Klaster Keluarga Meningkat, Menteri PPPA Usulkan Protokol Kesehatan Keluarga
INDEX

BISNIS-27 448.452 (2.34)   |   COMPOSITE 5112.19 (31.86)   |   DBX 973.986 (8.67)   |   I-GRADE 139.714 (1.48)   |   IDX30 428.304 (2.58)   |   IDX80 113.764 (0.56)   |   IDXBUMN20 291.927 (3.17)   |   IDXG30 119.182 (0.2)   |   IDXHIDIV20 379.228 (3.03)   |   IDXQ30 124.656 (0.92)   |   IDXSMC-COM 220.2 (1.7)   |   IDXSMC-LIQ 259.388 (-0.32)   |   IDXV30 107.478 (0.14)   |   INFOBANK15 831.648 (11.11)   |   Investor33 374.125 (2.2)   |   ISSI 151.171 (0.09)   |   JII 550.867 (-0.37)   |   JII70 188.056 (-0.11)   |   KOMPAS100 1022.34 (4.05)   |   LQ45 789.815 (4.4)   |   MBX 1412.7 (8.24)   |   MNC36 280.331 (1.41)   |   PEFINDO25 282.464 (2.47)   |   SMInfra18 241.575 (1.13)   |   SRI-KEHATI 316.512 (2.46)   |  

Klaster Keluarga Meningkat, Menteri PPPA Usulkan Protokol Kesehatan Keluarga

Kamis, 24 September 2020 | 13:36 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun / FMB

Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga mengatakan klaster keluarga meningkat selama pandemi virus corona atau Covid-19. Karena itu, Kementerian PPPA juga akan melakukan koordinasi dengan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 untuk membuat protokol kesehatan keluarga.

"Pada kesempatan ini juga kami sampaikan dalam waktu segera kami Kementerian PPPA akan melaksanakan koordinasi dengan satgas untuk membuat protokol kesehatan keluarga," kata Bintang Puspayoga di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (24/9/2020).

Protokol kesehatan keluarga tersebut, lanjut Bintang, dibuat untuk mencegah infeksi Covid-19 di dalam dan di luar rumah. "Dan harapan kami protokol kesehatan keluarga ini dapat dilakukan bila anggota keluarga terinfeksi. Langkah apa yang harus dilakukan," ujar Bintang Puspayoga.

Selama protokol kesehatan keluarga belum ada, Bintang mengajak seluruh keluarga di Indonesia tetap menggunakan masker di rumah, khususnya yang memiliki kelompok rentan, seperti lanjut usia (lansia) dan anggota keluarga yang punya komorbid.

"Di bulan September, ini kita ketahui bersama kasus Covid-19 menunjukkan tren yang meningkat dalam klaster keluarga. Untuk itu beberapa arahan Bapak Presiden kepada saya dan jajaran kami di Kementerian PPPA adalah bagaimana kita mengampanyekan dan sosialisasi masif kepada para keluarga terutamanya perempuan dan anak di seluruh Tanah Air," terang Bintang Puspayoga.

Bintang mengatakan sosialisasi atau kampanye yang dilakukan adalah 3M, yakni memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Kampanye 3M ini harus dilakukan secara masif dengan melibatkan lembaga dan pemerhati perempuan, termasuk kelompok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK).

"Nah ini akan kami lakukan. Dan kami dari KemenPPPA punya wadah yang namanya Forum Anak yang tersebar di 34 provinsi, 451 kabupaten/kota, di mana mereka sebagai pelopor dan pelapor. Ini bisa kita ajak menyosialisasikan secara masif berkaitan dengan 3M ini," jelas Bintang Puspayoga.

Terkait adanya peningkatan klaster keluarga ini, Bintang mengaskan ada beberapa hal penting yang perlu menjadi perhatian masyarakat. Di antaranya, kunci disiplin mematuhi protokol kesehatan tidak hanya pada saat keluar rumah, tetapi juga pada saat di dalam rumah. Apalagi di dalam rumah ada keluarga yang masuk dalam kelompok rentan seperti balita dan lansia.

"Dan satu hal penting lagi yang kami sampaikan, kenapa klaster keluarga meningkat, tidak menutup kemungkinan terpaparnya, ketika ayah atau ibu bekerja di luar rumah. Ini hal penting yang harus diperhatikan saat masuk rumah saya sarankan bersih-bersih badan, barulah berinteraksi dengan keluarga," terang Bintang Puspayoga.

Lebih lanjut Bintang menambahkan hal yang sangat penting di tengah situasi pandemi Covid-19, masyarakat tidak bisa hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga harus melindungi sesama.

"Caranya seperti apa, kepada keluarga di seluruh Indonesia, para perempuan dan anak, kami sarankan di masa pandemi ini untuk mengurangi atau menghindari pertemuan-pertemuan kepada keluarga besar secara offline. Di situasi pandemi ini kita sudah diperkenalkan pertemuan daring atau virtual. Kalau seandainya ada hajatan. Salah satu contoh yang sederhana, seperti ulang tahun. Kami imbau, hindari secara offline, tapi bisa dilakukan secara daring," papar Bintang Puspayoga.

Menurutnya, dalam kondisi seperti ini, inovasi dan kreativitas harus dilakukan bersama-sama agar bisa menekan penyebaran virus corona.

"Bagi sahabat perempuan dan anak, saya ingin ajak semuanya mari kita bersatu dan bergandengan tangan bekerja bersama-sama. Saya yakin dengan kita bergotong royong, kekuatan perempuan bisa kita mengeluarkan kita dari situasi sulit ini dan bangkit kembali. Perempuan berdaya, anak terlindungi, Indonesia maju," tutup Bintang Puspayoga.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pandemi Covid-19 di Indonesia Belum Mencapai Puncak

Pakar epidemiologi dari Griffith University Australia, Dicky Budiman, mengatakan pandemi Covid-19 belum mencapai puncak.

KESEHATAN | 24 September 2020

Erick Thohir: Pemerintah Perkuat Upaya Penanganan Covid-19

Per Rabu (23/9/2020), pemeriksaan spesimen harian Covid-19 mencapai 38.181, melebihi standar WHO.

KESEHATAN | 24 September 2020

Synbiotech dan Lonza Luncurkan Sport Probiotic ke Pasar Global

Kemitraan Synbiotech dan Lonza akan saling memanfaatkan keunggulannya masing-masing dalam bidang penelitian ilmiah.

KESEHATAN | 24 September 2020

Data Kasus Covid-19 Tidak Sinkron, Kemkes: Lab RS Paling Malas Kirim Data ke Pusat

Padahal, data yang tidak sinkron ini akan berdampak pada ketersediaan kapasitas, seperti alat pelindung diri (APD).

KESEHATAN | 23 September 2020

Data Kasus Covid-19 Tidak Sinkron, Kemkes: Semua Tergantung Laporan Laboratorium

Yurianto mengatakan, lab di daerah kerap lupa dan malas mengirim data ke aplikasi yang akan diakses oleh pemerintah pusat.

KESEHATAN | 23 September 2020

IDI: Pelacakan Kontak Indonesia Belum Penuhi Standar WHO

Berdasarkan data terakhir pada Mei lalu, pelacakan yang dilakukan Pemprov DKI hanya menyasar 3 kontak untuk setiap 1 kasus atau pelacakan kontak 1:3.

KESEHATAN | 23 September 2020

Perokok Punya Risiko 14 Kali Lipat untuk Mati karena Covid-19

Perokok berisiko terkena Covid-19 lebih tinggi karena terjadi gangguan sistem imunitas saluran napas dan paru akibat asap rokok.

KESEHATAN | 23 September 2020

Gambar "Seram" di Bungkus Rokok Kurang Besar, Ahli: Tidak Efektif untuk Kurangi Konsumsi

Gambar seram baru efektif membuat orang berpikir dua kali untuk merokok kalau ukurannya mendominasi atau 90% dari bungkus rokok.

KESEHATAN | 23 September 2020

Kasus Harian Covid-19 Pecah Rekor Lagi, Ini Sebarannya

Kasus harian Covid-19 di Indonesia kembali menorehkan rekor yakni 4.465. Dari jumlah tersebut, DKI Jakarta masih menjadi penyumbang terbanyak yaitu 1.133.

KESEHATAN | 23 September 2020

Penggunaan Tabir Surya di Indonesia Hanya 2 Persen

Tabir surya atau sunscreen berfungsi melindungi kulit dari efek negatif paparan matahari.

KESEHATAN | 23 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS