Tidak Ada Unsur Pidana dalam Penemuan 5 Mayat di KM Starindo
INDEX

BISNIS-27 448.028 (-0.52)   |   COMPOSITE 5099.84 (-11.61)   |   DBX 964.111 (-0.61)   |   I-GRADE 139.821 (-0.74)   |   IDX30 426.948 (0.05)   |   IDX80 113.317 (0.03)   |   IDXBUMN20 291.67 (0.57)   |   IDXG30 118.931 (0.2)   |   IDXHIDIV20 379.8 (-0.85)   |   IDXQ30 124.715 (-0.41)   |   IDXSMC-COM 219.701 (-0.06)   |   IDXSMC-LIQ 255.871 (2.43)   |   IDXV30 106.644 (1.24)   |   INFOBANK15 836.821 (-8.12)   |   Investor33 373.706 (-1.2)   |   ISSI 150.561 (0.19)   |   JII 547.285 (1.38)   |   JII70 187.054 (0.35)   |   KOMPAS100 1020.57 (-2.22)   |   LQ45 786.439 (0.17)   |   MBX 1410.93 (-3.56)   |   MNC36 280.006 (-0.87)   |   PEFINDO25 280.13 (0.21)   |   SMInfra18 241.99 (0.03)   |   SRI-KEHATI 316.197 (-0.68)   |  

Tidak Ada Unsur Pidana dalam Penemuan 5 Mayat di KM Starindo

Sabtu, 19 September 2020 | 11:53 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Polisi memastikan tidak ada unsur pidana dalam kasus penemuan lima jenazah Anak Buah Kapal (ABK), di dalam lemari pendingin Kapal Motor (KM) Starindo Jaya Maju VI, di Perairan Pulau Pari, Kepulauan Seribu. Para korban meninggal dunia karena menenggak minuman keras (miras) oplosan.

Kapolres Kepulauan Seribu AKBP Morry Edmond mengatakan, setelah melakukan visum atau autopsi jenazah serta memeriksa sejumlah saksi, diketahui korban meninggal dunia karena minum miras oplosan dan tidak ada tanda kekerasan.

"Setelah kami visum tidak ada tanda-tanda kekerasan dan meninggal karena miras oplosan. Tidak ditemukan unsur pidana," ujar Morry, Sabtu (19/9/2020).

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Kepulauan Seribu Kompol Fahmi Amarullah mengatakan, ketika itu lima korban bersama beberapa ABK minum bareng miras oplosan hingga pagi.

"Nggak ada tanda kekerasan. Mereka saat itu minum bareng sampai pagi. Kemudian kelimanya merasakan sakit perut, badannya panas, menggigil, sesak nafas," ungkapnya.

Fahmi menyampaikan, para korban meracik sendiri miras dari bahan alkohol murni dengan minuman energi. "Si korban meracik itu. Jadi minuman energi dicampur alkohol murni. Kalau belinya di mana nggak tahu karena yang beli yang meninggal," katanya.

Fahmi menegaskan, tidak ada unsur pidana dalam kasus ini karena mereka meracik sendiri minuman keras itu.

"Sementara sih belum karena memang tidak ada niat untuk menghabisi nyawa, karena memang mereka ABK mau mabuk, cari yang murah-murah mungkin. Sebenarnya yang lain ikut minum juga cuma karena daya imun tubuh beda-beda, terus sama mungkin takaran minum beda. Mungkin yang meninggal minumnya banyak. Iya belum (ada tersangka). Tapi dari hasil interograsi sementara semuanya mengarah ke korban. Kalau pun memang saya terapkan untuk terkait minuman barang berbahaya tetap ke korban," tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, polisi menemukan lima mayat di dalam lemari pendingin KM Starindo Jaya Maju VI, di Perairan Pulau Pari, Kepulauan Seribu, ketika menggelar Operasi Yustisi, Kamis (17/9/2020) kemarin.

Kelima korban meninggal atas nama Muhammad Zulkarnain (24), Putra Enggal Perdana (19), Khairul Muttaqin (24), Miftahul Huda (21), dan Muhammad Son Haji (27). Para awak kapal itu meninggal dunia diduga ove dosis minuman beralkohol, di perairan Samudera Hindia, sekira jam 20.00 WIB, Jumat (4/9/2020). Jenazah korban kemudian dibungkus kain dan disimpan di dalam lemari pendingin kapal nelayan itu untuk dibawa ke daratan.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Selama 5 Hari PSBB, Pemprov DKI Tutup 37 Perusahaan

Penutupan dilakukan setelah Pemprov melakukan inspeksi mendadak atau sidak ke 287 perusahaan.

MEGAPOLITAN | 19 September 2020

Pasien di Wisma Atlet Kemayoran Bertambah 361 Orang

Di Tower 6 dan 7 bertambah 101 orang yang dirawat, sedangkan di Tower 5 bertambah 260 orang yang menjalani isolasi, sehingga total jumlah pasien bertambah sebanyak 361 orang.

MEGAPOLITAN | 19 September 2020

PSI Bagikan Ratusan Paket Makanan Siap Saji di Jakarta Pusat

Acara pemberian bantuan makanan cepat saji ini berlangsung penuh keakraban dan mematuhi protokol kesehatan terkait Covid-19.

MEGAPOLITAN | 18 September 2020

Ini Kapasitas dan Ketersediaan Tempat Tidur 6 Tower Wisma Atlet

Tower 4 saat ini belum digunakan karena masih dalam perbaikan jaringan listrik dan ditargetkan rampung pada 21 September 2020 pekan depan.

MEGAPOLITAN | 18 September 2020

Mulai Hari Ini, KRL Masuk Jakarta Pukul 5 Pagi dan Terakhir Jam 7 Malam

Kapasitas pengguna KRL Commuter Line tetap dibatasi hingga 74 orang per kereta.

MEGAPOLITAN | 19 September 2020

Perkantoran Kementerian Jadi Klaster Terbanyak Kasus Covid-19 DKI

Terdapat 1.223 kasus positif Covid-19 yang tersebar di 39 lokasi kantor sejumlah kementerian.

MEGAPOLITAN | 19 September 2020

Satgas Internal Perkantoran Diharapkan Perketat Awasi Covid-19

Disnakertrans DKI, kata Andri telah telah menerjunkan 25 tim yang bertugas mengawasi perusahaan dan perkantoran yang ada di Jakarta.

MEGAPOLITAN | 19 September 2020

DPRD DKI Akan Buat Perda PSBB

Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi mengatakan pihaknya tidak pernah diajak Gubernur DKI Anies Baswedan dalam membentuk aturan dan kebijakan PSBB.

MEGAPOLITAN | 19 September 2020

Ini Enam Fakta Kasus Pembunuhan dan Mutilasi Rinaldi

Pembunuhan dan mutilasi terhadap Rinaldi Harley Wismanu dilakukan oleh tersangka DAF dan LAS dengan matang serta terencana.

MEGAPOLITAN | 18 September 2020

Ternyata, Tersangka Belajar Mutilasi Secara Otodidak dari Media Sosial

Tersangka Djumadil Al Fajri alias DAF (26) belajar melakukan tindakan mutilasi secara otodidak melalui media sosial.

MEGAPOLITAN | 18 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS