Penderita Diabetes dan Hipertensi Lebih Rentan terhadap Covid-19
INDEX

BISNIS-27 428.182 (-2.86)   |   COMPOSITE 4879.1 (-9.06)   |   DBX 933.193 (7.61)   |   I-GRADE 128.434 (-0.58)   |   IDX30 404.523 (-3.21)   |   IDX80 106.174 (-0.61)   |   IDXBUMN20 268.239 (-2.84)   |   IDXG30 113.341 (-0.34)   |   IDXHIDIV20 361.328 (-3.85)   |   IDXQ30 118.527 (-0.83)   |   IDXSMC-COM 209.874 (0.28)   |   IDXSMC-LIQ 234.117 (0.48)   |   IDXV30 100.803 (-0.57)   |   INFOBANK15 767.134 (-9.65)   |   Investor33 355.071 (-2.81)   |   ISSI 143.565 (0.25)   |   JII 517.566 (1.34)   |   JII70 175.828 (0.4)   |   KOMPAS100 953.068 (-3.09)   |   LQ45 742.375 (-5.22)   |   MBX 1347.52 (-4.53)   |   MNC36 265.633 (-1.2)   |   PEFINDO25 258.006 (2.03)   |   SMInfra18 230.699 (-0.73)   |   SRI-KEHATI 299.246 (-2.35)   |  

Penderita Diabetes dan Hipertensi Lebih Rentan terhadap Covid-19

Jumat, 7 Agustus 2020 | 13:19 WIB
Oleh : Indah Handayani / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Covid-19 dapat menyerang hampir seluruh kalangan usia. Namun, data menunjukkan bahwa kelompok usia lanjut dan orang yang mempunyai riwayat penyakit kronis (komorbid) memiliki risiko terkena lebih rentan dan dengan komplikasi yang lebih buruk dari penyakit ini. Riwayat penyakit kronis yang dimaksud antara lain adalah hipertensi, diabetes melitus, penyakit kardiovaskuler, dan penyakit paru kronis.

Prof Dr dr Ketut Suastika SpPD-KEMD selaku Ketua Umum Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PB PERKENI) mengatakan diabetes, merupakan penyakit penyerta atau komordibitas kedua yang tersering ditemukan, sekitar 8% kasus setelah hipertensi dan dengan angka kematian tiga kali lipat lebih tinggi dibandingkan penderita secara umum, yaitu 7,3% berbanding 2,3%. Oleh karena itu, penting untuk menyampaikan pedoman dan rekomendasi kepada pasien diabetes serta seluruh petugas medis terutama dokter, antara lain dokter umum dan dokter spesialis penyakit dalam yang melayani pasien agar dapat memberikan pelayanan terbaik selama pandemi ini.

“Rekomendasi khusus untuk penyandang diabetes di masa pandemi mulai dari setiap pasien harus rajin memonitor gula darah, sering mencuci tangan, menjaga pola makan yang sehat dan teratur, mengonsumsi obat secara rutin baik oral maupun injeksi,” ungkapnya di sela konferensi pers virtual Sanofi dengan tema 'Peluncuran Inovasi Dan Transformasi Penanganan Diabetes Secara Individual Selama Pandemi Covid-19', Jumat (7/8).

Menurut Prof Suastika, penting sekali penyandang diabetes untuk berdiskusi dengan dokternya agar dapat mengevaluasi pilihan pengobatan yang tepat selama masa pandemi bagi masing-masing individu, agar mencapai pengendalian gula darah yang baik dan imunitas tubuh tetap terjaga. “Selain itu, untuk perawatan diabetes yang lebih baik di era new normal, terapi inovatif dan individual dibutuhkan oleh para penyandang,” paparnya.

Sementara itu, dr. Mary Josephine selaku Head of Medical Sanofi Indonesia menambahkan pihaknya memahami bahwa setiap orang itu unik dan memiliki pola hidup yang berbeda antara satu dan lain. Oleh karena itu, pihaknya berkomitmen dalam menyediakan inovasi pengobatan untuk perawatan diabetes yang lebih baik bagi para penyandang diabetes melalui terapi kombinasi yang dapat mengontrol gula darah puasa (FPG) dan sesudah makan (PPG). Selain itu, upaya edukasi yang berkesinambungan telah dilakukan untuk memastikan bahwa penyandang diabetes, dokter, petugas kesehatan, fasilitas kesehatan.

“Hal ini agar semua pihak mendapatkan informasi yang tepat dalam manajemen diabetes melalui berbagai program advokasi digital,” tutupnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Kemristek: Masyarakat Harus Waspadai Obat Herbal

Masyarakat diminta untuk melakukan pengecekan, apakah obat tersebut terdaftar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) atau tidak.

KESEHATAN | 6 Agustus 2020

Delapan Daerah Masih Bertahan di Zona Merah Selama Sebulan

Delapan kabupaten dan kota di Indonesia selama sebulan ini tidak mengalami perubahan dalam zonasi risiko penularan Covid-19.

KESEHATAN | 6 Agustus 2020

Kemristek: Penemuan Obat Covid-19 Butuh Proses Panjang

Pemerintah terbuka dan mengapresiasi kepada siapa saja yang ingin ikut berpartisipasi dalam penemuan obat Covid-19 di Indonesia.

KESEHATAN | 6 Agustus 2020

13 Kabupaten/Kota dari Zona Oranye Jadi Zona Merah

Wiku Adisasmito mengatakan terjadi perubahan pada 13 kabupaten/kota yang tadinya berada di zona oranye menjadi zona merah.

KESEHATAN | 6 Agustus 2020

Badan POM Kawal Siklus Perjalanan Vaksin Covid-19

BPOM menyebut uji klinik merupakan tahapan penting dalam pengembangan vaksin Covid-19 untuk mendapatkan data khasiat dan keamananan yang valid.

KESEHATAN | 6 Agustus 2020

Satgas: 7 Kandidat Vaksin Covid-19 Sudah Masuk Uji Klinis Tahap 3

Saat ini, sudah ada tujuh kandidat vaksin virus corona (Covid-19) di seluruh dunia yang sudah masuk dalam tahap uji klinis tahap 3.

KESEHATAN | 6 Agustus 2020

Aido Health Luncurkan Layanan Kesehatan Terintegrasi

Pengguna Aido Health bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang menyeluruh.

KESEHATAN | 6 Agustus 2020

Kasus Covid-19 di Dunia Tembus 19 Juta

Data kasus Covid-19 di dunia sudah mencapai 19.005.306 setelah adanya penambahan kasus baru pada hari ini sebanyak 39.908

KESEHATAN | 6 Agustus 2020

Kasus Covid-19 Tambah 1.882, DKI Jakarta Terbanyak

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 melaporkan tambahan 1.882 kasus baru Covid-19 di Indonesia. Penambahan terbanyak terdapat di DKI Jakarta dengan 556.

KESEHATAN | 6 Agustus 2020

Ini Manfaat Bermain Bagi Tumbuh Kembang Anak

Kalangan orang tua diharapkan meluangkan waktu untuk bermain bersama anak di masa pandemi Covid-19.

KESEHATAN | 6 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS