Anies: Jika Pengetesan Covid-19 Bertambah, Otomatis Kasus Bertambah
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Anies: Jika Pengetesan Covid-19 Bertambah, Otomatis Kasus Bertambah

Minggu, 26 Juli 2020 | 14:46 WIB
Oleh : Yustinus Paat / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menegaskan jika pengetesan Covid-19 bertambah, maka otomatis kasusnya juga bertambah. Hal tersebut adalah hal yang wajar.

"Covid-19 itu masih ada di sekitar kita. Justru yang harus dikerjakan adalah menambah pengetesan, (maka) otomatis akan tambah kasus," ujar Anies di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (26/7/2020).

Menurut Anies, peningkatan jumlah pengetesan Covid-19 di Jakarta merupakan bentuk tanggung jawab Pemprov DKI untuk mengendalikan penyebaran Covid-19. Dengan pengetesan yang banyak, kata dia, pihaknya bisa menemukan orang yang terpapar Covid-19 untuk dirawat dan diisolasi.

"Ketika meningkatkan pengetesan, maka warga yang sudah terpapar jadi ditemukan, lalu angka positifnya tentu saja menjadi bertambah. Tapi angka positif bertambah itu dalam rangka menemukan orang yang positif supaya bisa diisolasi," jelas dia.

Pemprov DKI, kata Anies, tidak hanya bertujuan menurunkan angka yang terdapat di grafik penambahan kasus harian. Jika itu menjadi tujuan Pemprov, kata dia, maka mudah dilakukan dengan cara mengurangi jumlah pengetesan sehingga jumlah penambahan kasus juga berkurang.

"Jadi, kami tidak ingin mengurangi jumlah pengetesan hanya untuk memberikan kesan aman. Kami justru mau menambah pengetesan supaya bisa menemukan yang positif yang sedang berada di luar, yang semula tidak tahu. Karena 66 persen dari yang ditemukan positif itu adalah tanpa gejala. Nah kalau orang tanpa gejala (OTG) tidak diketahui berbahaya," jelas dia.

Lebih lanjut, Anies menuturkan rata-rata pengetesan Covid-19 yang dilakukan di Jakarta per hari sebanyak 3.000 sampai 5.000 pengetesan. Namun, jumlah pengetesan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan. Misalnya, seorang bernama "A" dinyatakan positif Covid-19, maka Pemprov akan melakukan tracing untuk mengetahui siapa saja yang beraktivitas dengan si "A" selama 2 minggu sebelumnya.

"Jadi range-nya itu sekitar 3000 sampai 5000 pengetesan per hari tergantung kebutuhan. Pekan lalu saja dalam satu minggu itu dilakukan pengetesan 37.000. Kalau 37.000 dibagi tujuh kira-kira sekitar 5.000-an pengetesan. Jadi kira-kira seperti itu. Jadi kami akan teruskan pengetesan," pungkas Anies.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA



TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS