Polisi Tunggu Hasil Autopsi 5 Mayat ABK Starindo Jaya
INDEX

BISNIS-27 509.396 (-2.72)   |   COMPOSITE 5822.94 (-12.46)   |   DBX 1088.19 (9.8)   |   I-GRADE 169.852 (-1.35)   |   IDX30 498.88 (-2.76)   |   IDX80 132.065 (-0.41)   |   IDXBUMN20 376.263 (-3.13)   |   IDXG30 135.508 (-0.99)   |   IDXHIDIV20 449.517 (-1.84)   |   IDXQ30 145.713 (-1.14)   |   IDXSMC-COM 252.052 (0.88)   |   IDXSMC-LIQ 309.347 (0.24)   |   IDXV30 130.911 (1.46)   |   INFOBANK15 993.498 (-9.24)   |   Investor33 428.541 (-2.51)   |   ISSI 170.173 (-0.26)   |   JII 616.286 (-0.48)   |   JII70 212.951 (-0.33)   |   KOMPAS100 1185.6 (-4.97)   |   LQ45 921.176 (-4.93)   |   MBX 1613.76 (-6.11)   |   MNC36 320.851 (-1.83)   |   PEFINDO25 318.369 (-4.14)   |   SMInfra18 296.861 (-1.08)   |   SRI-KEHATI 366.856 (-2.5)   |  

Polisi Tunggu Hasil Autopsi 5 Mayat ABK Starindo Jaya

Jumat, 18 September 2020 | 11:56 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Polisi menunggu hasil autopsi untuk memastikan penyebab kematian lima orang anak buah kapal (ABK) Kapal Motor (KM) Starindo Jaya Maju VI, di Perairan Pulau Pari, Kepulauan Seribu. Berdasarkan keterangan sementara, lima ABK itu tewas setelah menenggak minuman keras oplosan, kemudian jenazahnya dimasukkan ke lemari pendingin.

"Sekarang jenazah sudah dibawa ke Rumah Sakit Polri untuk autopsi. Kita menunggu hasil dari autopsi dan pemeriksaan penyidik dari Polres Kepulauan Seribu. Belum (diketahui apakah ada luka), makanya kita autopsi untuk memastikan," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus, Jumat (18/9/2020).

Dikatakan Yusri, penyidik sudah memeriksa sekitar enam orang saksi, termasuk nakhoda kapal terkait mengapa jenazah lima ABK itu bisa meninggal dunia. "Kita lakukan pemeriksaan saksi, sudah ada enam saksi termasuk nahkoda dan beberapa ABK," ungkapnya.

Yusri menyampaikan, kronologi penemuan lima jenazah ABK itu bermula ketika Polres Kepulauan Seribu menggelar kegiatan Operasi Yustisi dan patroli di laut. Kemudian, bertemu dengan kapal pencari ikan KM Starindo Jaya Maju VI, sekitar 3 mil dari Pulau Pari.

"Kemudian dilakukan pengecekan dan dalam manifesnya ada 43 orang, tapi pada saat dilakukan pengecekan yang tertinggal hanya 38 orang. Dari hasil pengecekan lima orang lagi ditemukan di freezer kapal tersebut," katanya.

Menurut Yusri, kapal itu kemudian dibawa ke pelabuhan dan awaknya dilakukan pemeriksaan. Sementara, jenazah lima korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.

"Hasil keterangan awal, lima ABK itu, dua minggu lalu sekitar tanggal 3 September, pada saat kapal akan pulang karena setelah dua bulan melakukan penangkapan ikan, melakukan pesta miras oplosan dan mengakibatkan lima orang itu meninggal dunia. Sehingga inisiatif dari nakhodanya untuk dititipkan di freezer kapal itu karena diduga masih ada jarak dua minggu untuk sampai daratan," tandasnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Operasi Yustisi, Polisi Malah Temukan 5 Mayat di Kapal di Pulau Pari

Jenazah korban sudah dibawa ke RS Bhayangkara Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk diautopsi. Dugaan sementara, korban meninggal karena miras oplosan.

MEGAPOLITAN | 18 September 2020

Jenazah Sekda Saefullah Dibawa Ke Balai Kota, Pemprov Pastikan Tidak Langgar Protokol Covid-19

Jenazah di dalam ambulan sudah mengikuti protokol Covid-19 dan jenazah tidak diturunkan. Tidak ada protokol kesehatan yang dilanggar.

MEGAPOLITAN | 17 September 2020

13 Pejabat DKI Terpapar Covid-19, Kondisi Anies dan Ariza Baik

Koordinasi secara fisik inilah kadang berpotensi menjadi tempat penularan Covid-19.

MEGAPOLITAN | 17 September 2020

Sejumlah Alat Tilang Elektronik Mulai Dipasang di Jalan Margonda Depok

Pemasangan alat tilang elektronik untuk tahap satu diberlakukan pada September, kemudian dilanjut pada 2 November dan 3 Februari 2021.

MEGAPOLITAN | 17 September 2020

Satgas Covid-19 Tegaskan Pengguna Mobil Pribadi Tetap Harus Gunakan Masker

Satgas Covid-19 menegaskan bahwa masker harus tetap digunakan kendati berada di dalam mobil sendiri.

MEGAPOLITAN | 17 September 2020

Diselidiki, Tewasnya Polisi di Pondok Rangon Akibat Begal atau Kecelakaan

Polisi masih mendalami penyebab tewasnya Briptu Andry Budi Wibowo (29), yang ditemukan tergeletak bersimbah darah, Jalan Raya Pondok Rangon, Cipayung.

MEGAPOLITAN | 17 September 2020

Jika Masyarakat Tak Peduli, Depok Bisa jadi Zona Hitam

Saat ini, 24 ruang ICU di 19 rumah sakit negeri dan swasta di Kota Depok sudah penuh.

MEGAPOLITAN | 17 September 2020

Dua Sejoli Pelaku Mutilasi Terancam Hukuman Mati

Tersangka pelaku pembunuhan dan mutilasi Rinaldi Harley Wismanu terancam hukuman mati.

MEGAPOLITAN | 17 September 2020

Pelaku Mutilasi Sudah Gali Kuburan untuk Rinaldi

DAF dan LAS telah menyiapkan kuburan untuk menutupi pembunuhan dan mutilasi yang mereka lakukan terhadap Rinaldi Harley Wismanu.

MEGAPOLITAN | 17 September 2020

Pilkada Depok, Pradi Usulkan Pengambilan Nomor Urut Secara Virtual

Menurut Pradi instruksi KPU untuk membatasi jumlah peserta dalam penentuan nomor urut nanti tidak menjamin akan tidak menimbulkan kerumunan massa.

MEGAPOLITAN | 17 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS