Ada Keluarga Cendana di Balik Investasi Bodong MeMiles?
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Ada Keluarga Cendana di Balik Investasi Bodong MeMiles?

Minggu, 19 Januari 2020 | 00:40 WIB
Oleh : Aries Sudiono / FMB

Surabaya, Beritasatu.com - Polda Jawa Timur (Jatim) hingga kini belum menerima konfirmasi dari artis Judika Sitohang terkait surat pemanggilan pertamanya sebagai saksi terkait kasus dugaan investasi bodong PT Kam & Kam dengan menggunakan aplikasi MeMiles.

Demikian juga dengan saksi tiga orang keluarga mantan Presiden Soeharto yang lebih dikenal dengan Keluarga Cendana, masih ditunggu konfirmasinya terkait jadwal surat panggilan penyidik untuk bisa hadir memberikan keterangan di ruang penyidikan Ditreskrimsus Polda Jatim, Senin (20/1/2020) dan Selasa (21/1/2020) pekan depan.

“Untuk artis Judika, penyidik merencanakan akan mengirimkan surat panggilan kedua karena belum bisa memberikan kepastian, kapan bisa hadir. Hingga saat ini belum ada konfirmasi dari Judika maupun manajernya atas surat panggilan dari penyidik,” ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudho Wisnu Andiko, di Mapolda Jatim, Surabaya, Jumat (17/1/2020). Saat mendampingi Direktur Ditreskrim Polda Jatim Kombes Pol G. Arif Irawan, lebih lanjut diungkapkan, bahwa sesuai jadwal, penyidik akan memeriksa Judika dan Adjie Notonegoro pada, Rabu (22/1/2020) mendatang, terkait keterlibatan mereka dalam bisnis investasi bodong PT Kam & Kam berbasis aplikasi MeMiles itu.

“Baru artis Adjie Notonegoro yang telah memberikan konfirmasi. Kalau tanpa konfirmasi, penyidik bisa melakukan pemanggilan kedua,” ujar Kombes Pol Trunoyudho sambil menambahkan, bahwa sampai sore itu penyidik sudah memeriksa dua keterangan saksi dari dua artis terkait kasus dugaan investasi ilegal tanpa izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menggunakan aplikasi MeMiles tersebut.

Keduanya yakni, Eka Deli Mardiyana dan Marcello Tahitoe atau Ello. Dengan keterangan saksi itu diketahui, bahwa Eka Deli sebagai koordinator artis (talent) yang mengisi acara hiburan pada rapat anggota (member) dan undangan calon anggota agar ikut top up sebagai member baru.

Selain itu dibenarkan, sebagaimana dikemukakan Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan sebelumnya, kini penyidik sedang menyiapkan surat panggilan terhadap 13 orang artis yang status sementaranya juga sebagai saksi. Bahkan ada pula sejumlah nama pejabat yang ada di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Riau Divisi Pemasyarakatan, yang ikut sebagai member dan memperoleh satu unit mobil dari PT Kam & Kam melalui tersangka W.

“Kalau apa peran dari Keluarga Cendana, itu belum bisa disebutkan kendati sudah diungkapkan tersangka W,” kata dia.

Kombes Pol G. Arif Irawan pada kesempatan yang sama mengungkapkan, bahwa sampai hari itu laporan pengaduan dari warga yang mengaku menjadi korban investasi bodong MeMiles ke Polda Jatim terus bertambah. Mereka menyatakan mengalami kerugian mencapai miliaran rupiah. Dari pemeriksaan tersangka W, uang setoran (top up) dari para pelapor disebutkan digunakan untuk membeli mobil dan barang elektronik untuk hadiah member lain. Dari rekening W di luar rekening induk PT Kam & Kam, penyidik menyita barang bukti Rp 2 miliar atas nama W dari salah satu bank nasional.

Sebagaimana diberitakan, dalam kasus ini, Polda Jatim telah menetapkan lima tersangka, yakni masing-masing berinisial KTM (47), FS (52), ML atau Dr E (54), PH (22) serta W. Dalam kasus investasi bodong PT Kam & Kam via aplikasi MeMiles, penyidik berhasil mengamankan uang nasabah dari rekening induk sebesar Rp 122 miliar. Selain itu, penyidik juga mengamankan 18 unit mobil, dua sepeda motor, dan beberapa barang elektronik serta barang berharga lainnya. Dari tersangka W disebutkan, ada sekitar 120 unit mobil yang sudah diberikan sebagai hadiah atau reward kepada anggota dan secara bertahap akan ditarik penyidik Polda Jatim sebagai barang bukti.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Keraton Agung Sejagat dan Sunda Empire Sudah Lama di Radar BIN

“Itu kami sudah lama mendeteksinya, tetapi baru muncul (ramai),” ujar Kepala Badan Intelijen Negara, Jenderal Polisi (Purn) Budi Gunawan.

NASIONAL | 19 Januari 2020

ARBI dan DD Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Kecamatan Sukajaya

Penanganan pasca bencana banjir bandang dan longsor terus berlanjut. Arus Baru Indonesia (ARBI), bersama Lembaga Pengawasan Obat dan Makanan Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI), Dompet Dhuafa dan komunitas pencinta burung BIC, menyalurkan bantuan logistik untuk para penyintas bencana

NASIONAL | 18 Januari 2020

4 Fakta Truk‎ Kontainer Terguling di Rest Area KM 97

Truk kontainer mengalami rem blong dan dikemudikan oleh sopir yang tidak memiliki SIM.

NASIONAL | 18 Januari 2020

Wujud Solidaritas Mahasiswa Peduli Kanker

LSPR Cre-ART-ive Fest 2020 merupakan bentuk dukungan LSPR kepada para pejuang kanker di Indonesia.

NASIONAL | 18 Januari 2020

Kecelakaan Tunggal Bus di Subang, 8 Orang Tewas

Sedikitnya delapan orang tewas dan belasan lainnya luka-luka akibat kecelakaan lalu lintas di turunan Palasari, Kampung Nagrog, Desa Cisaat, Ciater, Subang.

NASIONAL | 18 Januari 2020

Kecelakaan Bus di Subang Tewaskan Enam Orang

Sebanyak enam orang meninggal dunia akibat kecelakaan tunggal sebuah bus pariwisata di Jalan Raya Palasari, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, Sabtu (18/1/2020

NASIONAL | 18 Januari 2020

Air Selokan Meluap, Pria di Bogor Tewas Terbawa Arus

Asep Maulana (35) ditemukan tewas terbawa arus saat sedang memperbaiki selokan yang tersumbat di Kampung Pasirkalong, Desa Sukakarya, Kabupaten Bogor.

NASIONAL | 18 Januari 2020

Bareskrim Bongkar Penampungan Pekerja Ilegal di Tapos

Bareskrim Polri membongkar tempat penampungan pekerja migran Indonesia di daerah Tapos, Depok, Jawa Barat.

NASIONAL | 18 Januari 2020

Paket 2 Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan Segera Rampung

Jasa Marga mengungkapkan bahwa sebagian Paket 3 Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan segera rampung dan bisa dilintasi saat libur Lebaran 2020.

NASIONAL | 18 Januari 2020

Pewarna Bekali Anggota Agar Miliki Karya Jurnalistik Kekristenan

Pewarna (Persatuan Wartawan Nasrani) mengharapkan para anggotanya dapat membuat tulisan bernuansa spritual kekristenan.

NASIONAL | 18 Januari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS