Mengaku Gaji Tidak Cukup, PNS Nekat Edarkan Uang Palsu
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

Mengaku Gaji Tidak Cukup, PNS Nekat Edarkan Uang Palsu

Rabu, 26 Juli 2017 | 20:24 WIB
Oleh : Arnold H Sianturi / FMB

Tanjung Balai - Seorang pegawai negeri sipil (PNS), Badrul (53) ditangkap polisi dalam kasus pembuatan uang palsu di rumahnya Jl Sei Tualang Raso, Lingkungan III, Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Tanjung Balai Utara, Sumatera Utara (Sumut).

"Barang bukti uang palsu yang disita sebesar Rp 6,5 juta. Selain itu, turut disita komputer, mesin printer, tinta dan kertas yang digunakan untuk dijadikan uang palsu," ujar Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Taput, AKBP Tri Setyadi Artono, Rabu (26/7).

Kapolres mengatakan, uang palsu yang disita itu meliputi 40 lembar pecahan Rp 50.000, tiga lembar pecahan Rp 20.000 dan Rp 10.000. Uang senilai Rp 2 juta sudah beredar. Kasus ini masih dikembangkan petugas.

"Tersangka mengaku membuat uang palsu itu atas suruhan seorang rekannya berinisial Z. Tersangka mengaku diberikan imbalan Rp 250.000. Tersangka Z yang masih diburon ini diduga sudah mengedarkan uang palsu itu," katanya.

Menurutnya, PNS yang diringkus itu juga pernah melakukan kejahatan pemalsuan data sekitar tahun 2012 lalu. Kasus itu kemudian lanjut sampai ke meja hijau pengadilan. Saat itu, Badrul divonis 3 bulan penjara.

"Setelah selesai menjalani hukuman, dia bertugas di salah satu kantor kecamatan. Sayangnya, dia tidak jera atas hukuman yang sudah dijalani. Tersangka mengaku baru sepekan ini membuat uang palsu. Pembuatan uang palsu itu dilakukan secara otodidak. Anggota menangkapnya atas laporan masyarakat," jelasnya.

Saat diinterogasi petugas, Badrul mengaku menyesal atas perbuatannya tersebut. Dia melakukan itu karena terdesak masalah ekonomi keluarga. Selama ini, gaji yang diterima dari negara dianggap tidak mencukupi.

"Saya khilaf dan sangat menyesal atas tindakan yang melanggar hukum. Perbuatan ini akhirnya membuat saya dan keluarga semakin bertambah susah," sebutnya.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Menhan Sayangkan Jika Ada Purnawirawan Terlibat Paham Radikal

Para purnawirawan tersebut dianggap sudah mengingkari Sapta Marga dan Sumpah Prajurit.

NASIONAL | 26 Juli 2017

BMKG: Jakarta, Batam, dan Pontianak Berawan

BMKG memperkirakan cuaca cerah dan berawan akan terjadi di wilayah Jabodetabek.

NASIONAL | 26 Juli 2017

KY Usulkan 33 Hakim Dijatuhi Sanksi

Sanksi yang diberikan berupa sanksi ringan, sedang maupun berat.

NASIONAL | 26 Juli 2017

Pemerintah Minta Freeport Patuhi Komitmennya

Pemerintah akan menjatuhkan sanksi tegas pada PT Freeport Indonesia jika tak memenuhi komitmennya.

NASIONAL | 26 Juli 2017

Tanggapan Laksamana Sukardi Usai Diperiksa KPK Kasus BLBI

Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Laksamana Sukardi diperiksa oleh penyidik KPK

NASIONAL | 26 Juli 2017

PNS Anggota HTI Akan Diverifikasi

Bagi PNS yang melanggar Undang-Undang tentang ASN akan dikenakan sanksi.

NASIONAL | 26 Juli 2017

Polda Belum Lengkapi Petunjuk Berkas Firza Husein

Berkas tersebut dikembalikan dari kejaksaan ke kepolisian sejak awal Juni 2017.

NASIONAL | 26 Juli 2017

Belum Penuhi Panggilan, Telegram Masih Diblokir

Panggilan tersebut dilakukan guna mengetahui komitmen Telegram mengenai konten-konten terkait radikalisme dan terorisme.

NASIONAL | 26 Juli 2017

Wiranto: Pembubaran HTI Sudah Dipikir Matang

HTI dibubarkan mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Pancasila.

NASIONAL | 26 Juli 2017

Kesbangpol Jateng Data PNS Terlibat HTI

Kesbangpol Jateng membuka informasi seluas-luasnya kepada masyarakat untuk melaporkan terkait PNS yang nyata-nyata menjadi pengurus atau anggota HTI.

NASIONAL | 26 Juli 2017


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS