Kemristek Dikti: Masih Banyak Sarjana Nganggur
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

Kemristek Dikti: Masih Banyak Sarjana Nganggur

Rabu, 26 Juli 2017 | 20:59 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / FMB

Jakarta - Jumlah lulusan perguruan tinggi (PT) setiap tahun terus bertambah. Namun masih banyak yang belum terserap industri. Berdasarkan data Kementerian, Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristek Dikti) jumlah tenaga kerja lulusan perguruan tinggi hanya sebesar 17,5 persen. Jumlah tersebut jika dibandingkan dengan tenaga kerja lulusan SMK/SMA yang mencapai 82 persen dan lulusan SD sebesar 60 persen.

Dirjen Sumber Daya Iptek dan Dikti (SDID) Kemristekdikti Ali Ghufron Mukti mengatakan, pemetaan serapan tenaga kerja tersebut hampir tak akan berubah setidaknya dalam kurun lima tahun ke depan. "Saat ini lulusan perguruan tinggi turut menyumbang pengangguran yang menjadi beban negara," kata Ghufron belum lama ini.

Ghuron menuturkan, lulusan PT seharusnya ada relevansi dengan kebutuhan kerja. Dalam hal ini, PT harus membuka jurusan yang memiliki kecocokan antara kebutuhan tenaga kerja. Ia juga menyebutkan, profesi seperti insinyur merupakan salah satu yang harus jadi pilihan bagi mahasiswa. Jumlah tenaga insinyur di Tanah Air masih minim.

Menyikapi masih tingginya jumlah penggangguran berijazah S-I, rektor Universitas Trilogi Asep Saefuddin mengatakan, untuk mengurangi angka pengangguran, kampus harus mempersiapkan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan lapangan kerja dan pembangunan bangsa. Salah satunya program studi (Prodi) yang ditawarkan harus sesuai dengan kebutuhan lapangan kerja.

Selain itu, ia menuturkan, kampus harus memperkuat jaringan alumni. Ia mengaku, Trilogi telah melibatkan peran alumni sehingga ada tanggung jawab alumni kepada almamater.

Dalam hal ini, para mahasiswa yang menjalani masa magang, dapat dibantu oleh almuni. Para mahasiswa dimudahkan untuk menjalankan magang di tempat alumni bekerja. “Selama magang ada bimbingan dari alumni. Sehingga ketika lulus dan bekerja lulusan memiliki pengelaman yang lebih dibandingkan dengan lulusan kampus lain,”ucapnya.

Ketua tim pelaksana pembentukan kongres alumni Trilogi, Gunawan M. Natahadibrata menambahkan, kekuatan alumni bisa menjadi modal bagi kampus untuk semakin kuat. Selain itu juga menjadi kekuatan jaringan alumni untuk semakin kontributif. Pasalnya, statistik menunjukan setiap institusi pendidikan yang kuat selalu didukung oleh peran serta alumni.

Pendapat senada juga disampaikan oleh rektor President University (PU) Jony Oktavian Haryanto. Ia mengatakan, alumni memiliki peran sangat besar. PU memiliki situs tersendiri untuk menjaga hubungan baik antar alumni dan kampus. Sejauh ini, alumni PU turut andil dalam mengantar lulusan ke dunia kerja.

“Kami memiliki situs ikatan alumni. Jadi alumni memiliki peran untuk mendorong dan membantu mahasiswa untuk mendapat lapangan kerja yang sesuai dengan jurusan,” ucapnya.

Selanjutnya, ia menuturkan, kurikulum didesain mendukung target peningkatan daya saing SDM. Dalam hal ini, sistem perkuliahan di UP, para mahasiswa wajib mengunakan bahasa Inggris. Pasalnya, kurikulum pendidikan didesain mengunakan bahasa Inggris.

Selain itu, mahasiswa mengikuti praktik selama satu tahun. Sehingga sebelum lulus, 93 persen mahasiswa UP telah diterima di dunia kerja. "Di lingkungan Industri, serapan lulusan UP sangat tinggi. Karena mahasiswa dibekali dengan program satu tahun magang sehingga kemampuannya sudah teruji," ucapnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Waspadai Batuk Yang Tak Kunjung Sembuh

Jangan meremehkan batuk yang tidak kunjung sembuh dalam tempo dua pekan.

NASIONAL | 26 Juli 2017

Politisi Gerindra Sarankan Anggaran yang Tidak Terserap untuk Tutup Defisit

Langkah pemerintah untuk penambahan utang harus dikaji ulang, mengingat tingkat penyerapan anggaran nasional masih di bawah 40 persen

NASIONAL | 26 Juli 2017

SKL BLBI Sjamsul Nursalim atas Persetujuan KKSK

Keputusan tersebut merupakan pilihan politik pemerintah ketika itu

NASIONAL | 26 Juli 2017

Wapres Bicarakan Pengentasan Kekerdilan dengan Bank Dunia

Bank Dunia setuju membantu sejumlah program pemerintah Indonesia guna mengentaskan masalah stunting

NASIONAL | 26 Juli 2017

Mengaku Gaji Tidak Cukup, PNS Nekat Edarkan Uang Palsu

"Barang bukti uang palsu yang disita sebesar Rp 6,5 juta.

NASIONAL | 26 Juli 2017

Menhan Sayangkan Jika Ada Purnawirawan Terlibat Paham Radikal

Para purnawirawan tersebut dianggap sudah mengingkari Sapta Marga dan Sumpah Prajurit.

NASIONAL | 26 Juli 2017

BMKG: Jakarta, Batam, dan Pontianak Berawan

BMKG memperkirakan cuaca cerah dan berawan akan terjadi di wilayah Jabodetabek.

NASIONAL | 26 Juli 2017

KY Usulkan 33 Hakim Dijatuhi Sanksi

Sanksi yang diberikan berupa sanksi ringan, sedang maupun berat.

NASIONAL | 26 Juli 2017

Pemerintah Minta Freeport Patuhi Komitmennya

Pemerintah akan menjatuhkan sanksi tegas pada PT Freeport Indonesia jika tak memenuhi komitmennya.

NASIONAL | 26 Juli 2017

Tanggapan Laksamana Sukardi Usai Diperiksa KPK Kasus BLBI

Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Laksamana Sukardi diperiksa oleh penyidik KPK

NASIONAL | 26 Juli 2017


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS