Karhutla di Jambi, Lahan Tujuh Perusahaan Disegel
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

Karhutla di Jambi, Lahan Tujuh Perusahaan Disegel

Minggu, 29 September 2019 | 19:41 WIB
Oleh : Radesman Saragih / FMB

Jambi, Beritasatu.com - Penegakan hukum kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi terus ditingkatkan. Penegakan hukum tersebut ditandai dengan penyegelan lahan tujuh perusahaan yang terkait karhutla. Bahkan izin perusahaan yang terlibat kasus karhutla di Jambi bakal ada yang segera dicabut.

Penyegelan lahan tujuh perusahaan yang terkait karhutla di Jambi dilakukan Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLHK) selama dua hari, Sabtu–Minggu (28 – 29/9/2019). Penyegelan lahan perusahaan itu dilakukan langsung oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Penegakan Hukum (Gakum) Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLHK), Rasio Ridho.

“Selama dua hari ini, Sabtu–Minggu, kami menyegel lahan tujuh perusahaan hutan tanaman industri (HTI) dan hak pengusahaan hutan (HPH) yang terkait kasus karhutla di Jambi. Kami juga merekomendasikan pencabutan izin perusahaan yang lahannya disegel tersebut karena karhutla di areal perusahaan sudah terjadi lebih satu kali,” kata Dirjen Gakum KLHK, Rasio Ridho seusai menyegel areal perusahaan PT KU di Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi, Minggu (29/9/2019).

Kebakaran Hutan, 228 Jadi Tersangka

Menurut Rasio Ridho, areal perusahaan HTI dan HPH yang disegel di Provinsi Jambi, PT RKK, PT BEP dan PT LKU, PT MAS, PT ABT, PT PDIW dan PT PB. Lahan yang sudah dua kali terbakar, yakni milik PT RKK. Areal perusahaan yang terbakar tersebut sebagian besar di Kabupaten Muarojambi. Kebakaran lahan PT RKK di Desa Puding, Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muarojambi tahun ini mencapai 1.200 ha. Sedangkan lahan perusahaan tersebut yang terbakar tahun 2015 sekitar 600 ha.

“Sudah dua kali lahan PT RKK terbakar. Ketika lahan perusahaan itu terbakar tahun 2015, mereka sudah didenda sekitar Rp 192 miliar. Kali ini perusahaan tersebut tak cukup lagi hanya didenda, tetapi izinnya kami rekomendasikan segera dicabut,” katanya.

Secara nasional, Rasio Ridho, KLKH sudah menyegel areal 62 perusahaan HTI, HPH dan perkebunan kelapa sawit. Sebanyak 20 perusahaan yang lahannya disegel milik perusahaan milik asing dengan total lahan terbakar sekitar 11.000 ha.

Jambi Masih Waspada Asap, Karhutla Belum Seluruhnya Padam

Sementara itu Kapolda Jambi, Irjen Pol Muchlis AS mengatakan, pihaknya sudah menetapkan dua perusahaan sebagai tersangka karhutla, yakni PT MAS dan PT BEP di Kabupaten Muarojambi. Kasus karhutla kedua perusahaan tersebut sudah masuk ke tahap penyidikan.

“Sedangkan perseorangan yang masih menjalani proses hukum terkait karhutla di Jambi sebanyak 40 orang. Para tersangka tersebut diproses di Polda Jambi dan beberapa kepolisian sektor (polres),”katanya.

29 Perusahaan
Sementara itu, Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warsi Jambi, Rudy Syaf mengatakan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi berada di areal 29 perusahaan, yaitu perusahaan perkebunan kelapa sawit, hutan tanaman industri (HTI) dan hak pengusahaan hutan (HPH).

Luas karhutla di Provinsi Jambi hingga akhir September ini mencapai 47.510 hektare (ha). Karhutla paling banyak di areal HTI, yakni sekitar 10.194 ha dan di arealHPH sekitar 8.619 ha. Kemudian kebakaran di areal perkebunan kelapa sawit sekitar 8.185 ha, hutan lindung (6.712 ha), restorasi ekosistem (6.648 ha), taman nasional (3.395 ha), lahan masyarakat (2.956 ha) dan taman hutan raya (801 ha).

“Hutan dan lahan gambut yang terbakar di Jambi juga cukup luas. Hutan dan lahan gambut dengan kedalaman empat meter yang terbakar di daerah ini hingga akhir September mencapai 14.697 ha atau sekitar 49 persem dari sekitar 29.701 ha hutan dan lahan gambut berkedalaman empat meter di Jambi.

Pembasahan Lahan Gambut Prioritas Utama Cegah Karhutla

Sementara itu Kepala Divisi Kajian dan Penguatan Informasi Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jambi, Dwi Nanto mengatakan, luas karhutla di Jambi Januari – September 2019 mencapai 23.000 ha. Jumlah titik api di daerah itu dalam kurun waktu yang sama mencapai 3.536 titik.

Titik api paling banyak muncul di Jambi terjadi selama Juli – September, lanjut Dwi Nanto, mencapai 3.000 titik. Sedangkan warga Kota Jambi yang terpapar asap dan terserang infeksi saluran pernafasan atas (ISPA) mencapai 16.000 orang.

Secara terpisah, Pejabat Kepala Desa Puding, Iwa Agustiwa, api yang belum padam di lahan gambut di sekitar desa mereka hingga Minggu (29/9/2019) berada di lahan gambut milik perusahaan PT Pesona, Desa Puding, Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muarojambi. Api di lahan gambut perusahaaan tersebut belum padam total karena hingga Minggu, hanya hujan gerimis yang turun di desa itu.

Kepala Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Addi Setiadi di Jambi, Minggu (29/9/2019) mengatakan, hujan lebat yang kembali mengguyur Jambi, Sabtu (28/9/2019) malam dan Minggu (29/9/2019) siang membuat karhutla di daerah itu hampir padam total.

Berdasarkan pantauan satelit Terra dan Aqua, titik api di Provinsi Jambi tidak ada lagi terpantau Minggu (29/9/2019) malam. Sedangkan titik api secara mingguan di Jambi juga turun drastis.

“Titik api di Jambi sepekan terakhir, 23–29 September 2019 hanya 145 titik. Titik api tersebut berkurang drastis dibandingkan pekan sebelumnya, 16–22 September 2019 sekitar 1.297 titik,” ujarnya.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

BMKG: Gempa Ambon Diduga Terkait Susunan Tektonik Kompleks

Terdapat beberapa unsur tektonik di kawasan tersebut yaitu Sesar Sorong, Sesar Buru, Sesar Tarera Aiduna, dan Seram Through.

NASIONAL | 29 September 2019

Petani Muda Berorientasi Ekspor, Bukan Swasembada Pangan Lagi

"Tingginya nilai ekspor tersebut karena keterlibatan para petani-petani muda yang tidak lagi berorientasi swasembada pangan, tetapi mengekspor," ujar Mentan.

NASIONAL | 29 September 2019

Menhub Apresiasi Peningkatan Waktu Tempuh LRT Palembang

Waktu tempuh LRT Palembang dari Stasiun Bandara-Stasiun DJKA menjadi 47 menit.

NASIONAL | 29 September 2019

Tewasnya Dokter di Wamena Diharapkan Tidak Surutkan Pengabdian

Seorang dokter, yakni dr Soeko Marsetiyo, meninggal karena menjadi korban kerusuhan di Wamena.

NASIONAL | 29 September 2019

Kemhub Serahkan 10 BRT untuk Menunjang LRT Palembang

"Adanya BRT untuk mendukung keberadaan LRT Palembang," kata Budi Karya.

NASIONAL | 29 September 2019

Putri Sri Bintang Pamungkas Terjerat Kasus Narkoba

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya memastikan tersangka kasus penyalahgunaan narkotika berinisial HNY alias Lea adalah putri Sri Bintang Pamungkas.

NASIONAL | 29 September 2019

Kapolda Sulsel Jadikan Korban Demo sebagai Anak Angkatnya

Kapolda Sulsel Mas Guntur Laupe menjadikan Dicky Wahyudi, mahasiswa yang ditabrak mobil Barracuda, sebagai anak angkatnya.

NASIONAL | 29 September 2019

IPB Belum Bisa Pastikan Salah Satu Dosennya Ditangkap Terkait Teror

Pihak kampus hingga saat ini belum mendapat informasi resmi dari kepolisian.

NASIONAL | 29 September 2019

Ini Dugaan Sementara Penembakan yang Tewaskan Mahasiswa di Kendari

Berdasarkan penyelidikan awal, diduga peluru berasal dari anggota Polri yang tidak terlibat langsung dalam penanganan unjuk rasa tersebut.

NASIONAL | 29 September 2019

Kelola Bandara Sentani, AP I Siapkan Investasi Rp 550 Miliar

Angkasa Pura (AP) I akan mengelola dan mengembangkan bandara Sentani dengan investasi Rp 550 miliar.

NASIONAL | 29 September 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS