Eks Sesmenpora Janji Beberkan Peran Imam Nahrawi di Pengadilan
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Eks Sesmenpora Janji Beberkan Peran Imam Nahrawi di Pengadilan

Senin, 23 September 2019 | 14:28 WIB
Oleh : Fana Suparman / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Mantan Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora) Alfitra Salam rampung diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (23/9/2019) siang. Alfitra diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap dana hibah KONI yang menjerat mantan Menpora Imam Nahrawi dan asisten pribadinya, Miftahul Ulum.

Alfitra yang menjabat Sesmenpora periode 2014-2016 enggan mengungkap materi pemeriksaan yang dijalaninya. Termasuk saat dikonfimasi mengenai dirinya yang kerap dimintai uang oleh Imam Nahrawi. Alfitra meminta awak media untuk mendengarkan pernyataannya di Pengadilan Tipikor.

"Lihat saja di proses pengadilan lah," kata Alfitra usai diperiksa di Gedung KPK, Jakarta, Senin (23/9).

Awak media pun sempat mengonfirmasi mengenai pernyataan Sekretaris Jenderal Komite Olahraga Nasional Indonesia (Sekjen KONI) Ending Fuad Hamidy yang pernah mendengar keluhan Alfitra yang kerap 'dipalak' Imam Nahrawi. Alfitra berjanji akan membeberkan hal yang diketahui dan dialaminya terkait perkara ini dalam proses persidangan nanti.

"Nanti lihat saja proses peradilan. Yang jelas saya diminta (diperiksa) hanya tugas saya sebagai KPA (kuasa pengguna anggaran) dalam Sesmenpora," katanya.

Sebelumnya, Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy mengaku pernah mendengar keluhan Alfitra Salamm saat menjabat sebagai Sesmenpora. Saat itu, Alfitra mengaku tidak kuat lagi menjadi Sesmenpora karena kerap diminta menyediakan uang oleh Imam Nahrawi. Hal ini diungkapkan Ending saat bersaksi dalam perkara dugaan suap pengurusan dana hibah KONI di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (29/4/2019). Ending yang juga terdakwa dalam perkara ini bersaksi untuk terdakwa lainnya, Bendahara Umum KONI Jhonny E Awuy.

"Pak Alfitra bilang, 'Saya mau mengundurkan diri dari Sesmenpora karena tidak tahan. Sudah terlalu berat beban saya'," kata Ending dalam kesaksiannya di persidangan.

Ending menuturkan, saat itu, Alfitra diminta menyiapkan uang Rp 5 miliar. Keluh kesah yang disampaikan Alfitra sambil menangis ini juga disaksikan oleh istri Alfitra.

"Curhat sambil menangis dengan (disaksikan) istrinya, beliau harus siapkan uang Rp 5 miliar," ungkap Ending.

Alfitra sempat meminjam uang kepada Ending untuk memenuhi permintaan uang Rp 5 miliar tersebut. Namun, Ending tak dapat menyanggupi lantaran tidak punya uang sebanyak itu.

Menurut Ending, Alfitra selalu diancam akan diganti dari jabatannya apabila tidak dapat memenuhi permintaan uang. Alfitra bercerita bahwa permintaan uang itu disampaikan langsung oleh Menpora Imam Nahrawi.

"Kalau informasi Beliau (Alfitra) itu Pak Menteri. Dia bilang bukan akan dicopot, tetapi akan diganti," kata Ending.
Diketahui, Imam dan Miftahul Ulum ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan dana Hibah KONI dan dugaan penerimaan gratifikasi. Imam Nahrawi dan Miftahul Ulum diduga menerima uang sejumlah Rp 14,7 miliar dalam rentang 2014-2018. Selain penerimaan uang tersebut, dalam rentang waktu 2016-2018, Imam Nahrawi diduga juga meminta uang sejumlah total Rp11,8 miliar. Dengan demikian, Imam diduga menerima Rp 26,5 miliar yang diduga merupakan commitment fee atas pengurusan proposal hibah yang diajukan oleh pihak KONI kepada Kemenpora TA 2018, penerimaan terkait Ketua Dewan Pengarah Satlak Prima dan penerimaan lain yang berhubungan dengan jabatan Imam selaku Menpora. Uang tersebut diduga digunakan untuk kepentingan pribadi Menpora dan pihak Iain yang terkait.

Atas tindak pidana yang diduga dilakukannya, Imam dan Miftahul Ulum disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 12 B atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo. Pasal 64 Ayat (1) KUHP.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Wamena Membara, Abepura Berhasil Diredam

Di Universitas Cenderawasih (Uncen), Abepura, Papua kondisi juga dilaporkan memanas siang ini.

NASIONAL | 23 September 2019

Nasaruddin Umar: Menteri Kabinet Jokowi Harus Cerdas Emosional dan Spiritual

Menurut Nasaruddin, menteri mendatang harus cerdas secara emosional dan juga spiritual.

NASIONAL | 23 September 2019

KPK Periksa Dirut PT KPBN

Edward dijadwalkan diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap distribusi gula di PT Perkebunan Negara (PTPN) III.

NASIONAL | 23 September 2019

Kembangkan Ekonomi Kreatif, Kempora Gelar Festival Pemuda Kreatif di Batam

Kegiatan diramaikan stand kuliner, kriya, fashion dan IT yang bertujuan untuk memberi ruang yang seluas-luasnya kepada generasi muda menunjukkan kreativitas.

NASIONAL | 23 September 2019

Wamena Membara Dipicu Hoax

Wamena dilanda aksi massa yang berujung pada tindakan anarkis oleh massa yang marah pada Senin (23/9/2019). Sejumlah gedung dibakar massa yang tersulut hoax.

NASIONAL | 23 September 2019

Indonesia Bisa Belajar dari Taiwan

Di Taiwan pendidikan vokasi berjalan selaras, seimbang, dan harmonis antara perguruan tinggi dengan perusahaan, sehingga berdampak pada kemajuan negara itu.

NASIONAL | 23 September 2019

Ketua KPU Sebut 3 Catatan Positif Pemilu 2019

Ketua KPU Arief Budiman menyebut 3 catatan positif Pemilu 2019 mulai dari penggunaan anggaran yang efektif dan efisien, sampai demokrasi yang terkonsolidasi.

NASIONAL | 23 September 2019

Blokade Jalan Jayapura-Padang Bulan Dibuka

Beberapa jam lalu, ruas jalan yang menghubungkan Kota dan Kabupaten Jayapura itu diblokade oleh aparat keamanan karena adanya demonstrasi sekelompok mahasiswa.

NASIONAL | 23 September 2019

Hujan Mulai Turun, Namun Kabut Asap Belum Lenyap

Meski hujan telah turun di Kota Pontianak, Senin pagi, namun belum menghilangkan sepenuhnya kabut asap di wilayah itu.

NASIONAL | 23 September 2019

Kasus Suap Imam Nahrawi, KPK Periksa Eks Sesmenpora

Pemeriksaan terhadap Alfitra Salam dilakukan penyidik untuk melengkapi berkas penyidikan Miftahul Ulum, asisten pribadi Imam Nahrawi

NASIONAL | 23 September 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS