Kebiasaan Merokok Malah Meningkat Selama Pandemi Covid-19
INDEX

BISNIS-27 448.146 (0.31)   |   COMPOSITE 5091.82 (20.37)   |   DBX 966.643 (7.34)   |   I-GRADE 139.941 (-0.23)   |   IDX30 428.154 (0.15)   |   IDX80 113.358 (0.41)   |   IDXBUMN20 291.199 (0.73)   |   IDXG30 119.599 (-0.42)   |   IDXHIDIV20 379.423 (-0.2)   |   IDXQ30 124.629 (0.03)   |   IDXSMC-COM 218.961 (1.24)   |   IDXSMC-LIQ 257.997 (1.39)   |   IDXV30 107.251 (0.23)   |   INFOBANK15 832.7 (-1.05)   |   Investor33 373.408 (0.72)   |   ISSI 150.953 (0.22)   |   JII 549.986 (0.88)   |   JII70 187.543 (0.51)   |   KOMPAS100 1019.5 (2.84)   |   LQ45 788.563 (1.25)   |   MBX 1407.83 (4.87)   |   MNC36 279.661 (0.67)   |   PEFINDO25 277.129 (5.34)   |   SMInfra18 242.149 (-0.57)   |   SRI-KEHATI 316.134 (0.38)   |  

Kebiasaan Merokok Malah Meningkat Selama Pandemi Covid-19

Selasa, 15 September 2020 | 19:05 WIB
Oleh : Dina Manafe / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Meskipun kampanye tentang perilaku hidup sehat makin digaungkan selama pandemi Covid-19, kesadaran untuk berhenti atau minimal mengurangi kebiasaan merokok pada sebagian orang Indonesia masih kurang.

Ini terlihat dari hasil survei mengenai perilaku merokok selama pandemi oleh Komnas Pengendalian Tembakau. Survei ini menunjukkan bahwa orang tetap merokok meski berada di dalam rumah, tempat yang seharusnya bebas dari asap rokok. Bahkan ada kecenderungan jumlah batang rokok yang dihisap meningkat.

Ketua Umum Komnas Pengendalian Tembakau, Prof Hasbullah Thabrany mengatakan, hasil survei ini sekaligus merekomendasikan kepada pemerintah agar pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang kembali diketatkan di beberapa daerah di Indonesia, utamanya DKI Jakarta, perlu melihat juga hasil survei ini dalam membuat aturan untuk menekan perilaku merokok karena merokok juga merupakan salah satu faktor risiko peningkatan infeksi dan memperparah komorbid atau penyakit penyerta pada pasien Covid-19.

“Survei ini menemukan beberapa hal yang bisa menjadi landasan peraturan oleh pemerintah dalam penerapan PSBB,” kata Hasbullah pada peluncuran hasil survei perilaku merokok tersebut, Selasa (15/9/2020).

Survei ini dilakukan terhadap 612 responden dari berbagai daerah di Indonesia selama 15 Mei sampai 15 Juni 2020 atau tiga bulan setelah pemerintah Indonesia menyatakan status darurat corona pada 29 Februari 2020. Kecenderungan perilaku merokok tetap dilakukan bahkan cenderung meningkat adalah salah satu temuan yang perlu ditindaklanjuti.

Diketahui, jumlah perokok di Indonesia saat ini sekitar 75 juta orang atau 33% dari jumlah penduduk Indonesia menurut data Riskesdas 2018. Angka ini adalah yang ketiga tertinggi di dunia. Sementara itu, ada lebih dari 75% penduduk Indonesia menjadi perokok pasif dalam kegiatan sehari-harinya di ruangan tertutup, di antaranya rumah.

Dalam survei Komnnas Pengendalian Tembakau ditemukan bahwa kelompok masyarakat berpendidikan lebih tinggi dan bekerja di sektor formal cenderung lebih perhatian dalam menerapkan rumah bebas asap rokok. Meskipun sebagian besar atau 61,4% responden percaya bahwa perokok lebih rentan terkena Covid-19, namun masih ada yang tidak percaya, yaitu mereka yang masih menjadi perokok aktif.

Dari sisi belanja rokok, dengan melihat jumlah biaya beli rokok mayoritas atau 49,8% responden yang merokok mengaku memiliki pengeluaran tetap untuk membeli rokok selama masa pandemi, bahkan meningkat 13,1%. Jumlah tersebut mayoritas (77,14%) berasal dari responden dengan penghasilan kurang dari Rp 5 juta, 9,8% berpenghasilan di bawah Rp 2 juta, dan 17,8% berpenghasilan Rp 2 sampai Rp5 juta.

Sementara dari jumlah batang yang dikonsumsi, mayoritas responden yang merokok atau 50,2% mengaku tetap. Bahkan sebanyak 15,2% dari mereka konsumsinya meningkat selama pandemi. Mayoritas dari mereka berpenghasilan di bawah Rp 5 juta.

Untuk melengkapi survei ini, responden juga menjawab pertanyaan mengenai peringatan kesehatan bergambar atau pictoral health warning (PHW). Ditemukan hasil bahwa 9,5% responden mengakui PHW membuat mereka berhenti merokok selama pandemi berlangsung dan mayoritas responden atau 56,7% setuju jika ukuran PHW diperbesar.

Peneliti utama survei ini, Krisna Puji Rahmayanti mengatakan, temuan dari survei ini menunjukkan perlu ada intervensi terhadap perilaku merokok, terutama selama pandemi.

“Adanya pandemi ini tidak menurunkan perilaku merokok. Pemerintah perlu lebih kuat menerapkan kebijakan fiskal maupun nonfiskal agar masyarakat dapat berhenti merokok. Rumah seharusnya menjadi tempat teraman, salah satunya dari bahaya asap rokok, terutama di masa pandemi ini,” kata Krisna.

Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, dr. Agus Dwi Susanto, mengatakan, telah banyak kajian ilmiah yang membuktikan bahwa perilaku merokok membuat perokok lebih mudah terinfeksi Covid-19, dan memperparah komorbid pada pasien.

“Karena itu, penanganan Covid-19 seharusnya memperhitungkan hal ini agar penanganan lebih efektif, apalagi di negara yang jumlah perokoknya begitu besar seperti Indonesia,” kata Agus.

Dari hasil survei ini, Komnas Pengendalian Tembakau menyampaikan beberapa rekomendasi kebijakan kepada pemerintah. Kepada Kementerian Dalam Negeri untuk penerapan kawasan tanpa rekok (KTR) dan lisensi penjualan. Kepada Kementerian Kesehatan terkait PHW dan upaya berhenti merokok. Satgas Covid-19 mengenai penanganan Covid-19, serta Kementerian Keuangan sehubungan dengan belanja rokok.

Sejumlah rekomendasi tersebut, di antaranya, meningkatkan edukasi rumah ramah anak adalah rumah yang bebas asap rokok, memasukkan pengendalian konsumsi rokok dalam pedoman penanganan Covid-19 oleh seluruh satuan tugas di pusat maupun daerah, memperluas kabupaten/kota dengan kebijakan kawasan tanpa rokok disertai edukasi komprehensif tentang bahaya merokok.

Kemudian membatasi akses pembelian rokok melalui pemberlakuan lisensi penjualan produk tembakau sebagai zat adiktif, meningkatkan edukasi berhenti merokok dan menyediakan unit berhenti merokok pada level fasilitas kesehatan tingkat pertama, meningkatkan luas peringatan kesehatan bergambar dalam revisi PP109/2012 sesuai dengan peta jalan pengendalian tembakau menuju plain packaging golden standard, dan menaikkan cukai rokok untuk mendorong kenaikan harga rokok.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Dampak Covid-19 Perburuk Risiko Pengidap Hipertensi

Makan-makanan dengan menu gizi yang seimbang, olahraga teratur dan tepat merupakan cara yang bisa memperbaiki imun.

KESEHATAN | 12 September 2020

Biaya Rapid Test di 8 Bandara Angkasa Pura I Turun Jadi Rp 85.000

Rapid test masih menjadi salah satu syarat kelengkapan dokumen untuk melakukan perjalanan udara.

KESEHATAN | 15 September 2020

Kelola Stres Selama Pandemi dengan Relaksasi Diri

Banyak masyarakat yang menggunakan aroma dari minyak esensial atau essential oil sebagai salah satu pilihan relaksasi diri di tengah pandemi.

KESEHATAN | 15 September 2020

Ketua MPR Pastikan Vaksin Covid-19 Sudah Diproduksi Massal Akhir Tahun

Ketua MPR Bambang Soesatyo mendorong pemerintah segera menyiapkan skema vaksinasi massal penangkal virus Covid-19.

KESEHATAN | 15 September 2020

Selasa, Seluruh Provinsi Terdapat Warga Tertular Covid-19

Seluruhnya atau di 34 provinsi terdapat warga tertular penyakit yang disebabkan virus corona ini.

KESEHATAN | 15 September 2020

Hometown Dairy Dukung Pemenuhan Gizi 60.000 Tenaga Kesehatan

Salah satu tantangan terbesar dalam menghadapi Covid-19 adalah pemenuhan gizi terhadap tenaga kesehatan.

KESEHATAN | 15 September 2020

Update Covid-19: Tambah 3.507, Kasus Positif di Indonesia Jadi 225.030

Terdapat penambahan 3.507 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir sampai Selasa (15/9/2020) pukul 12.00 WIB. Total kasus Covid-19 di Indonesia jadi 225.030.

KESEHATAN | 15 September 2020

Jokowi Terus Ingatkan Pakai Masker Sebagai Kebiasaan Baru

Pada rapat terbatas (Senin, 14/9) kembali Presiden menegaskan agar pemakaian masker benar-benar terwujud sebagai disiplin nasional selama pandemi Covid-19.

KESEHATAN | 15 September 2020

Wakil Ketua Komisi IX: Tidak Perlu Panik Hadapi Covid-19

Fakta ini didukung sejumlah data tentang anggaran dan fasilitas kesehatan di Tanah Air yang masih mencukupi.

KESEHATAN | 15 September 2020

Peduli Keselamatan Tenaga Kesehatan, Bertha McCarthy Sumbang 1.000 APD

Pelatih vokal Bertha McCarthy menyumbang 1.000 APD ke RSD Penanganan Covid-19 Wisma Atlet.

KESEHATAN | 15 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS