Satgas Covid-19: Tidak Bisa Asal Klaim Obat Virus Corona
INDEX

BISNIS-27 428.182 (-2.86)   |   COMPOSITE 4879.1 (-9.06)   |   DBX 933.193 (7.61)   |   I-GRADE 128.434 (-0.58)   |   IDX30 404.523 (-3.21)   |   IDX80 106.174 (-0.61)   |   IDXBUMN20 268.239 (-2.84)   |   IDXG30 113.341 (-0.34)   |   IDXHIDIV20 361.328 (-3.85)   |   IDXQ30 118.527 (-0.83)   |   IDXSMC-COM 209.874 (0.28)   |   IDXSMC-LIQ 234.117 (0.48)   |   IDXV30 100.803 (-0.57)   |   INFOBANK15 767.134 (-9.65)   |   Investor33 355.071 (-2.81)   |   ISSI 143.565 (0.25)   |   JII 517.566 (1.34)   |   JII70 175.828 (0.4)   |   KOMPAS100 953.068 (-3.09)   |   LQ45 742.375 (-5.22)   |   MBX 1347.52 (-4.53)   |   MNC36 265.633 (-1.2)   |   PEFINDO25 258.006 (2.03)   |   SMInfra18 230.699 (-0.73)   |   SRI-KEHATI 299.246 (-2.35)   |  

Satgas Covid-19: Tidak Bisa Asal Klaim Obat Virus Corona

Selasa, 4 Agustus 2020 | 18:04 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun, Dina Manafe / FMB

Jakarta, Beritasatu.com – Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengingatkan para peneliti dan tokoh masyarakat untuk berhati-hati menyampaikan informasi kepada masyarakat. Jangan sampai masyarakat memahami sesuatu hal dengan tidak utuh dan benar.

“Saya ingatkan, para peneliti dan figur publik untuk perlu berhati-hati dalam menyampaikan berita kepada masyarakat. Jangan sampai masyarakat yang sedang panik mencari jalan keluar, sehingga memahami sesuatu hal itu tidak dengan secara utuh dan benar,” kata Wiku Adisasmito dalam keterangan persnya secara virtual, Selasa (4/8/2020).

Peringatan yang disampaikan Wiku Adisasmito berkaitan dengan adanya konten video penyanyi Anji yang mewawancarai pembuat herbal antibodi Covid-19 Hadi Pranoto yang mengklaim telah menemukan obat Covid-19.

Menurutnya obat Covid-19 yang sedang ramai diperbincangkan masyarakat tersebut akibat konten video Anji dan Hadi Pranoto, sampai saat ini tidak jelas apakah termasuk obat herbal terstandar atau fitofarmaka, atau hanya sebuah jamu.

“Obat ini sampai dengan sekarang yang jelas bukan fitofarmaka karena tidak terdaftar di pemerintah. Produk ini juga bukan obat herbal terstandar karena tidak ada di dalam daftarnya,” ujar Wiku Adisasmito.

Sebab, seluruh daftar fitofarmaka dan obat herbal terstandar dapat diakses oleh masyarakat dengan terbuka. “Percayalah pada pemerintah, yaitu Badan POM, demikian juga Kementerian Kesehatan,” tukas Wiku Adisasmito.

Tak lupa ia mengingatkan masyarakat agar lebih teliti dalam memilih obat dan suplemen. Ia meminta terapkan KLIK (Kemasan, Izin, Label, Kedaluarsa), yaitu pertama lihat di kemasannya, selalu periksa apakah kemasan obat masih layak untuk diperjualbelikan.

Kedua adalah label. Setiap obat yang dibeli seharusnya mengandung label dan informasi berisi nama produk, komposisi atau bahan aktif lainnya seperti paracetamol atau zat lain kategori obat seperti analgesik dan informasi lainnya, misalnya anjuran dalam penyimpanan.

“Ketiga, pastikan adanya izin di dalam kemasan yaitu obat-obatan yang dikonsumsi sudah mengantongi izin edar dari Badan POM Indonesia. Obat-obatan yang sudah memiliki izin biasanya akan mencantumkan nomor registrasi,” papar Wiku Adisasmito.

Keempat, adalah K yaitu Kedaluarsa. Wiku meminta masyarakat selalu perhatikan tanggal kadaluarsa. Karena mengkonsumsi obat yang sudah lewat dari tanggal kedaluarsa berisiko tinggi terhadap kesehatan dan keselamatan.

Tidak Bisa Asal Klaim Obat Covid-19
“Kami juga ingin merespon dan memberikan penjelasan kepada masyarakat terkait dengan isu yang berkembang akhir-akhir ini yang terkait dengan obat dan suplemen. Kami perlu sampaikan bahwa pemerintah sangat terbuka akan adanya penelitian obat maupun vaksin Covid-19 yang dilakukan oleh para peneliti, baik di dalam negeri maupun internasional,” kata Wiku Adisasmito, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 dalam keterangan persnya secara virtual, Selasa (4/8/2020).

Namun, lanjut Wiku, bukan berarti penelitian obat atau suplemen terkait Covid-19 dapat dilakukan oleh siapapun tanpa prosedur yang tepat. Ditegaskannya, tidak bisa ada pihak yang main asal klaim saja bahwa obat tersebut adalah obat Covid-19 tanpa melewati sebuah pengujian terlebih dahulu.

“Bukan berarti bisa dilakukan oleh siapapun tanpa prosedur yang tepat. Tidak bisa asal mengklaim bahwa obat tersebut merupakan obat Covid-19 tanpa diuji terlebih dahulu. Tanpa diuji klinis, sebuah obat belum terbukti apakah berhasil menyembuhkan pasien Covid-19 atau tidak. belum diketahui apakah efek sampingnya bagi pasien. semua ini perlu dipertanggungjawabkan,” jelas Wiku Adisasmito.

Ditambahkannya, setiap obat harus melewati uji klinis dan izin peredaran yang benar. Jika sudah melewati uji klinis dan sudah terbukti dapat memberikan kesembuhan, lanjut Wiku, maka akan menjadi kabar yang luar biasa bagi bangsa Indonesia.

“Tapi ingat, harus diuji dan mendapatkan izin, baru bisa diedarkan. Tidak bisa sembarangan karena ini adalah urusan nyawa manusia,” ujar Wiku Adisasmito.

Pernyataan Wiku Adisasmito ini sepertinya ingin mengkritik konten video penyanyi Anji yang mewawancarai pembuat herbal antibodi Covid-19 Hadi Pranoto yang mengklaim telah menemukan obat Coid-19.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Erick Thohir Pastikan Bio Farma Siap Produksi 250 Juta Dosis Vaksin Covid-19

Erick Thohir memastikan Bio Farma mampu memproduksi vaksin Covid-19 sebanyak 250 juta dosis per tahun di akhir tahun 2020.

KESEHATAN | 4 Agustus 2020

Kasus Covid-19 Tambah 1.922, Ini Sebarannya

Kali ini Jawa Timur (Jatim) tercatat menjadi penyumbang terbanyak kasus positif harian yakni mencapai 430 dengan jumlah pasien sembuh 343.

KESEHATAN | 4 Agustus 2020

Update Covid-19: Tambah 1.922, Kasus Positif di Indonesia Jadi 115.056

Terdapat tambahan 1.922 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir sampai Selasa (4/8/2020) pukul 12.00 WIB. Total kasus positif di Indonesia menjadi 115.056.

KESEHATAN | 4 Agustus 2020

Literasi Gizi Dorong Upaya Pencegahan Stunting

Salah satu cara pencegahan stunting dapat dilakukan melalui peningkatan literasi gizi keluarga.

KESEHATAN | 4 Agustus 2020

Jokowi Buka Masker Saat Pimpin Rapat, Ini Klarifikasi Istana

Di hadapan presiden maupun para menteri telah dipasang pembatas dari akrilik.

KESEHATAN | 4 Agustus 2020

Epidemiolog: Tekan Angka Kematian dengan Perbanyak Tes Covid-19

Saat ini, angka kematian di Indonesia berada di angka 4,7%, lebih tinggi 0,8% dari angka kematian global.

KESEHATAN | 3 Agustus 2020

IDI Minta Pemerintah Bentuk Komite Keselamatan Nakes

Ini penting dalam upaya melakukan perlindungan sistem informasi dalam mitigasi tenaga kesehatan.

KESEHATAN | 3 Agustus 2020

Inilah Empat Tahap Cara Uji Ilmiah Obat dan Vaksin Covid-19

Ada empat tahap yang dilakukan untuk menguji obat atau vaksin Covid-19.

KESEHATAN | 3 Agustus 2020

Kemkes: Belum Ada Satu Negara yang Menemukan Obat Covid-19

Kementerian Kesehatan menyatakan sampai saat ini belum ada obat untuk Covid-19 di dunia.

KESEHATAN | 3 Agustus 2020

Hari Ini, Kasus Baru Covid-19 Terbanyak Ada di Jatim dan Jakarta

Dari sebarannya, jumlah kasus baru Covid-19 terbanyak ada di provinsi Jawa Timur sebanyak 478, sedangkan DKI Jakarta sebanyak 472.

KESEHATAN | 3 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS