesehatan, tetapi juga berhenti merokok.

KESEHATAN | 2 Juni 2020

Vaping Tingkatkan Risiko Terinfeksi Covid-19

Rokok elektronik juga sama merusak epitel dan saluran napas, sehingga bisa berikatan dengan reseptor angiotensin converting enzyme 2 (ACE2) lebih banyak.

KESEHATAN | 2 Juni 2020

Pandemi Covid-19, Imunisasi Anak Wajib Dijalankan

Pemberian imunisasi merupakan bagian dari hak asasi anak-anak bangsa.

KESEHATAN | 2 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS