Pelaku Usaha Angkutan Umum DKI Masih Bingung dengan New Normal
INDEX

BISNIS-27 510.175 (-19.05)   |   COMPOSITE 5783.33 (-170.92)   |   DBX 1064.04 (-1.68)   |   I-GRADE 168.858 (-6.97)   |   IDX30 499.932 (-21.14)   |   IDX80 131.904 (-5.19)   |   IDXBUMN20 373.781 (-18.36)   |   IDXG30 136.463 (-5.44)   |   IDXHIDIV20 450.262 (-18.14)   |   IDXQ30 146.101 (-6.28)   |   IDXSMC-COM 248.411 (-4.72)   |   IDXSMC-LIQ 303.864 (-9.61)   |   IDXV30 127.988 (-5.5)   |   INFOBANK15 983.467 (-36.67)   |   Investor33 429.105 (-16.64)   |   ISSI 169.797 (-4.69)   |   JII 620.069 (-22.27)   |   JII70 213.196 (-7.01)   |   KOMPAS100 1177.3 (-42.41)   |   LQ45 920.112 (-37.05)   |   MBX 1606.46 (-54)   |   MNC36 321.125 (-12.61)   |   PEFINDO25 316.867 (-8.64)   |   SMInfra18 295.49 (-13.73)   |   SRI-KEHATI 366.206 (-13.72)   |  

Pelaku Usaha Angkutan Umum DKI Masih Bingung dengan New Normal

Senin, 1 Juni 2020 | 18:12 WIB
Oleh : Hotman Siregar / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Organda DKI Jakarta Shafruhan Sinungan mengaku bingung terkait dengan rencana penerapan new normal. New normal sulit dipahami masyarakat sehingga pemerintah harus menjabarkannya secara jelas. Oleh karena itu, Shafruhan berharap pemerintah jangan membuat istilah yang membuat masyarakat bawah bingung.

"Apa itu new normal? Dengan kondisi yang sekarang orang tetap melakukan kegiatan tetapi dibatasi, mal dibuka tetapi jarak dibatasi. Soal pakai maskernya oke tetapi apakah orang pakai masker sudah cukup menjamin dan tidak terjadi penularan? Kita juga tidak tahu," ujar Shafruhan Sinungan di Jakarta, Senin (1/6/2020).

Masyarakat bisa kembali berpergian di era new normal. Di sektor angkutan umum jumlahnya dibatasi yakni jaraknya minimal 1 meter. Dia menyontohkan, bila kapasitas mikrolet 10 orang dan duduknya berhadap-hadapan, maka isinya tidak lebih dari 3 orang dan itu merugikan bagi pengusaha mikrolet, terutama yang non-Jaklingko.

"Bagaimana aturan jaga jarak 1 meter bisa diterapkan?" katanya.

"Lalu seandainya ada masyarakat yang mau naik angkutan umum tetapi tidak pakai masker, siapa yang bisa menindak?" kata dia. "Sopir bisa saja menegur, tetapi bagaimana kalau penumpangnya tidak suka ditegur? Ini kan program sosial jadi berkaitan dengan komunikasi kita dengan masyarakat," tuturnya.

Menurutnya, pemerintah perlu menyosialisasikan new normal dengan bahasa yang sangat sederhana supaya gampang dipahami masyarakatnya.

"Kalau saya sih punya saran kalau kita bisa mengerti apa itu new normal, apakah secara umum sudah mengerti? Kan belum tentu. Kita tidak bisa salah (menjelaskan new normal) karena pemerintah memakai bahasa atau istilah asing yang mengadopsi programnya negara lain," tambahnya.

Kondisi pengusaha angkutan di Jakarta saat ini sudah sangat memprihatinkan. Banyak pengusaha mempertanyakan masa depan angkutan umum ke depan.

"Situasi ini tidak bisa kita prediksi kemungkinan 1 bulan lagi selesai, belum tentu. Tinggal bagaimana kita ini mengatur kembali. Kita perlu bicara sama lembaga keuangan seberapa lama. Bunga kan tidak bisa kita hindari, mesti kita bayar. Bagaimana kita membayar bunga jika penghasilan tidak ada? Ini yang jadi persoalan," jelasnya.

Total jumlah angkutan umum di Jakarta yang beroperasi selama ini sekitar 62.000 unit. Jenis angkutan itu meliputi taksi, mikrolet, angkutan sewa, parwisata, angkutan lingkungan (angling), angkutan antar kota antar provinsi (AKAP) dan lainnya.

Selama wabah Covid-19 ini, dari 62.000 unit angkutan, hanya 5 persen atau 3.100 unit angkutan umum yang beroperasi di Jakarta sejak Maret 2020.

“Sejak bulan Maret (angkutan umum) sudah tidur. Kalau bus parwisata sama bus sewa sudah zero dari Februari 2020. Yang masih beroperasi sekarang ini enggak banyak yakni hanya 5 persen dari angkutan yang ada,” ujarnya.

Shafruhan menyebut, taksi di Jakarta saar ini sekitar 14.000 tinggal 5 persen yang beroperasi. Kemudian mikrolet sekitar 12.000 tinggal 5 persen yang beroperasi.

Bila melihat sampai dengan akhir Mei ini, kata Shafruhan, belum ada pergerakan armada angkutan umum. Angkutan umum yang paling terdampak adalah yang berkaitan dengan mudik.

“Saat ini program mudik dihapus, otomatis berarti semua armada angkutan dan bus sewa tidak beroperasi. 100 persen berhenti operasi,” katanya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kasus Narkoba Meningkat, Sederet Artis Terjerat

Kepolisian Daerah Polda Metro Jaya menyatakan pengungkapan kasus narkotika mengalami peningkatan pada masa pandemi Covid-19.

MEGAPOLITAN | 1 Juni 2020

PSBB Tahap Keempat di Tangerang Raya sebagai Persiapan Normal Baru

Gubernur Wahidin Halim mengakui pada PSBB sebelumnya belum memantapkan betul dalam membiasakan masyarakat dengan protokol kesehatan.

MEGAPOLITAN | 1 Juni 2020

Pemkot Depok Siap Terapkan PSKS

Untuk memudahkan pelaksanaan program PSKS, kini pada Kampung Siaga di tiap RW sudah dilengkapi dengan aplikasi yang terintegrasi dengan Pusat Informasi Covid-19

MEGAPOLITAN | 1 Juni 2020

4 Fase Penerapan New Normal di Kota Bekasi

Ada empat fase yang akan diberlakukan di Kota Bekasi memasuki kehidupan new normal agar masyarakat tetap produktif di masa pandemi Covid-19.

MEGAPOLITAN | 1 Juni 2020

Baru 10.000 dari 86.000 Warga Tangerang yang Terima BLT

Pembagian Bantuan Sosial Langsung Tunai (BLT) di Kota Tangerang dari Pemprov Banten senlai Rp 600.000 terkendala verifikasi data.

MEGAPOLITAN | 1 Juni 2020

Sepekan Pascalebaran, 422.000 Kendaraan Bergerak Menuju Jakarta

Distribusi lalu lintas menuju Jakarta masing-masing sebesar 35,2 persen dari Timur, 33,0 persen dari Barat dan 31,8 persen dari arah Selatan.

MEGAPOLITAN | 1 Juni 2020

Polisi Dalami Berapa Lama Dwi Sasono Pakai Ganja

Penyidik Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan, masih mendalami sudah berapa lama aktor Dwi Sasono alias DS mengkonsumsi narkotika.

MEGAPOLITAN | 1 Juni 2020

Dalam 24 Jam Terakhir, 600 Orang Tiba di Bandara Soekarno Hatta

Selama 24 jam terakhir ada sebanyak 611 orang dari luar negeri yang tiba di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta.

MEGAPOLITAN | 1 Juni 2020

Aktor Dwi Sasono Ajukan Permohonan Rehabilitasi

Aktor Dwi Sasono alias DS, melalui kuasa hukumnya telah mengajukan surat permohonan rehabilitasi terkait kasus penyalahgunaan narkotika jenis ganja.

MEGAPOLITAN | 1 Juni 2020

Polisi Buru Pemasok Ganja Aktor Dwi Sasono

Polisi tidak pernah memilih publik figur sebagai target operasi.

MEGAPOLITAN | 1 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS