Polisi Susun Berkas Kasus Anak Tusuk Ibu di Tomang
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Polisi Susun Berkas Kasus Anak Tusuk Ibu di Tomang

Jumat, 14 Februari 2020 | 10:49 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Polisi tengah menyusun berkas kasus anak berinisial CCS (18) yang menusuk ibu kandungnya TS (47) menggunakan gunting, di kediamannya Jalan Rawa Kepa 6 Nomor 746 RW 15 Kelurahan Tomang, Tanjung Duren, Jakarta Barat. Polisi masih mendalami apa motifnya.

"Kasus masih kita lanjutkan terus, nanti yang memutuskan si anak ini bersalah atau tidak biar pengadilan. Walaupun dia misalnya dianggap tidak sehat kejiwaannya, tapi tetap kita jalan terus kasusnya biar nanti pengadilan yang memutuskan," ujar Kepala Unit Reskrim Polsek Tanjung Duren AKP Mubarak kepada Beritasatu.com, Jumat (14/2/2020).

Dikatakan Mubarak, penyidik sedang menyusun berkas perkara kasus penganiayaan itu. Sejauh ini, sudah lebih dari lima orang saksi yang dimintai keterangan.

"Berkas jalan terus. Kita sudah periksa saksi, sudah lebih dari lima. Tetangga sama pihak sekuriti yang melihat," ungkapnya.

Mubarak menyampaikan, penyidik masih menunggu hasil dari Rumah Sakit Jiwa Soeharto Heerdjan Grogol, terkait kondisi kejiwaan tersangka CCS.

"Belum keluar hasilnya, dua minggu. Rumah sakit minta 14 hari. Sekarang masih dilakukan pemeriksaan intensif terhadap anak. Anak ini harus dikasih obat penenang supaya tidak menjerit, teriak-teriak dan berontak. Ibunya sendiri masih belum sadar, masih dirawat di rumah sakit," katanya.

Menurut Mubarak, penyidik belum bisa memastikan apa motif atau latar belakang kasus penusukan ini.

"Motifnya ini kita belum bisa pastikan karena si anak ini belum bisa diajak komunikasi, sementara si ibu juga belum sadar. Setelah ada hasil komunikasi dari pihak rumah sakit baik rumah sakit tempat korban, atau tersangka sudah bisa diajak komunikasi nanti kita kasih tahu perkembangan selanjutnya," jelasnya.

Ihwal ada kabar motifnya karena tersangka keranjingan game online, Mubarak menuturkan, hal itu baru berdasarkan keterangan saksi. Termasuk, soal ibunya diduga melarang tersangka pacaran. Namun, belum dipastikan apakah kedua hal itu yang menjadi latar belakang tersangka marah dan menusuk ibunya.

"Betul dari keluarga korban, keseharian si anak ini suka main game online di tablet. Tabletnya sudah kita sita juga. Untuk menyatakan game kekeraaan atau tidak, kita tunggu hasil lab dulu, sedang diperiksa tabnya. Itu (soal larangan pancaran) juga merupakan kesaksian dari beberapa saksi. Jadi tiga hari sebelumnya, anak ini minta dinikahkan atau pacaran tidak disetujui, marah," katanya.

"Tapi untuk pastinya nanti ya, setelah hasilnya (kejiwaan) keluar dari rumah sakit. Mudah-mudahan ibunya juga sadar bisa kita ajak komunikasi, mungkin bisa membantu juga memberikan keterangan," tandasnya.

Sebelumnya diketahui, seorang pemuda berinisial CCS, nekat menusuk ibunya TS menggunakan gunting lantaran diduga depresi, di kediamannya Jalan Rawa Kepa 6 Nomor 746 RW 15 Kelurahan Tomang, Tanjung Duren, Jakarta Barat, Sabtu (8/2/2020) lalu. Akibatnya, korban mengalami luka di bagian kepala, perut dan tangan. Hingga saat ini, korban masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Tarakan, Jakarta.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Mafia Tanah Rugikan Korban Rp 85 Miliar

Mereka menggadaikan sertifikat aslinya kepada orang lain sebesar Rp 11 miliar.

MEGAPOLITAN | 12 Februari 2020

Peringati HUT ke-27, Tangerang Gelar Great Sale

Tangerang Great Sale digelar selama 4 hari mulai 13 - 16 Februari 2020.

MEGAPOLITAN | 14 Februari 2020

Satpol PP Bakal Tertibkan Pengamen Ondel-ondel

Ondel-ondel merupakan salah satu dari 8 ikon budaya Betawi yang ditetapkan oleh Pemprov DKI.

MEGAPOLITAN | 14 Februari 2020

Maret 2020, Pengaspalan Monas untuk Formula E

Dalam pengerjaan lintasan tersebut, Jakpro selalu melibatkan FEO untuk mengukur kualitas lintasan Formula E.

MEGAPOLITAN | 13 Februari 2020

Rekomendasi Cagar Budaya Diduga Dimanipulasi, Ketua DPRD DKI Ngadu ke Setneg

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan disebut melakukan pembohongan publik.

MEGAPOLITAN | 13 Februari 2020

Ondel-ondel Jadi Sarana Ngamen, Kadisbud: Menyakitkan bagi Etnis Betawi

Pemprov dan DPRD sepakat melakukan pembinaan, dan memberikan fasilitas bagi para seniman dan sanggar kesenian ondel-ondel.

MEGAPOLITAN | 13 Februari 2020

KAI Beberkan Alasan Pergantian Wesel di Gambir dan Jakarta Kota

Penggantian wesel di Stasiun Gambir dan Jakarta Kota untuk menjamin keselamatan dan keamanan perjalanan KA.

MEGAPOLITAN | 13 Februari 2020

Anies Kerahkan Seluruh Sumber Daya Demi Suksesnya Formula E

"Seluruh target waktu tetap dan harus bekerja dengan cepat waktunya relatif terbatas dan kita akan kerahkan semua sumber daya," ujar Anies.

MEGAPOLITAN | 13 Februari 2020

Polisi Pastikan Tahan Lucinta Luna di Sel Perempuan

Keluarga dan pengacara menunjukan surat putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, perihal permohonan ganti kelamin dari laki-laki menjadi perempuan.

MEGAPOLITAN | 13 Februari 2020

Minta Maaf, Lucinta Luna: Saya Melakukan Kesalahan Fatal

Lucinta Luna minta maaf karena telah melakukan kesalahan fatal, yakni menggunakan obat psikotropika.

MEGAPOLITAN | 13 Februari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS