Dugaan Pelecehan Rapid Test di Bandara, Polisi Periksa Status Tersangka
INDEX

BISNIS-27 448.146 (0.31)   |   COMPOSITE 5091.82 (20.37)   |   DBX 966.643 (7.34)   |   I-GRADE 139.941 (-0.23)   |   IDX30 428.154 (0.15)   |   IDX80 113.358 (0.41)   |   IDXBUMN20 291.199 (0.73)   |   IDXG30 119.599 (-0.42)   |   IDXHIDIV20 379.423 (-0.2)   |   IDXQ30 124.629 (0.03)   |   IDXSMC-COM 218.961 (1.24)   |   IDXSMC-LIQ 257.997 (1.39)   |   IDXV30 107.251 (0.23)   |   INFOBANK15 832.7 (-1.05)   |   Investor33 373.408 (0.72)   |   ISSI 150.953 (0.22)   |   JII 549.986 (0.88)   |   JII70 187.543 (0.51)   |   KOMPAS100 1019.5 (2.84)   |   LQ45 788.563 (1.25)   |   MBX 1407.83 (4.87)   |   MNC36 279.661 (0.67)   |   PEFINDO25 277.129 (5.34)   |   SMInfra18 242.149 (-0.57)   |   SRI-KEHATI 316.134 (0.38)   |  

Dugaan Pelecehan Rapid Test di Bandara, Polisi Periksa Status Tersangka

Kamis, 24 September 2020 | 14:02 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / FMB

Jakarta, Beritasatu.com -Penyidik Polres Bandara Soekarno-Hatta, menjadwalkan pemeriksaan terhadap PT Kimia Farma dan Ikatan Doker Indonesia (IDI) untuk memastikan profesi tersangka Eko Firstson alias EF apakah merupakan oknum dokter atau petugas medis.

"Hari ini kita jadwalkan untuk memeriksa penanggung jawab untuk rapid test di Terminal 3 Bandara Soetta dalam hal ini PT Kimia Farma. Kemudian kita juga akan memeriksa dari IDI," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus, Kamis (24/9/2020).

Dikatakan Yusri, pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui atau memastikan apakah tersangka Eko berprofesi sebagai oknum dokter atau petugas medis.

"Tujuannya untuk bisa memastikan lagi apakah si tersangka EF ini dokter atau petugas kesehatan. Itu kita mau memastikan lagi bahwa tersangka ini adalah dokter atau tenaga kesehatan karena ini masih simpang siur. Karena itu kami mau memeriksa IDI," ungkapnya.

Seperti diketahui, seorang perempuan berinisial LHI melalui akun Twitter @listongs mengaku, diduga menjadi korban penipuan dan pelecehan oleh oknum dokter atau petugas medis ketika menjalani rapid test, di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten.

Menurutnya, ketika pemeriksaan, hasil rapid test menunjukan kalau dia reaktif Covid-19. Namun, oknum petugas medis itu menawarkan bisa mengubah data hasil rapid test korban menjadi nonreaktif dengan biaya sebesar Rp 1,4 juta. Belakangan terungkap kalau hasil reaktif itu hanya akal-akalan pelaku untuk meminta uang kepada korban. Tragisnya, tak hanya melakukan penipuan oknum itu juga disebut diduga melakukan pelecehan seksual.

Pasca-melakukan penyelidikan, memeriksa korban di Bali, memeriksa saksi-saksi dan ahli, mengumpulkan bukti-bukti, dan melakukan gelar perkara, penyidik menaikkan status kasus dari penyelidikan ke penyidikan. Kemudian, menetapkan tersangka Eko sebagai tersangka.

Saat ini, penyidik masih mencari tersangka Eko yang diduga berupaya kabur. Polisi meminta yang bersangkutan datang ke Polres Bandara Soetta untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Polisi Imbau Tersangka Dugaan Pelecehan Rapid Test Menyerahkan Diri

Polisi masih mencari tersangka Eko Firstson alias EF, oknum dokter atau petugas medis yang diduga melakukan penipuan rapid test di Bandara Soetta.

MEGAPOLITAN | 24 September 2020

2.108 Pasien Tanpa Gejala Jalani Isolasi di Wisma Atlet

Jumlah pasien OTG di kedua tower tersebut bertambah 76 orang dibandingkan hari sebelumnya.

MEGAPOLITAN | 24 September 2020

Sosialiasi 3M, Lurah Pegadungan Ajak Warga Jadikan Pola Hidup Sehat sebagai Budaya

Lurah Pegadungan Adit Pratama mengajak masyarakat kelurahan pegadungan menerapkan pola hidup sehat dan selalu menggunakan masker bila keluar rumah.

MEGAPOLITAN | 24 September 2020

Suami Bupati Bogor Ade Yasin Meninggal di Usia 53 Tahun

Almarhum disalatkan di Masjid Baitul Faizin, Komplek Pemkab Bogor dan dikebumikan pada pukul 10.00 WIB di Taman Makam Pahlawan (TMP), Pondok Rajeg, Cibinong.

MEGAPOLITAN | 24 September 2020

Kemhub: Kendaraan Kelebihan Muatan Bisa Sebabkan Kecelakaan

Tak hanya kecelakaan lalu lintas, kendaraan ODOL juga bisa merusak infrastruktur jalan, jembatan, dan pelabuhan.

MEGAPOLITAN | 24 September 2020

Korlantas Polri Apresiasi Bantuan Alat Rapid Test Cakra Covid-19

Pengusaha sekaligus pimpinan PT Indo Cakra Abadi, Maya Miranda Ambarsari, memberikan donasi alat rapid test kepada Korlantas Polri.

MEGAPOLITAN | 23 September 2020

Perusakan Baliho Muhammad-Saraswati Dikecam

Koalisi #TangseluntukSemua mengecam aksi perusakan baliho.

MEGAPOLITAN | 23 September 2020

Operasi Yustisi di Depok, Denda Capai Rp 38,6 Juta

Besaran denda yang berhasil dikumpulkan dari total 2.677 pelanggar mencapai Rp 38,6 juta.

MEGAPOLITAN | 23 September 2020

Sepekan PSBB, Wagub DKI Sebut Kesadaran Masyarakat Meningkat

Kesadaran masyarakat dan perkantoran untuk mematuhi protokol kesehatan dinilai cenderung membaik.

MEGAPOLITAN | 23 September 2020

Pemkot Bekasi Tambah Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Menurut Rahmat Effendy, masih ada 155 tempat tidur kosong di semua rumah sakit di Kota Bekasi.

MEGAPOLITAN | 23 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS