Jalan Sabang Bisa Seperti Malioboro
INDEX

BISNIS-27 503.107 (8.47)   |   COMPOSITE 5679.25 (80.67)   |   DBX 1039.52 (14.71)   |   I-GRADE 166.189 (3.47)   |   IDX30 492.322 (9.09)   |   IDX80 129.082 (2.66)   |   IDXBUMN20 363.759 (7.86)   |   IDXG30 133.243 (2.59)   |   IDXHIDIV20 440.08 (10.13)   |   IDXQ30 143.762 (2.86)   |   IDXSMC-COM 242.127 (2.51)   |   IDXSMC-LIQ 293.644 (5.57)   |   IDXV30 123.61 (3.35)   |   INFOBANK15 979.67 (10.23)   |   Investor33 423.592 (6.88)   |   ISSI 165.745 (2.98)   |   JII 604.859 (14.26)   |   JII70 207.745 (4.44)   |   KOMPAS100 1155.02 (20.8)   |   LQ45 903.46 (17.32)   |   MBX 1578.72 (22.44)   |   MNC36 316.411 (5.51)   |   PEFINDO25 310.113 (3.58)   |   SMInfra18 286.549 (5.46)   |   SRI-KEHATI 362.507 (5.51)   |  

Jalan Sabang Bisa Seperti Malioboro

Kamis, 16 Januari 2020 | 10:13 WIB
Oleh : Erwin C Sihombing / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Penolakan pengusaha di Jalan Sabang diharapkan tidak berlarut-larut, dan pihak Pemprov DKI bisa menemukan solusi untuk merevitalisasi kawasan tersebut menjadi kawasan wisata kuliner. Jika ditata dengan baik, Jalan Sabang bisa seperti Malioboro yang ramai dikunjungi pelancong dari dalam maupun luar negeri.

Pengamat perkotaan Yayat Supriatna menyebut, revitalisasi Jalan Sabang seharusnya tidak ditunda tetapi dilakukan sambil terus berdialog dengan warga atau pengusaha di Jalan Sabang. Baik pemerintah maupun pengusaha harus menyepakati jalan tengah agar revitalisasi bisa dilakukan dan semua pihak mendapat keuntungan.

"Sebaiknya tidak ditunda tetapi dilakukan sambil jalan. Pemerintah harus bisa berinovasi, tetapi jangan mematikan usaha mereka karena gagasan yang secara estetika sebenarnya cukup menarik," kata Yayat, di Jakarta, Kamis (16/1/2020).

Yayat mengakui tidak ada regulasi khusus yang mensyaratkan trotoar di suatu wilayah harus dilebarkan sebagai bagian dari revitalisasi. Namun dia menyebut untuk melebarkan trotoar sudah ada pedoman teknisnya.

"Misalnya apakah wilayah tersebut merupakan zona ekonomi yang orang biasa datang dan parkir di sana, tersedia ruang parkir yang memadai. Jalan Sabang saya rasa tidak memiliki lahan parkir yang memadai," ujar dia.

Sebagai solusi, lanjut Yayat, Pemprov DKI bisa melebarkan pedestrian di Jalan Sabang namun membatasi jumlah kendaraan umum yang melintas di lokasi tersebut. Bila perlu DKI menyiapkan bus khusus gratis yang bisa melintasi kawasan tersebut.

Selain itu, DKI harus menyediakan lahan parkir khusus agar masyarakat yang mau menghabiskan waktu di Jalan Sabang bisa memarkir kendaraan dan terfasilitasi dengan moda bus gratis untuk menuju lokasi. Konsepnya serupa dengan Jalan Malioboro, Yogyakarta.

"Malioboro membatasi kendaraan tetapi tetap ramai dikunjungi orang," kata Yayat.

Pengusaha diharapkan tidak alergi dengan pedagang kaki lima (PKL) namun pemerintah harus membatasi PKL yang diperkenankan berdagang. Di Malioboro, PKL dengan pengusaha bisa bersinergi bahkan produk yang dijual PKL dari pengusaha juga.

Sebanyak 50 pengusaha yang tergabung dalam Paguyuban Pengusaha Jalan Sabang (PPS) menolak revitalisasi Jalan Sabang sehingga Pemprov DKI menonda pelebaran trotoar di lokasi tersebut. Menurut pengusaha pelebaran trotoar tidak urgen dan adanya pengkhususan untuk PKL bisa mematikan usaha mereka.

Sikap para pengusaha tersebut ditunjukan sewaktu beraudiensi dengan DPRD DKI serta jajaran Wali Kota Jakpus, Rabu (15/1). Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Zita Anjani mengaku memahami keluhan para pengusaha yang tidak sedikit dari mereka sudah berdagang di lokasi sejak era 1950.

Menurut Zita, anggaran pelebaran trotoar sebesar Rp 1 triliun yang telah disetujui DPRD DKI harus digunakan secara bijak. Dia menilai trotoar di kawasan Jalan Sabang maupun Jalan Jaksa tidak layak dilebarkan mengingat kondisinya sudah sempit.

Dia menilai diperlukan adanya kajian mendalam terlebih dulu dari Pemprov DKI sebelum memutuskan melebarkan trotoar di lokasi-lokasi yang dimaksud. "Kalau trotoar diperlebar, ya mati usahanya, lalu lintasnya juga semakin padat," kata dia.

Wakil Wali Kota Jakpus, Irwandi, meminta para pengusaha untuk tidak khawatir akan rencana revitalisasi trotoar di Jalan Sabang sebab pihaknya masih melakukan kajian. Keluhan para pengusaha bakal ditampung oleh pemerintah dan pihaknya berjanji revitalisasi tidak berdampak pada matinya usaha mereka.

"Ini masih berupa kajian dan bisa diubah sesuai aspirasi masyarakat dan pengusaha. Nah, aspirasi yang saat ini disampaikan ini menjadi bahan masukkan untuk kita," kata Irwandi.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pelaku Begal di Mambo, Koja Dihadiahi Timah Panas

Firman Ariyanto, pelaku begal di Mambo, Koja terpaksa dihadiahi timah panas karena melawan ketika ditangkap.

MEGAPOLITAN | 16 Januari 2020

Polda Metro: Eks Kasat Reskrim Polres Jaksel Tidak Terbukti Memeras

Budianto memberikan klarifikasi, kalau pemerasan atau suap itu bukan dilakukan anggota polisi melainkan makelar kasus (markus) berinisial A.

MEGAPOLITAN | 16 Januari 2020

Bebaskan Korban Penculikan, Polisi Tangkap 3 Orang

Penyekapan dan penculikan ini berkaitan dengan masalah keuangan.

MEGAPOLITAN | 15 Januari 2020

Bima Arya: Soal Banjir, Kerja Sama Antarwilayah Kurang Maksimal

Bima Arya: Soal Banjir, Kerja Sama Antarwilayah Kurang Maksimal

MEGAPOLITAN | 15 Januari 2020

Jadi Korban Jambret, Perempuan di Bogor Tewas Tergeletak di Pinggir Jalan

Warga Villa Bogor Indah 3 Blok BC 1 nomor 79 Kota Bogor itu tewas setelah menjadi korban pencurian dengan kekerasan (Curas).

MEGAPOLITAN | 15 Januari 2020

Pengusaha Berkukuh Tolak Revitalisasi Jalan Sabang

Kawasan Jalan Sabang diproyeksikan sebagai pusat kuliner.

MEGAPOLITAN | 15 Januari 2020

BBWS Ciliwung Cisadane Siapkan 6 Strategi Pengendalian Banjir

Hingga saat ini, progres pembangunan sodetan Ciliwung masih 54 persen.

MEGAPOLITAN | 15 Januari 2020

35 Jalan Rusak Akibat Genangan dan Banjir di Jakarta

Anggota polisi ditempatkan di titik-titik jalan berlubang yang dinilai rawan kecelakaan.

MEGAPOLITAN | 15 Januari 2020

1.520 Hektare Sawah di Kabupaten Bogor Terdampak Bencana

Kerusakan paling parah terjadi di Kecamatan Cigudeg.

MEGAPOLITAN | 15 Januari 2020

Kawasan Sabang Disiapkan sebagai Tempat Nongkrong Milenial

Pemprov DKI akan menghidupkan kembali kawasan Sabang sebagai tempat nongkrong bergaya milenial.

MEGAPOLITAN | 15 Januari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS