Tempat Hiburan Malam Belum Dibuka Karena Rawan Covid-19
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Tempat Hiburan Malam Belum Dibuka Karena Rawan Covid-19

Selasa, 21 Juli 2020 | 23:11 WIB
Oleh : Yustinus Paat / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta Cucu Ahmad Kurnia mengatakan alasan mendasar tempat hiburan belum dibuka karena rawan menjadi tempat penyebaran Covid-19. Tempat usaha lain di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif sudah dibuka karena tingkat kerawanannya rendah.

"Karena risiko penyebaran Covid-19 di tempat hiburan besar," ujar Cucu saat dihubungi, Selasa (21/7/2020).

Terkait tuntutan dari para pekerja dan pengusaha hiburan malam agar tempat usahanya dibuka, Cucu mengimbau agar mereka meyakinkan gugus tugas Pemprov DKI bahwa tempat hiburan malam bisa aman dari penyebaran Covid-19. Pekerja dan pengusaha, kata dia, harus benar-benar memastikan, dengan protokol Covid-19, tempat hiburan malam tidak jadi area penyebaran Covid-19.

"Itu keputusannya di tim gugus Covid-19 Pemprov DKI nanti yang menentukan tutup atau bukanya (tempat usaha)," tandas dia.

Sebelum ada keputusan Tim Gugus Tugas Pemprov, kata dia, tempat hiburan malam belum diperkenankan dibuka. Jika dibuka, maka dipastikan melanggar ketentuan PSBB.

"Iya, (tetap ditutup)," pungkas dia.

Baca juga:DPRD DKI: Tempat Hiburan Malam Beresiko Jadi Tempat Penyebaran Covid-19

Diketahui, hari ini, para Pekerja dan pengusaha tempat hiburan malam di Jakarta melakukan unjuk rasa di Balai Kota DKI Jakarta menuntut Gubernur DKI Anies Baswedan untuk membuka tempat usaha hiburan malam. Selama 4 bulan ditutup, para karyawan dan keluarganya sudah mulai mengalami kesusahan dalam memenuhi kebutuhan hidup.

"Kami tuntut agar tempat usaha kami segera dibuka," kata Ketua Asosiasi Hiburan Jakarta (Asphija) Hana Suryani saat demo tersebut.

Hana mengatakan puluhan ribu karyawan yang bekerja di tempat hiburan malam sudah menjadi pengangguran dan mengalami kesusahan memenuhi kebutuhan keluarganya. Cerita-cerita sedih, kata dia, sudah dialami para karyawan, seperti tidak sanggup membayar sewa kontrak rumah, diusir dari kontrakan, tidak mampu membayar sekolah anak, membayar cicilan kendaraan, dan tidak dapat membeli makanan.

"Usaha hiburan juga sudah mengeluh. Pengusaha-pengusaha sudah rugi dan gulung tikar. Banyak pengusaha yang sudah tidak mampu membayar sewa gedug dan rukonya sehingga harus menutup tempat usahanya. Dan yang bertahan pun harus mengeluarkan biaya-biaya," ungkap dia.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA



TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS