Pelanggar Protokol Kesehatan Didenda Rp 250.000 atau Menyapu Jalan
INDEX

BISNIS-27 448.146 (0.31)   |   COMPOSITE 5091.82 (20.37)   |   DBX 966.643 (7.34)   |   I-GRADE 139.941 (-0.23)   |   IDX30 428.154 (0.15)   |   IDX80 113.358 (0.41)   |   IDXBUMN20 291.199 (0.73)   |   IDXG30 119.599 (-0.42)   |   IDXHIDIV20 379.423 (-0.2)   |   IDXQ30 124.629 (0.03)   |   IDXSMC-COM 218.961 (1.24)   |   IDXSMC-LIQ 257.997 (1.39)   |   IDXV30 107.251 (0.23)   |   INFOBANK15 832.7 (-1.05)   |   Investor33 373.408 (0.72)   |   ISSI 150.953 (0.22)   |   JII 549.986 (0.88)   |   JII70 187.543 (0.51)   |   KOMPAS100 1019.5 (2.84)   |   LQ45 788.563 (1.25)   |   MBX 1407.83 (4.87)   |   MNC36 279.661 (0.67)   |   PEFINDO25 277.129 (5.34)   |   SMInfra18 242.149 (-0.57)   |   SRI-KEHATI 316.134 (0.38)   |  

Pelanggar Protokol Kesehatan Didenda Rp 250.000 atau Menyapu Jalan

Rabu, 16 September 2020 | 16:08 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Kodam Jaya, Polda Metro Jaya, Satpol PP, Dishub, Kejaksaan, dan Pengadilan, menggelar Operasi Yustisi untuk menegakan disiplin protokol kesehatan bersamaan dengan pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), di Jakarta.

Pelanggar dikenakan sanksi yang diatur dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 79 Tahun 2020, tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019.

"Pergub Nomor 79 Tahun 2020 merupakan revisi Pergub Nomor 51 Tahun 2020. Di Pergub yang baru, setiap satu orang melakukan pelanggaran satu kali, untuk denda dia bayar Rp 250.000. Begitu dia melakukan dua kali pelanggaran akan dinaikkan 100 persen menjadi Rp 500.000, dan untuk berikutnya Rp 750.000," ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana, saat mengecek Operasi Yustisi, di Terminal Angkutan Kota Grogol, Jakarta Barat, Rabu (16/9/2020).

Dikatakan Nana, apabila pelanggar memilih sanksi sosial, maka akan dikenakan sanksi menyapu jalan. "Misalnya memilih sanksi sosial, dia akan menggunakan rompi, kemudian melakukan sanksi sosial baik itu menyapu, membersihkan, itu selama 1 jam. Ketika dia melakukan dua kali pelanggaran dia menjalankan sanksi 2 jam, berikutnya 3 jam," ungkapnya.

Nana menyampaikan, apabila pelanggar tidak mengindahkan aturan dan melawan petugas, maka bisa dikenakan sanksi pidana.

"Di samping sanksi sosial, memang ada undang-undang lain yang bisa dikaitkan dengan masalah pidana. Misalnya kerumunan, masyarakat dibubarkan mereka malah melawan, ini bisa dikenakan KUHP Pasal 212, 216, 218 atau bisa juga kita kenakan Undang-undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular dan ada Undang-undang Nomor 6 Tahun 2008 tentang Kekarantinaan Kesehatan. Ya (bisa kena pidana) mereka yang tidak mengindahkan dan melakukan perlawanan kepada petugas yang sedang menjalankan tugasnya," katanya.

Kendati demikian, Nana menegaskan, petugas tidak fokus kepada masalah sanksi pada Operasi Yustisi, tetapi bagaimana masyarakat mematuhi protokol kesehatan untuk menekan angka penyebaran Covid-19.

"Kita tidak terfokus masalah sanksi. Kita berharap masyarakat mematuhi protokol kesehatan khususnya masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Ini sangat penting sekali karena demikian mengkhawatirkannya pandemi Covid-19. Ini semuanya untuk kepentingan masyarakat. Kasihan masyarakat yang disiplin, mereka sudah tinggal di rumah, bekerja di rumah, tetapi kemudian faktanya di lapangan masih banyak yang positif kena Covid-19," tandasnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Wagub DKI Sebut Saefullah Sebagai Motor Penggerak Pemprov DKI Selama 7 Tahun

Ariza juga menilai Saefullah adalah sosok yang penuh tanggung jawab dan bekerja dengan penuh hati.

MEGAPOLITAN | 16 September 2020

Hari Ini, 15 Kecamatan di Kabupaten Bekasi Terdapat Kasus Covid-19

Sebanyak 15 kecamatan di Kabupaten Bekasi masih terdapat penambahan kasus Covid-19 atau sebanyak 65 persen.

MEGAPOLITAN | 16 September 2020

Saefullah Alami Kerusakan Paru-paru

Sekda DKI Jakarta, Saefullah meninggal dunia pada Rabu (16/9/2020) karena kerusakan parah pada paru-parunya akibat Covid-19.

MEGAPOLITAN | 16 September 2020

Operasi Yustisi, Aparat Libatkan Komponen Masyarakat

Mereka diminta untuk mengawasi, kemudian mengingatkan, termasuk sosialisasi tentang pentingnya mengunakan masker, mencuci tangan, jaga jarak.

MEGAPOLITAN | 16 September 2020

Kisah Inspiratif Bandeng Manggala Putri di Tengah Pandemi Covid-19

Untuk bandeng presto diolah dengan cara digoreng atau digunakan di masakan lain.

MEGAPOLITAN | 16 September 2020

Ketua DPRD DKI Sebut Saefullah Sahabat Baik

Saefullah meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan intensif karena positif Covid-19.

MEGAPOLITAN | 16 September 2020

41 Perusahaan di Kabupaten Bekasi Terpapar Covid-19

Dari 41 perusahaan, terdapat 608 karyawan yang terkonfirmasi Covid-19 dan semuanya merupakan warga Kabupaten Bekasi.

MEGAPOLITAN | 16 September 2020

Sekda DKI Saefullah Meninggal, Anies Ajak Jajarannya Salat Gaib

Saefullah meninggal pada Rabu (16/9/2020) pukul 12.55 WIB di RSPAD Gatot Soebroto.

MEGAPOLITAN | 16 September 2020

Hari Kedua Operasi Yustisi, 9.734 Pelanggar Terjaring

9.734 orang yang melakukan pelanggaran protokol kesehatan terjaring dalam kurun waktu dua hari Operasi Yustisi, tanggal 14 hingga 15 September, di DKI Jakarta.

MEGAPOLITAN | 16 September 2020

Sekda DKI Jakarta Meninggal Akibat Covid-19

Almarhum dirawat di RS Gatot Soebroto Jakarta.

MEGAPOLITAN | 16 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS