Operasi Yustisi, Polisi Malah Temukan 5 Mayat di Kapal di Pulau Pari
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

Operasi Yustisi, Polisi Malah Temukan 5 Mayat di Kapal di Pulau Pari

Jumat, 18 September 2020 | 09:25 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Polisi menemukan lima mayat di dalam lemari pendingin Kapal Motor (KM) Starindo Jaya Maju VI, di Perairan Pulau Pari, Kepulauan Seribu, ketika menggelar Operasi Yustisi, Kamis (17/9/2020) kemarin. Jenazah korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk diautopsi guna mengetahui penyebab kematian.

Kapolres Kepulaun Seribu AKBP Morry Ermond mengatakan, kronologinya bermula ketika aparat menggelar Operasi Yustisi penegakan protokol kesehatan menggunakan metode patroli dengan sasaran kapal nelayan yang memiliki banyak Anak Buah Kapal (ABK), di Perairan Kepulauan Seribu.

"Pada saat patroli dan mengecek kapal ini, ternyata jumlah ABK-nya cukup banyak. Kemudian cek manifes dari sana diketahui nakhoda dan ABK mengakui bahwa ada lima ABK-nya yang meninggal dunia dan ditaruh dalam freezer. Dari situlah terungkap," ujar Morry, Jumat (18/9/2020).

Dikatakan Morry, berdasarkan keterangan saksi-saksi, termasuk nahkoda kapal, lima ABK itu meninggal karena menenggak minuman keras oplosan.

"Tapi penyebab kematian akan dipastikan dari hasil autopsi jenazah. Nanti dari hasil visum baru kita pastikan (apakah ada tanda kekerasan di tubuh korban)," ungkapnya.

Morry menyampaikan, KM Starindo Jaya Maju VI merupakan kapal pencari ikan dan rencananya akan kembali ke darat setelah berlayar selama dua bulan.

"Kapal ikan. Mau kembali ke darat setelah kurang lebih dua bulan berlayar. Kelima jenazah sudah dibawa ke RS Polri," katanya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Jenazah Sekda Saefullah Dibawa Ke Balai Kota, Pemprov Pastikan Tidak Langgar Protokol Covid-19

Jenazah di dalam ambulan sudah mengikuti protokol Covid-19 dan jenazah tidak diturunkan. Tidak ada protokol kesehatan yang dilanggar.

MEGAPOLITAN | 17 September 2020

13 Pejabat DKI Terpapar Covid-19, Kondisi Anies dan Ariza Baik

Koordinasi secara fisik inilah kadang berpotensi menjadi tempat penularan Covid-19.

MEGAPOLITAN | 17 September 2020

Sejumlah Alat Tilang Elektronik Mulai Dipasang di Jalan Margonda Depok

Pemasangan alat tilang elektronik untuk tahap satu diberlakukan pada September, kemudian dilanjut pada 2 November dan 3 Februari 2021.

MEGAPOLITAN | 17 September 2020

Satgas Covid-19 Tegaskan Pengguna Mobil Pribadi Tetap Harus Gunakan Masker

Satgas Covid-19 menegaskan bahwa masker harus tetap digunakan kendati berada di dalam mobil sendiri.

MEGAPOLITAN | 17 September 2020

Diselidiki, Tewasnya Polisi di Pondok Rangon Akibat Begal atau Kecelakaan

Polisi masih mendalami penyebab tewasnya Briptu Andry Budi Wibowo (29), yang ditemukan tergeletak bersimbah darah, Jalan Raya Pondok Rangon, Cipayung.

MEGAPOLITAN | 17 September 2020

Jika Masyarakat Tak Peduli, Depok Bisa jadi Zona Hitam

Saat ini, 24 ruang ICU di 19 rumah sakit negeri dan swasta di Kota Depok sudah penuh.

MEGAPOLITAN | 17 September 2020

Dua Sejoli Pelaku Mutilasi Terancam Hukuman Mati

Tersangka pelaku pembunuhan dan mutilasi Rinaldi Harley Wismanu terancam hukuman mati.

MEGAPOLITAN | 17 September 2020

Pelaku Mutilasi Sudah Gali Kuburan untuk Rinaldi

DAF dan LAS telah menyiapkan kuburan untuk menutupi pembunuhan dan mutilasi yang mereka lakukan terhadap Rinaldi Harley Wismanu.

MEGAPOLITAN | 17 September 2020

Pilkada Depok, Pradi Usulkan Pengambilan Nomor Urut Secara Virtual

Menurut Pradi instruksi KPU untuk membatasi jumlah peserta dalam penentuan nomor urut nanti tidak menjamin akan tidak menimbulkan kerumunan massa.

MEGAPOLITAN | 17 September 2020

Pelaku Mutilasi Tertangkap Berkat Transaksi Tabungan Korban

Tersangka DAF dan LAS berhasil ditangkap berkat rekam jejak transaksi rekening tabungan korban mutilasi Rinaldi Harley Wismanu.

MEGAPOLITAN | 17 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS