Klaster Unjuk Rasa Sulit Dilacak
INDEX

BISNIS-27 447.922 (0.22)   |   COMPOSITE 5096.45 (-4.63)   |   DBX 966.383 (0.26)   |   I-GRADE 139.404 (0.54)   |   IDX30 427.333 (0.82)   |   IDX80 113.424 (-0.07)   |   IDXBUMN20 292.954 (-1.76)   |   IDXG30 119.109 (0.49)   |   IDXHIDIV20 379.033 (0.39)   |   IDXQ30 124.381 (0.25)   |   IDXSMC-COM 220.154 (-1.19)   |   IDXSMC-LIQ 258.539 (-0.54)   |   IDXV30 108.161 (-0.91)   |   INFOBANK15 830.634 (2.07)   |   Investor33 372.738 (0.67)   |   ISSI 150.924 (0.03)   |   JII 548.46 (1.53)   |   JII70 187.38 (0.16)   |   KOMPAS100 1019.47 (0.03)   |   LQ45 787.196 (1.37)   |   MBX 1409.36 (-1.53)   |   MNC36 279.413 (0.25)   |   PEFINDO25 280.307 (-3.18)   |   SMInfra18 241.86 (0.29)   |   SRI-KEHATI 315.824 (0.31)   |  

Klaster Unjuk Rasa Sulit Dilacak

Minggu, 18 Oktober 2020 | 16:22 WIB
Oleh : Fuska Sani Evani / FMB

Yogyakarta, Beritasatu.com - Ahli pola penyebaran penyakit (epidemiologi) Universitas Gadjah Mada (UGM) dr Riris Andono Ahmad menyatakan, kerumunan massa dalam jumlah besar seperti aksi unjuk rasa, selalu berisiko besar dalam penularan virus corona. Selain memang sulit menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan penularan virus, dalam kerumunan itu pun akan memunculkan masalah perunutan riwayat penularan.

"Bagaimana mau tracing kalau kita tidak kenal orang di sekitar kita, kalau di pasar masih mungkin mengingat orang yang kontak tetapi kalau di kerumunan sulit mengingat," kata Riris Andono baru-baru ini.

Bahkan jika peserta unjuk rasa berjanji untuk patuh para prokes, tidak ada jaminan tetap akan memakai masker dan jaga jarak selama melangsungkan aksi.

Riris juga mencontohkan, pada saat Lebaran yang lalu, aktivitas kumpul-kumpul pun sudah berkurang drastis, namun jumlah kasus positif Covid-19 pasca-Lebaran pun meningkat. “Bagaimanapun, proses interaksi selama aksi tetap berbahaya, terlebih lagi banyak pengidap Covid yang tanpa gejala, khususnya anak muda,” ujarnya.

Begitu juga dengan proses pelacakan kontak erat, menjadi tidak mudah karena dalam kerumunan aksi, tidak semua saling kenal. D-19.

"Tidak jaminan kalau peserta aksi tidak kontak dengan pembawa virus dan terkontaminasi selama aktivitas,” tegasnya.

Riris pun menyatakan, semestinya kegiatan yang memicu kerumunan besar tidak dilakukan, bahkan itu aksi demi, karena justru akan menambah beban baik pemerintah maupun masyarakatnya.

“Siapa yang bisa memastikan, droplet orang dekatan tidak menempel,” terangnya.

Karena itu, sebaiknya para peserta aksi secara sadar melaporkan diri dan memeriksakan diri, sebelum terjadi masalah yang lebih besar atau menulari anggota keluarga yang ditemui usai aksi.

"Sudah jelas kan, semua orang sekarang sudah tahu bahwa berkumpul, berkerumun itu akan menimbulkan klaster. Kalau saya perhatikan, peserta aksi memang tidak peduli dengan pencegahan penularan,” ucapnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Ini Sebaran 4.105 Kasus Covid-19 pada 18 Oktober

Dari total kasus baru Covid-19 sebanya 4.105, DKI Jakarta masih menjadi yang terbanyak dengan laporan tambahan kasus baru sebanyak 971.

KESEHATAN | 18 Oktober 2020

Update Covid-19: Tambah 4.105, Kasus Positif di Indonesia Jadi 361.867

Sedangkan kasus sembuh bertambah 3.732 sehingga total menjadi 285.324 dan kasus meninggal bertambah 80 menjadi 12.511.

KESEHATAN | 18 Oktober 2020

Seluruh Relawan Rampung Dapat Suntikan Pertama Vaksin Covid-19

Pengadaan vaksin Covid-19 untuk Indonesia, telah ditetapkan oleh pemerintah, yaitu 170 juta jiwa atau sekitar 60 persen dari total jumlah penduduk.

KESEHATAN | 18 Oktober 2020

Kalbe Donasi 1.000 Knockers untuk Penyintas Kanker Payudara

Kanker payudara menjadi salah satu masalah kesehatan dunia yang menyebabkan kematian paling tinggi bagi kalangan wanita.

KESEHATAN | 17 Oktober 2020

Story Telling, Cara Terbaik Bangun Kebersamaan Ibu dan Anak

Mendongeng atau story telling merupakan salah satu cara terbaik untuk mengajarkan banyak hal pada anak dengan cara yang efektif.

KESEHATAN | 17 Oktober 2020

Pengendalian Penyakit Tidak Menular Dinilai Mendesak

Pakar multidisiplin dari 6 negara ASEAN merekomendasikan tindakan mendesak dan efektif untuk optimalisasi pengendalian penyakit tidak menular (PTM).

KESEHATAN | 17 Oktober 2020

Penerapan Green Zone Lindungi Ibu Hamil di Masa Pandemi 



Mengunjungi rumah sakit di masa pandemi menjadi kekhawatiran tersendiri bagi kalangan ibu hamil.

KESEHATAN | 17 Oktober 2020

NCD Academy Bantu Optimalkan Kemampuan Tenaga Kesehatan

NCD Academy merupakan platform berbasis web interaktif yang dirancang untuk menyediakan edukasi bagi para profesional di bidang kesehatan.

KESEHATAN | 17 Oktober 2020

Tambah 974, Kasus Covid-19 di DKI Jakarta Masih Tertinggi Nasional

Ada tiga provinsi yakni Kepulauan Riau, Maluku Utara dan Gorontalo yang melaporkan tidak adanya penambahan kasus Covid-19.

KESEHATAN | 17 Oktober 2020

Update Covid-19: Tambah 4.301, Kasus Positif di Indonesia Jadi 357.762

Menurut data Kementerian Kesehatan, jumlah tersebut didapat dari pemeriksaan spesimen sebanyak 43.305.

KESEHATAN | 17 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS