Enam Bulan Pandemi, Angka Penularan Covid-19 Semakin Tinggi
INDEX

BISNIS-27 503.122 (7.61)   |   COMPOSITE 5724.74 (89.25)   |   DBX 1066.46 (9.81)   |   I-GRADE 166.255 (3.05)   |   IDX30 491.004 (8.8)   |   IDX80 129.735 (2.65)   |   IDXBUMN20 364.991 (9.26)   |   IDXG30 133.352 (2.1)   |   IDXHIDIV20 441.973 (8.53)   |   IDXQ30 143.512 (2.54)   |   IDXSMC-COM 247.38 (3.5)   |   IDXSMC-LIQ 301.054 (8.02)   |   IDXV30 127.096 (4)   |   INFOBANK15 976.214 (12.27)   |   Investor33 422.656 (6.59)   |   ISSI 167.54 (3)   |   JII 607.336 (12.69)   |   JII70 209.626 (4.39)   |   KOMPAS100 1162.4 (23.4)   |   LQ45 904.834 (17.52)   |   MBX 1587.29 (26.24)   |   MNC36 315.598 (5.98)   |   PEFINDO25 317.232 (4.1)   |   SMInfra18 287.626 (7.78)   |   SRI-KEHATI 361.444 (5.7)   |  

Enam Bulan Pandemi, Angka Penularan Covid-19 Semakin Tinggi

Rabu, 2 September 2020 | 19:56 WIB
Oleh : Dina Fitri Anisa / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Selama enam bulan terakhir, angka penyebaran Covid-19 di lingkungan masyarakat masih belum melandai. Hal ini dilihat dari positivity rate Covid-19 di Indonesia yang meningkat dalam tiga bulan terakhir.

Anggota Tim Pakar Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Dewi Nur Aisyah menjelaskan, positivity rate adalah persentase orang yang memiliki hasil tes positif Covid-19 dibandingkan jumlah orang yang dites. Jadi, ketika penularan di masyarakat semakin banyak, maka angka positivity rate-nya semakin tinggi.

Dewi menjelaskan, pada Juni 2020, positivity rate Covid-19 nasional berada di angka 11,71%. Sebulan berikutnya atau Juli 2020, positivity rate naik menjadi 14,29%. Pada Agustus 2020, positivity rate naik lagi menjadi 15,43%.

Ini menunjukkan, positivity rate di Indonesia lima kali lipat dari target organisasi kesehatan dunia atau World Health Organization (WHO), yakni di bawah 5%. Menurut Dewi, kontribusi terbesar positivity rate nasional ini berasal dari pasien Covid-19 yang menjalani perawatan di rumah sakit.

"Positivity rate lebih banyak dari pasien yang datang ke rumah sakit. Jadi memang karena beberapa daerah saja melakukan active case finding, sehingga yang kita lihat orang datang ke rumah sakit sekitar 60 atau 70% dari angka yang ada di sini, positivity rate," ujar dia dalam diskusi daring BNPB bertajuk, Covid-19 dalam Angka, Rabu (2/9/2020).

Dengan penyebaran yang terus meningkat, akibat yang timbul adalah jumlah kasus yang turut melonjak. Dalam sepekan terakhir ia mengungkap bahwa kasus di Indonesia meningkat 32,9%. Dewi mengatakan kenaikan ini kemungkinan disebabkan dari efek libur panjang bulan Agustus lalu.

"Bahwa memang pada pekan terakhir di Indonesia ini terjadi kenaikan kasus dalam waktu 1 minggu yang tinggi sekali 32,9%. Kemarin pada saat saya lakukan analisis itu saya juga cukup kaget, ini apa yang terjadi di pekan terakhir, kenapa naiknya, sebelumnya 3 minggu ini cukup cukup stabil, naik 4%, turun 0,1%, tiba-tiba di pekan terakhir naik sampai 32,9% dari pekan sebelumnya," jelasnya.

Dewi mengatakan kenaikan kasus Corona paling banyak di Pulau Jawa yakni, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah menjadi daerah penyumbang kasus tertinggi di pekan terakhir. Padahal, kata Dewi, kenaikan kasus di daerah ini sebelumnya tidak terlalu tajam.

"Mobilitas di Pulau Jawa kan juga cukup sangat tinggi sekali terutama liburan kemarin, liburan panjang. Kita akan melihat adanya mobilitas penduduk pasti akan meningkatkan resiko penularan," tutur Dewi.

Selanjutnya, ia pun mengungkap bahwa persoalan di atas pada akhirnya akan menimbulkan efek domino yang berkelanjutan. Salah satunya adalah angka kematian di Indonesia yang terus beranjak melewati rata-rata dunia.

“Kemajuan untuk menurunkan kematian akibat Covid-19 di Indonesia berjalan cukup lambat. Ini terlihat dari persentase kematian akibat Covid-19 Indonesia per 16 Agustus 2020 yaitu 4,39%. Sedangkan kematian di dunia yaitu 3,54%,” ungkapnya.

Kemudian per 23 Agustus 2020, persentase kematian akibat Covid-19 di Indonesia 4,4%, sedangkan persentase kematian dunia 3,45%. Terbaru, persentase kematian akibat Covid-19 di Tanah Air per 30 Agustus 2020 yaitu 4,27% versus persentase kematian tingkat dunia sebesar 3,36%.

Sebagai negara dengan jumlah penduduk terbanyak nomor empat di dunia, pihaknya meminta semua pihak ikut mengukur kapasitas fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes). Karena itu, ia meminta semua pihak harus paham jangan sampai tertular, jangan sampai sakit, dan jangan sampai harus pergi ke rumah sakit.

Obat Pencegah
Dalam kesempatan yang sama, promotor Kesehatan Masyarakat/Komunikasi Publik Satgas Covid-19, Lula Kamal mengatakan, dalam menghadapi pandemi ini, obat pencegahan yang terbaik adalah melakukan protokol kesehatan dengan baik dan disiplin.

“Mengingat vaksin belum kita miliki, dan obat yang paten juga belum ada. Jadi yang paling benar adalah lakukan dengan disiplin protokol menjaga jarak, mencuci tangan dan menggunakan masker,” jelasnya.

Ia pun mengatakan, yang bisa memutus rantai penyebaran Covid-19 ini bukanlah dokter ataupun pemerintah. Namun seluruh masyarakat Indonesia. Untuk itu, ia mengajak masyarakat bersatu dalam membenahi pandemi.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

YLKI: Obat dan Vaksin Covid-19 Harus Berstandar WHO

Semua pihak harus menghormati posisi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

KESEHATAN | 2 September 2020

Mutasi Virus Corona D614G Terdeteksi Sejak April

Keberadaan virus SARS-CoV-2 dengan mutasi D614G telah tereteksi di Indonesia melalui analisa isolat virus yang beredar di Tanah Air pada April 2020.

KESEHATAN | 2 September 2020

Kasus Aktif Covid-19 Terkonsentrasi, Rumah Sakit Berpotensi Overload

Rata-rata kasus aktif di Indonesia 23,7% lebih rendah dibanding rata-rata kasus aktif dunia.

KESEHATAN | 2 September 2020

Update Covid-19: Tambah 3.075, Kasus Positif di Indonesia Jadi 180.646

Banyaknya penambahan kasus baru Covid-19 ini tidak lepas dari banyaknya spesimen yang diperiksa yakni sebanyak 31.001.

KESEHATAN | 2 September 2020

Kasus Covid-19 Meningkat, Anies Baswedan Tingkatkan Kapasitas RS di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan pihaknya sedang meningkatkan kapasitas rumah sakit (RS) untuk menangani pasien Covid-19 Jakarta.

KESEHATAN | 1 September 2020

Kepala BPOM Tegaskan Akan Kawal Vaksin Covid-19 dari Uji Klinis hingga Produksi Massal

Kepala BPOM Penny K Lukito akan terus mengawal regulatory dalam pengembangan vaksin Covid-19.

KESEHATAN | 1 September 2020

Penyakit Kusta Masih Menjadi Momok di Indonesia

Kebanyakan masyarakat bahkan tidak menyadari gejala, cara penanganan, dan penularan kusta

KESEHATAN | 1 September 2020

8 Provinsi di Indonesia Belum Bebas Kusta

Indonesia hingga detik ini belum juga terbebas dari penyakit kusta.

KESEHATAN | 1 September 2020

BPOM Upayakan Percepatan Pengembangan Vaksin Covid-19

BPOM telah membuat roadmap tahapan pengembangan vaksin Covid-19.

KESEHATAN | 1 September 2020

WHO Ingatkan Bahaya Laten Nasionalisme Vaksin

Vaccine nationalism adalah pengembangan vaksin yang hanya diperuntukkan untuk kepentingan nasional atau satu negara saja.

KESEHATAN | 1 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS