Indonesia Butuh Sistem Penanganan Bencana Terpadu yang Lebih Baik
INDEX

BISNIS-27 447.922 (0.22)   |   COMPOSITE 5096.45 (-4.63)   |   DBX 966.383 (0.26)   |   I-GRADE 139.404 (0.54)   |   IDX30 427.333 (0.82)   |   IDX80 113.424 (-0.07)   |   IDXBUMN20 292.954 (-1.76)   |   IDXG30 119.109 (0.49)   |   IDXHIDIV20 379.033 (0.39)   |   IDXQ30 124.381 (0.25)   |   IDXSMC-COM 220.154 (-1.19)   |   IDXSMC-LIQ 258.539 (-0.54)   |   IDXV30 108.161 (-0.91)   |   INFOBANK15 830.634 (2.07)   |   Investor33 372.738 (0.67)   |   ISSI 150.924 (0.03)   |   JII 548.46 (1.53)   |   JII70 187.38 (0.16)   |   KOMPAS100 1019.47 (0.03)   |   LQ45 787.196 (1.37)   |   MBX 1409.36 (-1.53)   |   MNC36 279.413 (0.25)   |   PEFINDO25 280.307 (-3.18)   |   SMInfra18 241.86 (0.29)   |   SRI-KEHATI 315.824 (0.31)   |  

Indonesia Butuh Sistem Penanganan Bencana Terpadu yang Lebih Baik

Senin, 4 Februari 2019 | 18:43 WIB
Oleh : Yeremia Sukoyo / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Negara Indonesia merupakan salah satu negara yang rawan terkena bencana alam. Bencana alam mulai dari gempa, tsunami, hingga gunung meletus sering terjadi lantaran Indonesia diapit oleh tiga lempeng tektonik.

Sepanjang 2018, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat peristiwa gempa bumi sebanyak 11.577 kali. Dari jumlah itu, sebanyak 23 gempa di antaranya berdaya rusak cukup parah, seperti yang menimpa wilayah Palu- Donggala beberapa waktu lalu.

Anggota DPR RI Komisi VII, yang juga Ketua Fraksi Partai Nasdem, Ahmad HM Ali, menilai, ke depannya penanggulangan bencana seharusnya dapat menjadi perhatian lebih dari seluruh elemen masyarakat dan pemerintah.

Menurutnya, penanggulangan bencana gempa di Indonesia saat ini menuntut pengelolaan yang lebih sistemik dan terpadu. Artinya, tidak hanya terkait dengan mitigasi risiko, tetapi juga manajemen bencana (disaster management).

"Jadi ada semacam protokol penanganan bencana gempa yang lebih menyeluruh dan terpadu. Indonesia perlu belajar banyak dari negara-negara lain yang mampu menangani gempa dengan baik," kata Ali, Senin (4/1) di Jakarta.

Dicontohkan, Negara Cile yang pernah dihantam gempa bumi kemudian mengambil langkah strategis dengan melahirkan "Cile Prepares", yakni sebuah kebijakan yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur sistem penanganan bencana gempa yang sangat baik.

Tahun 2015, saat Cile diterjang gempa berkekuatan 8,3 SR yang disusul tsunami, hanya dalam hitungan menit otoritas Cile berhasil mengevakuasi 1 juta warganya. Dengan kekuatan gempa sedahsyat itu, korban meninggal hanya 13 orang.

"Bandingkan dengan gempa di Indonesia yang bermagnitudo lebih rendah, namun korban yang jatuh jauh lebih banyak," ungkap Ali.

Dirinya juga mencontohkan Jepang dan Meksiko yang merupakan dua negara rawan gempa lainnya yang unggul dalam sistem mitigasi gempa dan disaster management. Kedua negara itu berhasil mengembangkan alarm pendeteksi gerakan seismik yang mampu memberi waktu lebih dari satu menit kepada warga untuk menyelamatkan diri serta penerapan konstruksi tahan gempa yang konsekuen.

Dengan sistem penanganan bencana gempa yang terpadu, dirinya yakin korban dan dampak bencana alam dapat diminimalisir. Selain tentunya juga perlu meningkatkan sistem logistik kedaruratan bencana sebagai bagian integral dari sistem penangangan gempa terpadu.

"Pengalaman gempa Palu, banyak korban ditemukan di bawah reruntuhan yang seharusnya dapat diselamatkan. Namun, karena keterbatasan dan keterlambatan alat berat, membuat proses evaskuasi terhambat dan nyawa mereka tidak tertolong," ucapnya.

Persoalan-persoalan tersebut menurutnya berpangkal pada belum adanya keseriusan membangun sistem logistik kedaruratan bencana. Oleh karena itu dirinya mengusulkan Palu menjadi pilot project penerapan sistem penanganan gempa terpadu.

"Bukan hanya karena Palu baru saja mengalami gempa dan tsunami parah, tetapi karena status Sulawesi Tengah sendiri tercatat sebagai wilayah rentan gempa karena keberadaan sesar Palu Koro," tutupnya.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Ombudsman Ingatkan Bulog Hati-hati Ekspor Beras

Bila stok beras tersebut tidak berkualitas, pemerintah nantinya tak bisa melakukan operasi pasar dengan efektif untuk menekan harga supaya turun.

NASIONAL | 4 Februari 2019

Umat Kong Hu Cu di Depok Berharap Tak Ada Lagi Sebutan Minoritas

Umat Kong Hu Cu berharap Presiden Jokowi bersedia hadir dalam perayaan Imlek 10 Februari mendatang di TMII.

NASIONAL | 4 Februari 2019

Pegawainya Dianiaya, KPK akan Bentuk Biro Keamanan

Pembentukan kelembagaan KPK memperhatikan penguatan pengamanan tidak hanya fisik tapi juga data.

NASIONAL | 4 Februari 2019

Gempa Susulan di Mentawai Terjadi 52 Kali

Menurut Sutopo, gempa juga merusak jaringan komunikasi yang ada di Kepulauan Mentawai.

NASIONAL | 4 Februari 2019

Polri Belum Bisa Konfirmasi Pelaku Bom Gereja Filipina adalah WNI

“Apa benar dua orang pelaku itu WNI, tunggu saja, kita akan update,” kata Iqbal.

NASIONAL | 4 Februari 2019

Ahmad Dhani Dijenguk Mulan Jameela dan Anak-anaknya

Camelia menyatakan bahwa dirinya memang datang bersama Mulan Jamella lantaran Mulan minta ditemani untuk menjenguk suaminya di dalam penjara.

NASIONAL | 4 Februari 2019

Teror Pembakaran di Jateng, Polri: Pelaku Persiapkan Diri

Polisi mengumpulkan CCTV dan mencari benang merah apakah ada kolerasi antara korban dengan pelaku.

NASIONAL | 4 Februari 2019

Warga Beribadah di Vihara Dharma Bhakti Jelang Imlek

Menjelang perayaan tahun baru Imlek, Vihara Dharma Bhakti di Tamansari, Jakarta Barat, ramai didatangai pengunjung.

NASIONAL | 4 Februari 2019

Rayakan HUT ke-32, Suara Pembaruan ‎Siap Songsong Era Digital

SP siap menyambut era digital yang berbasiskan pada revolusi industri 4.0.

NASIONAL | 4 Februari 2019

Repnas Sosialisasikan Prestasi Jokowi di Lampung

Lampung menjadi provinsi ke tujuh dari 16 provinsi yang dikunjungi Bus Repnas Jelajah Nusantara.

NASIONAL | 4 Februari 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS