Tunggakan Iuran BPJS Kesehatan Bisa Dicicil Tanpa Bunga
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

Tunggakan Iuran BPJS Kesehatan Bisa Dicicil Tanpa Bunga

Selasa, 8 September 2020 | 10:56 WIB
Oleh : Dina Manafe / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Ada kabar baik bagi peserta program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang menunggak iuran karena berbagai alasan. Bank Rakyat Indonesia (BRI) memberikan kemudahan bagi peserta yang menunggak membayar iuran dengan cara menyicil tanpa bunga melalui Kartu Kredit BRI.

Direktur Keuangan dan Investasi BPJS Kesehatan, Kemal Imam Santoso menyambut baik komitmen BRI dalam implementasi dan keberlangsungan Program JKN-KIS dengan memfasilitasi agar peserta rutin membayar iuran melalui program cicilan pembayaran tunggakan iuran tanpa bunga ini.

"Inovasi layanan perbankan diharapkan dapat membantu dan memperkuat keberlangsungan implementasi Program JKN-KIS. Apalagi di era pandemi ini, kebutuhan peserta terhadap jaminan pelayanan kesehatan cukup besar,” kata Kemal dalam keterangan resmi, Selasa (8/9/2020).

Menurut Kemal, peserta JKN-KIS dapat mengajukan relaksasi pembayaran tunggakan iuran dengan cukup membayar 6 bulan tagihan bulan menunggaknya. Selanjutnya peserta juga dapat memanfaatkan pembayaran tunggakan iurannya tersebut melalui program cicilan kartu kredit BRI tanpa bunga selama 12 bulan.

Menurutnya, berbagai pilihan pembayaran iuran telah kami sediakan untuk peserta. Lembaga-lembaga keuangan baik konvensional maupun modern, termasuk perbankan adalah salah satu bagian dari ekosistem JKN.

Ia berharap peserta dapat memanfaatkan program ini untuk membantu memastikan status kepesertaan aktif dengan patuh terhadap pembayaran iuran, khususnya bagi peserta segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU). Pemerintah melalui Peraturan Presiden 64 tahun 2020 telah mengatur pemberian relaksasi pembayaran tunggakan iuran bagi peserta PBPU. Hal ini, kata Kemal adalah wujud kehadiran negara untuk memastikan warga memiliki akses terhadap pelayanan kesehatan.

Direktur Konsumer BRI Handayani menjelaskan syarat peserta JKN-KIS yang ingin program cicilan melalui kartu kredit BRI ini adalah memiliki transaksi minimum pembayaran tunggakan iuran adalah Rp1.000.000 pada aplikasi Mobile JKN. Peserta atau pemegang kartu kredit mengunduh aplikasi BRI Credit Card Mobile dan memilih jangka waktu cicilan. Penawaran ini berlaku mulai bulan September sampai Desember 2020.

“Dengan adanya aplikasi ini BRI Credit Card Mobile ini, nasabah diharapkan mendapatkan pelayanan yang cepat, praktis dan mudah dalam menggunakan layanan perbankan, khususnya Kartu Kredit BRI. Nasabah dapat setiap saat melakukan pengecekan transaksi maupun tagihan Kartu Kredit BRI dan mengubah transaksinya menjadi cicilan melalui smartphone-nya,” kata Handayani.

Menurut Handayani, BRI optimistis dapat membantu peserta JKN-KIS untuk melakukan pembayaran iuran secara rutin, dengan memanfaatkan fitur BRING/Belanja Ringan Kartu Kredit BRI khususnya dalam masa pandemi ini.

Kedepannya BRI berencana memperluas area kerjasama, salah satunya berupa integrasi sistem BRI Digital Saving untuk mempermudah calon peserta JKN-KIS yang akan mendaftar tapi belum memiliki rekening tabungan BritAma sebagai sumber pembayaran.

"Harapan kami dengan adanya kerja sama ini mampu meningkatkan penetrasi produk konsumer dan layanan perbankan BRI serta membantu masyarakat yang terdampak pandemi agar dapat tetap menjalankan aktivitasnya secara optimal,” kata Handayani.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Terima Insentif, PPDS Merasa Dihargai Pemerintah

Pemberian insentif ini menjadi motivasi untuk bekerja lebih baik lagi dan sungguh-sungguh.

KESEHATAN | 8 September 2020

Di Antara Negara OKI, Indonesia Terdepan dalam Produksi Vaksin

Hanya Indonesia di antara negara OKI yang telah mampu mengekspor vaksin polio ke lebih dari 118 negara.

KESEHATAN | 7 September 2020

Jokowi Bentuk Tim Pengembangan Vaksin Covid-19 Diketuai Menristek

Pemerintah sudah menyiapkan anggaran multi-years sebesar Rp 40,8 triliun untuk pengadaan dan pengembangan vaksin Covid-19.

KESEHATAN | 7 September 2020

Minum Lemon Bisa Bikin Kurus? Simak Edukasi Ala Putri Mj

Ahli gizi bernama Putri Mj berusaha melakukan tugasnya dalam memberikan pelayanan edukasi gizi dan tata cara diet yang tepat.

KESEHATAN | 7 September 2020

Temui Erick Thohir, Sandiaga Uno Sebut Vaksin Covid-19 Tersedia Akhir 2020

Usai bertemu Erick Thohir, pengusaha Sandiaga Uno menyebutkan bahwa vaksin virus "corona" (Covid-19) direncanakan akan bisa diimplementasikan pada akhir 2020.

KESEHATAN | 7 September 2020

Ini Dampak Buruk Kental Manis Bagi Balita

Pemerintah melalui BPOM terkesan tidak bersungguh-sungguh untuk melarang produk kental manis tidak lagi dikonsumsi anak-anak.

KESEHATAN | 7 September 2020

Herborist Luncurkan Air Mawar untuk Perawatan Kulit Wajah

Herborist Rose Water bisa mengunci kadar air wajah sehingga wajah tampak lebih segar dan cerah.

KESEHATAN | 8 September 2020

Peran Penting Makanan Pendamping ASI

Salah satu contoh dari salahnya pola pemberian MPASI adalah luka pada usus anak.

KESEHATAN | 7 September 2020

101 Orang Nakes Gugur Tangani Covid-19

Hingga hari ini, dana santunan kematian tenaga medis yang sudah tersalurkan sebesar Rp 26, 4 miliar atau 44 persen dari total dana yang dialokasikan.

KESEHATAN | 7 September 2020

Kasus Covid-19 Tambah 2.880, Sebanyak 1.046 dari Jakarta

Kasus harian Covid-19 di Indonesia pada Senin (9/9/2020) 2.880. DKI Jakarta tetap menjadi penyumbang terbanyak yakni 1.046 atau lebih dari sepertiganya.

KESEHATAN | 7 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS