Presiden: Pelayanan Ibu Hamil dan Balita Jangan Berhenti di Tengah Pandemi Covid-19
INDEX

BISNIS-27 434.406 (-1.43)   |   COMPOSITE 4934.09 (-20.47)   |   DBX 924.804 (0.21)   |   I-GRADE 130.838 (-0.77)   |   IDX30 413.425 (-1.99)   |   IDX80 108.094 (-0.58)   |   IDXBUMN20 272.657 (-3.42)   |   IDXG30 115.379 (-0.19)   |   IDXHIDIV20 370.721 (-2.62)   |   IDXQ30 120.916 (-0.47)   |   IDXSMC-COM 211.116 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 236.814 (-1.46)   |   IDXV30 102.468 (-0.76)   |   INFOBANK15 776.883 (-1.82)   |   Investor33 360.093 (-1.12)   |   ISSI 144.765 (-0.71)   |   JII 523.909 (-2.37)   |   JII70 177.568 (-0.94)   |   KOMPAS100 966.07 (-4.5)   |   LQ45 756.376 (-3.54)   |   MBX 1366.8 (-6.55)   |   MNC36 270.277 (-1.19)   |   PEFINDO25 258.891 (-2.06)   |   SMInfra18 233.321 (-1.59)   |   SRI-KEHATI 303.606 (-1.29)   |  

Presiden: Pelayanan Ibu Hamil dan Balita Jangan Berhenti di Tengah Pandemi Covid-19

Rabu, 5 Agustus 2020 | 13:10 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun, Novy Lumanauw / FMB

Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta pelayanan kesehatan ibu hamil dan balita di Puskesmas dan Posyandu tidak boleh berhenti di tengah pandemi virus corona atau Covid-19.

“Akses pelayanan kesehatan bagi ibu hamil maupun balita di puskesmas dan posyandu, kita harus pastikan tetap berlangsung tidak berhenti di tengah pandemi ini,” kata Jokowi saat memimpin rapat terbatas tentang Percepatan Penurunan Stunting di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (5/8/2020).

Akses pelayanan kesehatan yang tidak boleh terhenti, lanjut Jokowi, adalah pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil dan pemberian suplemen vitamin A bagi ibu menyusui serta makanan pendamping ASI.

Tidak hanya itu, Jokowi meminta aspek promotif, edukasi dan sosialisasi bagi ibu-ibu hamil dan keluarga juga harus terus digencarkan. Sehingga dapat meningkatkan pemahaman untuk pencegahan stunting.

“Sekali lagi saya minta agar ini melibatkan PKK, tokoh-tokoh agama, tokoh-tokoh masyarakat, RT dan RW serta relawan. Dan kita harapkan ini menjadi gerakan bersama di masyarakat,” ujar Jokowi.

Kemudian, dalam upaya penurunan angka stunting, Jokowi meminta program tersebut disambungkan dengan program perlindungan sosial. Seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan pembagian bantuan pangan non tunai (BPNT). Juga pembangunan infrastruktur dasar yang menjangkau keluarga-keluarga tidak mampu.

“Dalam upaya penurunan angka stunting juga kita sambungkan dengan program perlindungan sosial kita, terutama PKH kemudian pembagian BPNT dan pembangunan infrastruktur dasar yang menjangkau keluarga-keluarga yang tidak mampu,” terang Jokowi.

Sebelumnya, Presiden Jokowi meminta program penurunan stunting fokus pada 10 provinsi yang memiliki prevalensi stunting tertinggi di Indonesia.

Ke-10 provinsi tersebut adalah Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Barat, Nusa Tenggara Barat, Gorontalo, Aceh, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah.

Untuk itu Jokowi meminta kepala daerah di 10 provinsi tersebut agar fokus dan berkonsentrasi menjalankan program untuk penurunan stunting di daerah masing-masing.

Namun ia cukup gembira, karena melihat terjadi penurunan stunting di Indonesia dalam kurun waktu enam tahun terakhir. Berdasarkan data yang dia miliki, ada perbaikan dari prevalensi stunting di tahun 2013 yang mencapai 37 persen menjadi 27,6 persen di tahun 2019.

“Ini ada penurunan cukup lumayan. Tapi saya kira tidak cukup. Kita harus menurunkan lebih cepat lagi. Target kita, seperti yang saya sampaikan ke Menteri Kesehatan di 2024, kita harus bisa turun menjadi 14 persen,” terang Jokowi.



Sumber:BeritaSatu.com

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Jokowi Minta Penurunan Stunting Fokus di 10 Provinsi

Provinsi tersebut antara lain Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Barat, Nusa Tenggara Barat, Gorontalo, Aceh.

KESEHATAN | 5 Agustus 2020

Tidak Mengenakan Masker, Masyarakat Bisa Kena Hukum

Sanksi kepada masyarakat yang tidak mengenakan masker dapat berupa denda atau sanksi administrasi.

KESEHATAN | 4 Agustus 2020

Rangkul Ibu-ibu PKK Berkampanye Masker untuk Menekan Penularan Covid-19

Kampanye masker tidak berdiri sendiri, harus ada koneksitas dengan yang lain.

KESEHATAN | 4 Agustus 2020

Bentuk Tim Audit, IDI Telusuri Kematian Dokter Selama Pandemi

PB IDI telah membentuk tim audit sesuai Surat Keputusan yang ditetapkan pada 20 Juli lalu.

KESEHATAN | 4 Agustus 2020

Satgas: Akhir Covid-19 Tidak Bisa Diprediksi

Belajar dari sejarah pandemi dunia, sejak dahulu tercatat bahwa lamanya waktu berlangsung bervariasi bergantung pada jenis sumber wabah tersebut.

KESEHATAN | 4 Agustus 2020

Daerah dengan Rt di Bawah Satu Belum Tentu Aman Covid-19

Menurut Wiku Adisasmito, sebuah daerah di Indonesia jika Rt menunjukkan angka di bawah 1, bukan berarti daerah itu sudah aman dari Covid-19.

KESEHATAN | 4 Agustus 2020

Satgas Covid-19: Tidak Bisa Asal Klaim Obat Virus Corona

Dalam memilih obat dan suplemen, masyarakat diminta perhatikan KLIK (Kemasan, Izin, Label, Kedaluarsa).

KESEHATAN | 4 Agustus 2020

Erick Thohir Pastikan Bio Farma Siap Produksi 250 Juta Dosis Vaksin Covid-19

Erick Thohir memastikan Bio Farma mampu memproduksi vaksin Covid-19 sebanyak 250 juta dosis per tahun di akhir tahun 2020.

KESEHATAN | 4 Agustus 2020

Kasus Covid-19 Tambah 1.922, Ini Sebarannya

Kali ini Jawa Timur (Jatim) tercatat menjadi penyumbang terbanyak kasus positif harian yakni mencapai 430 dengan jumlah pasien sembuh 343.

KESEHATAN | 4 Agustus 2020

Update Covid-19: Tambah 1.922, Kasus Positif di Indonesia Jadi 115.056

Terdapat tambahan 1.922 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir sampai Selasa (4/8/2020) pukul 12.00 WIB. Total kasus positif di Indonesia menjadi 115.056.

KESEHATAN | 4 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS