Modus Preman di Tanah Abang: Bila Tidak Dikasih, Gedor Mobil
INDEX

BISNIS-27 434.406 (-0.23)   |   COMPOSITE 4934.09 (-16.14)   |   DBX 924.804 (3.39)   |   I-GRADE 130.838 (-0.55)   |   IDX30 413.425 (-1.26)   |   IDX80 108.094 (-0.37)   |   IDXBUMN20 272.657 (-3.39)   |   IDXG30 115.379 (0.39)   |   IDXHIDIV20 370.721 (-2.24)   |   IDXQ30 120.916 (-0.16)   |   IDXSMC-COM 211.116 (-0.82)   |   IDXSMC-LIQ 236.814 (-0.83)   |   IDXV30 102.468 (-0.58)   |   INFOBANK15 776.883 (-3.28)   |   Investor33 360.093 (-0.17)   |   ISSI 144.765 (-0.24)   |   JII 523.909 (0.36)   |   JII70 177.568 (-0.12)   |   KOMPAS100 966.07 (-3.19)   |   LQ45 756.376 (-2.2)   |   MBX 1366.8 (-5.86)   |   MNC36 270.277 (-1.09)   |   PEFINDO25 258.891 (-1.93)   |   SMInfra18 233.321 (-1.32)   |   SRI-KEHATI 303.606 (-0.74)   |  

Modus Preman di Tanah Abang: Bila Tidak Dikasih, Gedor Mobil

Jumat, 6 September 2019 | 15:14 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Polisi mengamankan 10 orang, empat diantaranya telah ditetapkan sebagai tersangka terkait aksi pemalakan terhadap pengemudi mobil, di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Modus mereka membantu lalu lintas dengan meminta imbalan uang, apabila tidak dikasih mobil digedor.

"Ketika bubaran pedagang Tasik (Pasar Tasik di Tanah Abang) mereka sengaja menyetop dan modusnya membantu lalu lintas dengan minta imbalan. Ketika dikasih Rp 500 mereka minta lebih, mereka minta Rp 2.000. Ada pemerasan. Kalau tidak dikasih gedor mobil dan minta paksa," ujar Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Lukman Cahyono, Jumat (6/9/2019).

Dikatakan Lukman, para pelaku tidak ada yang mengkoordinir. Mereka kebanyakan tunawisma atau tidak bekerja alias pengangguran.

"Mereka andalkan uang makan dari situ juga, mendapat Rp 50.000 hingga Rp 100.000 per hari. Kebanyakan orang sana atau orang yang dulu tinggal di sana, tetapi mereka tahu kebiasan pedagangnya. Rata-rata sopir bisa keluar Rp 20.000," ungkap Lukman.

Lukman menyampaikan, para pelaku tidak membawa senjata tajam atau senjata api ketika melakukan aksinya memalak sopir.

"Mereka tidak terorganisir, tetapi mereka ramai-ramai dan spontanitas saling kenal. Mereka tidak bawa sajam dan senpi, sifatnya pak ogah atau juru parkir liar ketika putar balik, dan lain-lain. Mereka lebih ke preman yang sifatnya kecil-kecilan," katanya.

Menurut Lukman, polisi sudah sering menangkapi para preman itu, di Tanah Abang. Ketika ada polisi mereka menghilang, namun ketika tidak ada polisi mereka kembali lagi.

"Ini sudah sering kali ditangkap dengan modus sama, mereka kucing-kucingan. Kami terima video viral langsung perintahkan anggota cek ke lokasi, masih ada beberapa orang yang terekam langsung diamankan. 10 orang dibawa, empat orang cukup bukti untuk penyidikan. Dikenakan Pasal 368 KUHP, ancamannya di atas 5 tahun penjara," tandasnya.

Sebelumnya diketahui, sebuah rekaman video berdurasi satu menit lewat satu detik, yang menggambarkan sekelompok pemuda yang memaksa meminta uang kepada pengemudi kendaraan, di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, viral di media sosial.

Beberapa pelaku, terlihat sengaja berdiri di depan mobil sehingga mobil terhalang, dan pelaku lainnya meminta uang dengan paksa melalui kaca pintu depan sebelah kanan kepada pengemudi.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Viral Pemalakan Mobil di Tanah Abang, 4 Preman Dibekuk

Polisi menangkap empat orang dan telah ditetapkan sebagai tersangka.

MEGAPOLITAN | 6 September 2019

Truk Tangki Terguling, Tol Jakarta-Cikampek Padat

Lamanya penanganan, kata dia, karena membutuhkan dua unit crane sekaligus untuk mengevakuasi tangki tersebut serta posisi tangki yang berada di bawah JPO.

MEGAPOLITAN | 6 September 2019

Perbaikan Jalur Busway Diperkirakan Selesai 1,5 Bulan

Perbaikan jalur busway menggunakan beton cepat keras.

MEGAPOLITAN | 6 September 2019

DKI Anggarkan Rp 90 Miliar untuk Perbaiki Jalur Busway

PT Pendawa Lestari dan PT Solusi Bangun Indonesia Tbk akan mengerjakan empat koridor.

MEGAPOLITAN | 6 September 2019

Pengusaha Elpiji: Penerapan Gage Berpotensi Akibatkan Kelangkaan Gas

Pengusaha elpiji meminta surat dispensasi bagi truk elpiji.

MEGAPOLITAN | 6 September 2019

Ombudsman DKI: Anies Bisa Dipidana Jika Sediakan Trotoar untuk PKL

"Tidak elok kalau gubernur dipidanakan memakai UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) gara-gara memperbolehlan PKL jualan di trotoar," kata Teguh.

MEGAPOLITAN | 6 September 2019

Palyja Fokus Tingkatkan Pelayanan Pelanggan

Palyja fokus pada empat kriteria, yakni interaksi dengan pelanggan, kualitas air, kuantitas air, dan kontinuitas.

MEGAPOLITAN | 4 September 2019

Debu Batu Bara di Marunda, Polusi Harus Jadi Perhatian Khusus

Secara umum tingkat polusi di DKI memang sudah cukup parah.

MEGAPOLITAN | 4 September 2019

UNHCR Upayakan Bantu Kebutuhan Darurat Pengungsi

Pengungsi telah melalui perjalanan yang sangat berat dan sulit.

MEGAPOLITAN | 5 September 2019

Lapas Perempuan Kelas II A Tangerang Lakukan Digitalisasi Transaksi Keuangan

Peredaran uang tunai di dalam Lapas memiliki resiko yang besar terhadap maraknya peredaran narkotika dan barang terlarang lainnya bagi warga binaan.

MEGAPOLITAN | 5 September 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS