Menko Luhut: 3 Bulan ke Depan Waktu yang Kritis
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

Menko Luhut: 3 Bulan ke Depan Waktu yang Kritis

Sabtu, 19 September 2020 | 08:14 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun / FMB

Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Koordinator bidang Maritim dan Investasi sekaligus Wakil Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan selama tiga bulan ke depan adalah waktu yang kritis bagi penanganan Covid-19.

Menurut Luhut, jumlah kasus aktif Covid-19 harus dapat terkendali dengan baik. Jangan sampai terjadi gelombang kedua yang akan memperparah keadaan.

“Kalau kita lewati Desember ini, maka Januari, kita mungkin akan pada posisi yang baik. Tenang saja, kita akan selesaikan ini dengan baik. Kita akan upayakan betul-betul jangan sampai ada outbreak. Itu saja tugas kita sampai vaksin ini keluar,” terang Luhut.

Semua itu bisa dikerjakan, lanjut Luhut, asal semua pihak kompak dan tidak saling menyalahkan atau merasa paling benar sendiri.

“Tapi kita semua kompak, tidak boleh salah menyalahkan, tidak boleh merasa paling benar sendiri, terus menuduh sana menuduh sini, ndak perlu,” tukas Luhut Pandjaitan.

Lalu, pihaknya juga sudah mulai menyinkronisasikan data yang tepat dan akurat antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Hari ini, ia melihat data Covid-19 di daerah dan di pusat sudah mulai sama. “Misalnya DKI dengan pemerintah pusat sudah hampir, saya melihat tidak tidak ada lagi yang berbeda. Begitu juga dengan Jawa Tengah dan Jawa Barat,” tutur Luhut Pandjaitan.

Terkait penegakan disiplin protokol kesehatan, Luhut menyampaikan Polri sudah membentuk tim pemburu Covid-19. Tim ini bertugas untuk mendorong masyarakat menggunakan masker, menjaga jarak, tidak berkerumunan dan rajin mencuci tangan.

Begitu juga dengan operasi yustisi juga terus dilakukan Polri, baik di Jakarta, Semarang, Surabaya dan Medan. Ketika memeriksa di daerah-daerah tersebut, terlihat operasi yustisi memberikan pengaruh besar dalam pengendalian Covid-19.

Sirkulasi Udara
Salah satu hal yang terlewatkan dalam pencegahan penularan virus corona di klaster perkantoran, menurut Luhut adalah sirkulasi udara. Ia baru diberitahukan oleh tim ahli epidemiologi bahwa sirkulasi udara di ruangan yang memiliki pendingin udara sangat penting. Pendingin udara di ruangan harus dibersihkan dan ruangan kerja dibuka biar terjadi pertukaran udara.

“Ahli epidemiologi mengingatkan saya soal perbaikan sirkulasi udara, salah satu yang harus diperbaiki. Itu juga perkantoran, karena AC ini sumber salah satu masalah, AC sentral, nah sekarang kantor saya, AC sudah berumur 40 tahun, makanya suruh bersihkan, saya minta kantor dibuka. Ini juga saran dari ahli-ahlinya,” ujar Luhut Pandjaitan.

Karena itu, Luhut mengimbau kepada pemerintah daerah untuk melakukan tindakan preventif dengan mengeluarkan imbauan kepada para pemilik dan pengelola gedung perkantoran untuk memperhatikan sirkulasi udara.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Tips Cegah Penyebaran Covid-19 di Keluarga

Untuk mengurangi risiko penularan di dalam keluarga, Agus mengatakan, sedapat mungkin masyarakat tinggal di rumah jika tidak ada keperluan mendesak.

KESEHATAN | 19 September 2020

1 dari 3 Warga DKI dan Jatim Merasa Kebal dari Covid-19

Sebanyak 30 persen warga DKI dan 29 persen warga Jatim merasa yakin tidak akan kena Covid-19.

KESEHATAN | 19 September 2020

Achmad Yurianto: Banyak Pegawai Kemkes Terpapar Covid-19 Saat Bertugas

Menurut Achmad Yurianto, pegawai Kemkes tersebut terinfeksi Covid-19 saat bertugas.

KESEHATAN | 18 September 2020

Dokter Reisa: Lebih dari 1.000 Klaster Covid-19 Ditemukan

Klaster adalah kelompok penularan lokal yang berkaitan dengan rantai penyebaran. Klaster dapat terjadi di rumah, tempat kerja, atau di tempat kerumunan lainnya.

KESEHATAN | 18 September 2020

Tingginya Pegawai Terpapar Covid-19, Tunjukkan Kemkes Lakukan Tugas dengan Baik

Kemkes telah melakukan protokol kesehatan di instansinya, namun begitu banyak pihak atau instansi yang harus dilayani menjadi penyebab pegawai terpapar.

KESEHATAN | 18 September 2020

Dokter Reisa: 7 dari 10 Orang Terpapar Covid-19 Telah Sehat

Reisa Broto Asmoro mengatakan angka kesembuhan pasien Covid-19 semakin baik. Pada Jumat (18/9/2020) berkisar pada angka 71 persen.

KESEHATAN | 18 September 2020

Asap Rokok Turunkan Imunitas Tubuh

Asap rokok yang dihirup dapat melemahkan daya tahan tubuh sehingga Covid-19 dapat dengan mudah menyerang tubuh seseorang.

KESEHATAN | 18 September 2020

Kasus Covid-19 Tambah 3.891, Jakarta Sumbang 1.258

Kasus harian Covid-19 di Indonesia mencapai 3.891 hari ini, Kamis (18/9/2020). DKI kembali menyumbang jumlah terbanyak yakni hingga 1.258.

KESEHATAN | 18 September 2020

Kasus Covid-19 Naik, Perhimpunan Dokter Paru Imbau Warga Beraktivitas di Rumah

Perhimpunan Dokter Paru Indonesia mengimbau agar masyarakat tetap beraktivitas, bekerja dan belajar di dalam rumah di tengah lonjakan kasus Covid-19.

KESEHATAN | 18 September 2020

Per Hari Ini, 117 Dokter Meninggal Akibat Covid-19

Jumlah kematian dokter dan tenaga kesehatan Indonesia akibat Covid-19 semakin meningkat tajam.

KESEHATAN | 18 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS