Bongkar Sindikat Pengemis Anak, Polisi Temukan Balita Diberi Obat Penenang
INDEX

BISNIS-27 509.396 (-2.72)   |   COMPOSITE 5822.94 (-12.46)   |   DBX 1088.19 (9.8)   |   I-GRADE 169.852 (-1.35)   |   IDX30 498.88 (-2.76)   |   IDX80 132.065 (-0.41)   |   IDXBUMN20 376.263 (-3.13)   |   IDXG30 135.508 (-0.99)   |   IDXHIDIV20 449.517 (-1.84)   |   IDXQ30 145.713 (-1.14)   |   IDXSMC-COM 252.052 (0.88)   |   IDXSMC-LIQ 309.347 (0.24)   |   IDXV30 130.911 (1.46)   |   INFOBANK15 993.498 (-9.24)   |   Investor33 428.541 (-2.51)   |   ISSI 170.173 (-0.26)   |   JII 616.286 (-0.48)   |   JII70 212.951 (-0.33)   |   KOMPAS100 1185.6 (-4.97)   |   LQ45 921.176 (-4.93)   |   MBX 1613.76 (-6.11)   |   MNC36 320.851 (-1.83)   |   PEFINDO25 318.369 (-4.14)   |   SMInfra18 296.861 (-1.08)   |   SRI-KEHATI 366.856 (-2.5)   |  

Bongkar Sindikat Pengemis Anak, Polisi Temukan Balita Diberi Obat Penenang

Sabtu, 26 Maret 2016 | 11:35 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / FMB

Jakarta - Polres Metro Jakarta Selatan, bakal terus menelusuri jaringan terkait kasus eksploitasi anak atau tindak perdagangan orang. Sejauh ini sudah ada empat orang ditetapkan sebagai tersangka.

Modus para pelaku mempekerjakan anak-anak di bawah umur menjadi pengemis, bahkan ada anak yang masih balita diberi obat penenang agar terlihat lemas sehingga orang merasa iba.

"Ya, kami akan terus mengembangkan kasus tersebut. Membongkar jaringan dan mencari siapa pelaku lainnya," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Mohammad Iqbal, Sabtu (26/3).

Sebelumnya diketahui, aparat Polres Metro Jakarta Selatan, telah menetapkan empat orang menjadi tersangka terkait kasus itu. Awalnya polisi menetapkan dua orang tersangka Kamis (24/3), kemudian dua orang kembali ditetapkan sebagai tersangka Jumat (25/3) kemarin.

"Inisial mereka IR, MR, ER, SM," ungkap Kapolres Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Polisi Wahyu Hadiningrat.

Menurut Wahyu, usai melakukan pendataan dan pemeriksaan terhadap 17 anak dan delapan orang dewasa yang diamankan, Kamis (24/3) sore, polisi mendapatkan fakta bahwa satu korban bayi berusia enam bulan ternyata diberi obat penenang pada saat dibawa untuk mengemis di jalan.

Ia menambahkan, satu butir obat penenang berjenis Riknola - clonazeplam- dibagi empat. Satu butir untuk dua hari. Obat itu digunakan supaya korban tenang tertidur

"Jadi, modusnya ada beberapa. Pertama sewa-menyewa anak sehari Rp 200 ribu. Kemudian, modus lainnya lagi yaitu memberikan obat penenang supaya si anak tenang, tidak rewel saat melakukan pekerjaannya. Apabila anaknya tidak mau, ada tindakan kekerasan dari orang tua tersebut," katanya.

Sementara itu, Psikolog Forensik A. Kasandra Putranto mengatakan, obat yang dipergunakan tersangka merupakan obat penenang yang dapat menurunkan fungsi saraf dan gerak anak.

"Itu obat dosis tinggi dan tak boleh dipergunakan sembarangan. Itu hanya digunakan untuk indikasi yang memerlukan kondisi tersebut. Jika digunakan untuk anak pasti dampaknya akan besar," jelasnya.

Ia mengungkapkan, obat tersebut tidak dijual di apotek umum. Bahkan, dokter umum saja tidak bisa mengeluarkannya. "Berarti ada jaringan lain yang harus dibongkar," tandasnya.

Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Sambil Jalan Santai, Kandidat Cagub DKI Sandiaga Uno Sapa Warga Jakut

Ratusan warga tampak antusias mengikuti olah raga jalan santai tersebut

MEGAPOLITAN | 26 Maret 2016

Ahok Jamin Reklamasi Teluk Jakarta Tak Berdampak Negatif

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dengan tegas mengatakan proyek reklamasi Teluk Jakarta yang membentuk 17 pulau akan tetap dilanjutkan.

MEGAPOLITAN | 26 Maret 2016

Akhir Pekan Bogor Diprediksi Hujan Seharian

Wilayah Bogor dan sekitarnya diperkirakan berpeluang hujan dengan intensitas ringan hingga dengan intensitas sedang pada Sabtu (26/3) pagi hingga malam hari.

MEGAPOLITAN | 26 Maret 2016

Polsek Bekasi Utara Tangkap Pengedar Narkoba

Tersangka menyimpan sabu-sabu di dalam plastik klip bening seberat 0,5 gram yang dibungkus kertas tisu.

MEGAPOLITAN | 26 Maret 2016

YLKI Kritik Tarif Bus Damri Bandara Soetta

Damri dianggap hanya menaikkan tarif secara reguler. Bahkan ketika harga BBM turun, tarifnya tidak turun.

MEGAPOLITAN | 25 Maret 2016

Tunggu Putusan, Pengerjaan Sodetan Ciliwung Terhenti

“Sekarang pengerjaan sodetan sedang berhenti sementara. Kami sedang menunggu class action, mudah-mudahan bisa cepat diputuskan. Kami hargai class action."

MEGAPOLITAN | 25 Maret 2016

Empat Orang Jadi Tersangka Perdagangan Anak

"Dengan korban empat orang anak, yang paling kecil seorang bayi berumur enam bulan."

MEGAPOLITAN | 25 Maret 2016

Edarkan Uang Palsu, Tukang Sate Ditangkap

"Dari tangan pelaku, petugas mengamankan barang bukti uang palsu senilai Rp1 juta."

MEGAPOLITAN | 25 Maret 2016

Jasa Marga: Layanan Derek Jalan Tol Gratis ke Gerbang Terdekat

"Kami sarankan, catat nama dan foto wajah petugas derek itu, kemudian laporkan ke saya, akan saya tindak lanjuti."

MEGAPOLITAN | 25 Maret 2016

Diduga Memeras, Dua Polisi Bogor Ditangkap TNI

Kedua polisi ini memeras AS yang diduga belum memiliki izin klinik miliknya.

MEGAPOLITAN | 25 Maret 2016


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS