KPK Usut Proyek PT NKE Lainnya yang Terindikasi Korupsi
INDEX

BISNIS-27 503.122 (3.61)   |   COMPOSITE 5724.74 (48.94)   |   DBX 1066.46 (8.36)   |   I-GRADE 166.255 (1.45)   |   IDX30 491.004 (4.37)   |   IDX80 129.735 (1.28)   |   IDXBUMN20 364.991 (3.6)   |   IDXG30 133.352 (1.3)   |   IDXHIDIV20 441.973 (3.86)   |   IDXQ30 143.512 (1.02)   |   IDXSMC-COM 247.38 (1.97)   |   IDXSMC-LIQ 301.054 (3.76)   |   IDXV30 127.096 (1.35)   |   INFOBANK15 976.214 (4.89)   |   Investor33 422.656 (3.17)   |   ISSI 167.54 (1.38)   |   JII 607.336 (6.13)   |   JII70 209.626 (2.1)   |   KOMPAS100 1162.4 (11.77)   |   LQ45 904.834 (8.66)   |   MBX 1587.29 (13.73)   |   MNC36 315.598 (3.09)   |   PEFINDO25 317.232 (0.31)   |   SMInfra18 287.626 (3.09)   |   SRI-KEHATI 361.444 (2.82)   |  

KPK Usut Proyek PT NKE Lainnya yang Terindikasi Korupsi

Selasa, 22 Agustus 2017 | 20:44 WIB
Oleh : Fana Suparman / FMB

Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Rumah Sakit Pendidikan Khusus Penyakit Infeksi dan Pariwisata Universitas Udayana Tahun 2009-2011 yang menjerat PT Nusa Konstruksi Enjiniring (NKE) sebagai tersangka. Tak hanya proyek ini, KPK juga mendalami proyek-proyek lain yang digarap PT Nusa Konstruksi yang terindikasi korupsi.

"Kalau proyek itu ada KKN (korupsi, kolusi dan nepotisme)-nya (akan diusut). Ya tunggu saja pemeriksaannya," kata Ketua KPK Agus Rahardjo di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (22/8).

Diketahui, PT Nusa Konstruksi Enjiniring yang sebelumnya bernama PT Duta Graha Indah menggarap sejumlah proyek pemerintah. Selain pembangunan gedung di Universitas Mataram dan Universitas Jambi, PT Nusa Konstruksi Enjiniring juga menggarap proyek pembangunan Badan Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP) Surabaya tahap 3, RSUD Sungai Dareh Kabupaten Darmasraya, Gedung Cardiac RS Adam Malik Medan, Paviliun RS Adam Malik Medan, RS Inspeksi Tropis Surabaya, dan RSUD Ponorogo. Tak hanya itu, PT Nusa Konstruksi juga menggarap proyek Wisma Atlet dan pembangunan Gedung Serba Guna Palembang, Pemprov Sumatera Selatan tahun 2011. Pengerjaan proyek-proyek tersebut atas 'bantuan' mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin lewat perusahaannya Permai Grup.

Untuk kasus dugaan korupsi pembangunan RS Udayana, PT Nusa Konstruksi Enjiniring diduga merugikan negara hingga Rp25 miliar. Perusahaan yang tengah menggarap sejumlah proyek di bilangan Kuningan, Jakarta itu telah menyerahkan uang sebesar Rp 15 miliar.

Untuk mengusut proyek-proyek lain yang terindikasi korupsi, KPK memeriksa PT Nusa Konstruksi Enjiniring yang diwakili Direktur Utama, Djoko Eko Suprastowo. Meski demikian, Agus mengatakan, pihaknya tetap akan menuntut PT Nusa Konstruksi Enjiniring sebagai korporasi.

"Direktur utama (yang mewakili), walaupun mungkin tuntutannya nanti nggak ke direktur utamanya tapi ke perusahaannya," kata Agus.

Terkait kasus dugaan korupsi proyek pembangunan RS Pendidikan Khusus Penyakit Infeksi dan Pariwisata Universitas Udayana, PT Nusa Konstruksi Enjiniring diduga telah melakukan perbuatan melawan hukum dan menyalahgunakan wewenang untuk memperkaya diri sendiri atau orang lain, atau suatu korporasi. PT Nusa Kontruksi Enjiniring diduga telah melakukan sejumlah penyimpangan seperti merekayasa penyusunan Harga Perkiraan Sendiri dan rekayasa mengkondisikan PT DGI sebagai pemenang tender. Pemahalan satuan harga ini menjadikan pemerintah bayar lebih tinggi. Dari nilai proyek Rp 138 miliar, diduga terjadi kerugian negara Rp 25 miliar dalam pelaksanaan proyek tersebut.

Terkait kasus ini, PT Nusa Konstruksi Enjiniring telah mengembalikan uang kepada KPK sebesar Rp 15 miliar. Agus menyebut, pengembalian uang yang dilakukan PT Nusa Konstruksi Enjiniring tak serta-merta menghilangkan pidana perusahaan tersebut.

"Tergantung dari proses pemeriksaan dan proses pengadilan. Kita juga sampaikan di dalam ya, kalau yang Rp25 miliar (dugaan kerugian negara dalam pembangunan RS Udayana) itu kan hanya satu proyek, dulu mengerjakan berapa proyek?" tegas Agus.

Djoko diketahui telah rampung diperiksa penyidik KPK. Namun, Djoko enggan berkomentar mengenai materi pemeriksaan yang dijalaninya.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

KPK Tak Akan Penuhi Panggilan Pansus Angket

KPK masih menunggu hasil gugatan uji materi terkait pembentukan angket di MK

NASIONAL | 22 Agustus 2017

Presiden Jokowi Akan Hadiri Kongres PMKRI di Palembang

Presiden mengapresiasi PMKRI yang selama ini terus berkomitmen menjaga persatuan nasional.

NASIONAL | 22 Agustus 2017

Prosedur Tak Mampu Cegah Penggelembungan Harga Heli AW 101

Anggota Komisi I DPR Supiadin Aries Saputra meyakini, pembelian helikopter Agusta Westland (AW) 101 telah memenuhi prosedur.

NASIONAL | 22 Agustus 2017

Buka Kongres Asosiasi Media Siber, JK Ajak Perangi Hoax

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) membuka Kongres Pertama Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI).

NASIONAL | 22 Agustus 2017

Idul Adha Jatuh pada 1 September

Hilal 1 Zulhijah sudah terlihat dan berarti Idul Adha jatuh pada tanggal 1 September 2017

NASIONAL | 22 Agustus 2017

Wapres Tegaskan Pentingnya Verifikasi Pulau ke PBB

Verifikasi pulau penting agar kasus Pulau Sipadan dan Ligitan yang direbut oleh Malaysia tak terulang.

NASIONAL | 22 Agustus 2017

Pilgub Jabar, Deddy Mizwar Diberi Kesempatan untuk Pikat PAN

Deddy Mizwar banyak bercerita soal rencana pembangunan infrastruktur di provinsi Jawa Barat pada tahun mendatang.

NASIONAL | 22 Agustus 2017

Polda Sumut Tembak Mati Bandar Narkoba Jaringan Internasional

Bandar narkoba yang tewas berinisial TMY alias F (47) warga Desa Blang, Kecamatan Tanah Pasir.

NASIONAL | 22 Agustus 2017

Deteksi Dini Penyebab Stroke dengan Brain Document

Brain Documen mampu mendeteksi faktor resiko terjadinya stroke.

NASIONAL | 22 Agustus 2017

Idul Adha Jatuh Pada 1 September

Hal itu diputuskan lewat sidang penetapan (isbat) awal Dzulhijah di Jakarta, Selasa (22/8).

NASIONAL | 22 Agustus 2017


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS