Parlemen Eropa Kritik Indonesia Soal Papua
INDEX

BISNIS-27 510.733 (-1.34)   |   COMPOSITE 5813.99 (8.96)   |   DBX 1076.27 (11.92)   |   I-GRADE 169.305 (0.55)   |   IDX30 499.8 (-0.92)   |   IDX80 132.38 (-0.32)   |   IDXBUMN20 374.254 (2.01)   |   IDXG30 135.455 (0.05)   |   IDXHIDIV20 450.5 (-0.98)   |   IDXQ30 146.053 (-0.34)   |   IDXSMC-COM 250.881 (1.17)   |   IDXSMC-LIQ 309.077 (0.27)   |   IDXV30 131.098 (-0.19)   |   INFOBANK15 988.482 (5.02)   |   Investor33 429.242 (-0.7)   |   ISSI 170.543 (-0.37)   |   JII 620.021 (-3.74)   |   JII70 214.017 (-1.07)   |   KOMPAS100 1185.8 (-0.19)   |   LQ45 922.358 (-1.18)   |   MBX 1613.53 (0.24)   |   MNC36 321.576 (-0.73)   |   PEFINDO25 321.335 (-2.97)   |   SMInfra18 295.407 (1.45)   |   SRI-KEHATI 367.139 (-0.28)   |  

Parlemen Eropa Kritik Indonesia Soal Papua

Jumat, 24 Januari 2014 | 16:31 WIB
Oleh : Ezra Sihite / FMB

Jakarta - Parlemen Eropa menyayangkan kondisi hak asasi manusia di Papua yang dianggap belum menunjukkan kemajuan. Hal tersebut disampaikan pada saat melakukan rapat dengar pendapat oleh Subkomite HAM parlemen Eropa dengan para aktivis dan jurnalis pegiat HAM di Papua. Rapat dengar pendapat itu dilangsungkan di di Brussel, Belgia kemarin, Kamis (23/1).

Para anggota Parlemen Eropa yang menyerukan keprihatinan antara lain Anna Gomez dari Partai Sosialis Portugal yang tergabung dalam Kelompok Progressive Alliance of Socialists and Democrats di Parlemen Eropa mengatakan kerangka kerja yang pernah disepakati Indonesia dan Eropa dapat dijadikan kerangka kerja dalam melakukan pendekatan terhadap persoalan HAM di Papua. Dia menekankan pentingnya dialog hak azasi manusia dilakukan terkait Papua.

Sementara itu, Leonidas Donskis,\ dari Partai Liberal Lithuania yang tergabung dalam Kelompok Alliance of Liberals and Democrats for Europe di Parlemen Eropa mendorong persoalan Papua dibicarakan di sidang Sub Komite HAM Parlemen Eropa dan menilai dialog kebudayaan sebagai strategi mempertemukan pihak-pihak terkait persoalan HAM Papua.

Dalam rapat dengar pendapat tersebut hadir para narasumber antara lain Vitor Mambor dari Alinasi Jurnalis Indonesia (AJI) Jayapura, Zely Ariane dari National Papua Solidarity (NAPAS) dan Norman Voss dari International Coalition for Papua (ICP).

Zely Ariane menjelaskan bahwa situasi demokrasi di Papua secara fundamental tidak berubah. Meskipun belakangan, Indonesia mendapat pujian dunia internasional yang luas terhadap 15 tahun demokratisasi di Indonesia.

“Pemerintah Indonesia harus mengakui bahwa keadaan hak asasi manusia di Papua serius,” kata Zely sebagaimana rilis yang diterima Beritasatu.com, Jumat siang (24/1).

Oleh karena itu dia menyerukan kepada Uni Eropa untuk menekan pemerintah Indonesia agar melanjutkan komitmen mereka untuk melakukan dialog dengan orang Papua.

Duta Besar Indonesia untuk Uni Eropa Arif Havas Oegroseno yang hadir sebagai penanggap dalam forum dengar pendapat itu tidak setuju apabila Papua dikatakan tidak mengalami perubahan. Menurutnya, kebijakan desentralisasi melalui otonomi khusus bisa dianggap berhasil dalam kerangka pembangunan. Buktinya kata dia, Bank Dunia mengatakan tingkat kemiskinan di Papua cenderung menurun.

Sumber:PR


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

25 Hektare Disiapkan untuk Relokasi Pengungsi Sinabung

Pemerintah menyediakan tempat bagi pemukiman yang lokasinya berjarak 5-7 kilometer dari puncak Sinabung.

NASIONAL | 24 Januari 2014

Naik Kereta Api, Presiden Tinjau Bandara Kualanamu

Tempat terakhir, Presiden menemui 500 pengungsi di Gereja Katolik Santo Petrus dan Paulus.

NASIONAL | 24 Januari 2014

Dituduh Atur Kemenangan Atut, Mahfud MD Lapor Polisi

"Saya melaporkan Jazuli Abdillah yang mengatakan saya ikut 'bermain' memenangkan Atut dalam sengketa Pilkada Banten," kata Mahfud.

NASIONAL | 24 Januari 2014

Ketua MPR: Putusan MK soal Pemilu Serentak Sudah Pas

Sidharta menyatakan, seandainya pemilu serentak dilakukan pada 2014, akan memunculkan situasi darurat.

NASIONAL | 24 Januari 2014

Elektabilitas PKS Tergantung Capres yang Diusung

"Pemira diharapkan tidak sekadar jalan pintas untuk menaikkan kembali citra PKS," kata Yunarto.

NASIONAL | 24 Januari 2014

Din Syamsudin: Jangan Takut Disomasi SBY

"Saya membacanya, itu psikologi kekhawatiran, tetapi itu justru akan menjebak dirinya sendiri."

NASIONAL | 24 Januari 2014

Korban Sinabung Diberikan Beasiswa dari Pemerintah

Beasiswa kepada mahasiswa diberikan baik yang kuliah di Medan maupun di luar Sumatera Utara dari tingkat SD hingga perguruan tinggi.

NASIONAL | 24 Januari 2014

Pemilu 2014 Bisa Jadi Momentum PKS untuk Bangkit Kembali

Akan lebih bermanfaat bila kelak, PKS mau menyodorkan calon presiden yang menarik perhatian publik.

NASIONAL | 24 Januari 2014

Din Syamsudin Minta Masyarakat Tak Politisasi Bencana Alam

"Harus ada sikap, ketika ada bencana dari tahun ke tahun, ada tsunami, gempa bumi dan lain-lain, kita ambil pelajaran dari semuanya," kata Din.

NASIONAL | 24 Januari 2014

Sigma: Wiranto Ketum Parpol Paling Diinginkan Jadi Capres Versi Jurnalis

Jajak pendapat dilakukan pada 12-16 Januari 2014 terhadap 112 informan yang berprofesi sebagai jurnalis dari 63 media cetak, elektronik, dan media online.

NASIONAL | 24 Januari 2014


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS