Nurdin Basirun Diduga Terima Gratifikasi Miliaran Rupiah Terkait Perizinan di Kepri
INDEX

BISNIS-27 447.461 (-6.35)   |   COMPOSITE 5059.22 (-59.86)   |   DBX 933.73 (-7.01)   |   I-GRADE 135.366 (-2.1)   |   IDX30 427.201 (-7.13)   |   IDX80 111.513 (-1.85)   |   IDXBUMN20 284.629 (-6.37)   |   IDXG30 118.405 (-1.6)   |   IDXHIDIV20 382.903 (-6.43)   |   IDXQ30 125.347 (-2.16)   |   IDXSMC-COM 215.54 (-2.56)   |   IDXSMC-LIQ 243.745 (-4.83)   |   IDXV30 105.043 (-1.69)   |   INFOBANK15 803.622 (-8.33)   |   Investor33 371.182 (-4.92)   |   ISSI 148.056 (-1.95)   |   JII 539.107 (-10.07)   |   JII70 182.679 (-3.16)   |   KOMPAS100 996.599 (-14.96)   |   LQ45 780.316 (-12.34)   |   MBX 1404.61 (-17.5)   |   MNC36 278.843 (-3.77)   |   PEFINDO25 265.576 (-5.11)   |   SMInfra18 242.356 (-5.25)   |   SRI-KEHATI 313.434 (-3.93)   |  

Nurdin Basirun Diduga Terima Gratifikasi Miliaran Rupiah Terkait Perizinan di Kepri

Rabu, 17 Juli 2019 | 10:59 WIB
Oleh : Fana Suparman / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Gubernur Kepulauan Riau, Nurdin Basirun sebagai tersangka kasus dugaan suap izin prinsip dan lokasi pemanfaatan laut, proyek reklamasi di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil Kepulauan Riau Tahun 2018/2019 serta kasus penerimaan gratifikasi.

Dalam kasus suap, Nurdin melalui Kadis Kelautan dan Perikanan Pemprov Kepri, Edy Sofyan dan Kabid Perikanan Tangkap, Budi Hartono diduga menerima suap sebesar Sin$ 6.000 dan Rp 45 juta dari pengusaha bernama Abu Bakar. Suap ini diberikan untuk memuluskan izin pemanfaatan laut untuk melakukan reklamasi di Tanjung Piayu, Batam yang diajukan Abu Bakar ke Pemprov Batam.

Abu Bakar berencana membangun resort dan kawasan wisata seluas 10,2 hektar. Padahal, Tanjung Playu merupakan area yang memiliki diperuntukkan sebagai kawasan budidaya dan hutan lindung. Sementara untuk kasus gratifikasi, Nurdin diduga menerima uang miliar rupiah terkait jabatannya sebagai Gubernur Kepri. Sejauh ini, KPK mendeteksi gratifikasi itu diterima Nurdin terkait perizinan di Kepri.

"Ada beberapa yang sudah diidentifikasi misalnya terkait dengan proses perizinan dan hal lainnya," kata Jubir KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Rabu (17/7/2019).

Meski demikian, Febri masih enggan mengungkap perizinan yang menjadi bancakan Nurdin untuk menerima gratifikasi. Febri juga masih enggan mengungkap identitas para pihak yang diduga memberikan gratifikasi kepada Basirun. Menurutnya, tim penyidik saat ini masih terus mendalami gratifikasi tersebut.

"Ada dugaan penerimaan penerimaan dan sumber lainnya terkait dengan siapa saja sumber lain itu tentu belum bisa disebut dia katakan proses penyidikan masih berjalan saat ini,"," katanya.

Saat menangkap Nurdin dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT), Rabu (10/7/ lalu, KPK menyita sejumlah uang yang disimpan dalam sebuah tas di Rumah Dinas Gubernur Kepri. Uang dalam pecahan enam mata uang itu terdiri dari Sin$ 43.942, US$ 5.303, EURO 5, RM 407, Riyal 500, dan Rp 132.610.000. Tak hanya itu, saat menggeledah Rumah Dinas Nurdin pada Jumat (12/7) KPK juga menyita uang miliaran rupiah yang disimpan dalam 13 tas ransel, plastik dan paperbag. Febri mengatakan, uang dengan total Rp3,5 miliar, US$33.200 dan Sin$134.711 tersebut ditemukan penyidik berserakan di kamar Nurdin.

"Itu tidak kami temukan di satu tempat di kamar rumah dinas Gubernur, tapi kami temukan di beberapa tempat di kamar yang tidak disusun sedemikian rupa jadi agak berserakan uang di sana dalam beberapa tas tersebut. Itu yang kami kumpulkan dan kami sita," katanya.

Saat OTT, tim Satgas KPK menyita Sin$ 43.942, US$ 5.303, EURO 5, RM 407, Riyal 500, dan Rp 132.610.000. Tak hanya itu, saat menggeledah Rumah Dinas Nurdin, KPK kembali menyita uang tunai sekitar Rp3,5 miliar, US$33.200 dan Sin$134.711.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

KPK Minta Polri Jelaskan Penyiram Air Keras Terhadap Novel Baswedan

KPK meminta Polri menjelaskan pelaku penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan

NASIONAL | 17 Juli 2019

Ketua KPK Berharap Kasus Novel Baswedan Selesai di Periode Kedua Jokowi

"Salah satunya bagaimana menyelesaikan kasus Novel Baswedan, kami berharap ada perhatian," kata Agus.

NASIONAL | 17 Juli 2019

Kemsos Salurkan Bantuan Rp 1,39 M untuk Korban Gempa Halmahera Selatan

Untuk mencapai desa Gane Luar sebagai daerah terparah karena gempa tersebut tim bantuan Kemsos harus menempuh perjalanan selama 10 jam perjalanan dari Ternate.

NASIONAL | 17 Juli 2019

Konfercab PDIP Surabaya Berakhir, Keputusan DPP Tak Berubah

Djarot bersyukur PAC yang semula menolak, malam itu bisa menerima semua yang telah menjadi keputusan DPP.

NASIONAL | 17 Juli 2019

Wakil Ketua DPRD Surabaya Dijebloskan ke Rutan

Ditahannya politisi Gerindra itu menyusul anggota DPRD Surabaya sebelumnya, Sugito dari Hanura, yang lebih dahulu menghuni Rutan yang sama, sejak 27 Juni.

NASIONAL | 17 Juli 2019

Senator Terpilih Gelar Silaturahmi, Ratu Hemas: Lembaga DPD Akan Semakin Kuat

FGD ini bertujuan untuk menyamakan persepsi dalam rangka penguatan tugas serta penguatan DPD dalam sitem ketatanegaraan.

NASIONAL | 17 Juli 2019

Sejumlah Mantan Bupati Akan Maju di Pilgub Bengkulu 2020

Mereka masih melihat situasi dan melirik partai politik (parpol) yang akan didekati dan bersedia mengusung pada pilkada September tahun depan.

NASIONAL | 17 Juli 2019

Kemkumham Polisikan Wali Kota Tangerang

Pelaporan dilakukan agar permasalahan ini bisa segera diselesaikan "demi kepentingan bangsa dan negara".

NASIONAL | 16 Juli 2019

Walhi Kritisi Izin Pengusahaan Hutan di Tengah Moratorium

Pemerintah mengeluarkan izin pelepasan kawasan hutan untuk sawit dan tanaman industri seluas 18 juta ha.

NASIONAL | 17 Juli 2019

Komik Karya Gadis Makassar akan Dibagikan PBB ke 100.000 Sekolah

Komik ini berkisah tentang tokoh bernama Cipta yang berhasil menghentikan aksi perundungan di sekolah.

NASIONAL | 17 Juli 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS