Dengan Terpaksa, ZA Terima Vonis Hakim
INDEX

BISNIS-27 431.53 (-3.35)   |   COMPOSITE 4906.55 (-27.45)   |   DBX 934.495 (-1.3)   |   I-GRADE 129.531 (-1.1)   |   IDX30 408.573 (-4.05)   |   IDX80 107.231 (-1.06)   |   IDXBUMN20 271.434 (-3.2)   |   IDXG30 114.42 (-1.08)   |   IDXHIDIV20 364.598 (-3.27)   |   IDXQ30 119.596 (-1.07)   |   IDXSMC-COM 210.435 (-0.56)   |   IDXSMC-LIQ 236.069 (-1.95)   |   IDXV30 101.606 (-0.8)   |   INFOBANK15 772.076 (-4.94)   |   Investor33 357.854 (-2.78)   |   ISSI 144.258 (-0.69)   |   JII 521.112 (-3.55)   |   JII70 177.199 (-1.37)   |   KOMPAS100 960.444 (-7.38)   |   LQ45 749.999 (-7.62)   |   MBX 1355.95 (-8.44)   |   MNC36 267.764 (-2.13)   |   PEFINDO25 261.843 (-3.84)   |   SMInfra18 232.762 (-2.06)   |   SRI-KEHATI 301.662 (-2.42)   |  

Kasus Pelajar Bunuh Begal

Dengan Terpaksa, ZA Terima Vonis Hakim

Jumat, 24 Januari 2020 | 15:51 WIB
Oleh : Aries Sudiono / FMB

Malang, Beritasatu.com - Pemuda berinisial ZA (17) pelajar kelas XII SMK di Kabupaten Malang, Jatim, yang divonis bersalah oleh hakim tunggal Pengadilan Negeri (PN) Kepanjen, Kabupaten Malang, Nuny Defiary karena dinilai melanggar Pasal 351 ayat 1 dan 2 KUHP yakni penganiayaan yang mengakibatkan begal Misnan (34) tewas, dengan amat terpaksa menerima putusan tersebut. Remaja ZA didampingi penasihat hukumnya, Bhakti Riza Hidayat, menandatangani berita acara putusan hakim di ruang Panitera PN Kepanjen, Malang, Jumat (24/1/2020).

ZA mengaku tidak mampu berbuat lain (untuk banding), karena ayah asuhnya yang sudah tua, Sudarto (69) menyatakan ikhlas ia menjalani pidana pembinaan alias ‘nyantri’ selama satu tahun di Panti Asuhan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Darul Aitam, yang ada di dalam Pondok Pesantren (Ponpes) Al Huda di Desa Patokpicis, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang.

“Demi orangtua, saya menerima putusan hakim,” lirih ZA.

Kasus Pelajar Bunuh Begal, ZA Divonis Hukuman Pembinaan Setahun

ZA mengambil pisau bekas yang dia pakai untuk kegiatan prakarya di sekolah, yang masih tersimpan di bawah jok motor yang hendak dirampas begal Misnan dan kawan-kawan (dkk). Spontan, ZA menusukkan ke dada begal yang memegang lengan kekasihnya yang akan diperkosa. Ia mengaku karena dalam kondisi sangat tertekan, ia tidak bisa berpikir lain kecuali melawan membela diri.

Bhakti Riza Hidayat sejak awal menyatakan pikir-pikir atas putusan hakim tunggal Nuny Defiary yang mengesampingkan pledoinya yang berisikan keterangan saksi kunci yaitu kekasih ZA berinisial FF alias VN (16), guru prakarya SMK tempat ZA menimba ilmu, serta keterangan saksi ahli pakar hukum pidana anak dari Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (FH UB) Malang, bahwa apa yang dilakukan ZA adalah pembelaan diri dan dapat dimaklumi, dimaafkan sebagaimana dijamin oleh Pasal 49 KUHP ayat 1 dan 2. Seharusnya hakim berani memutuskan bebas bagi ZA karena memenuhi unsur (pengecualian) pemaaf.

“Saya sebenarnya tidak tega, karena saya sendiri juga belum tahu, bagaimana itu LKSA Wajak. Namun karena disebutkan sebagai panti asuhan ponpes, dengan terpaksa kita harus lapang dada dan ikhlas ZA dijatuhi hukuman pembinaan dengan ‘nyantri’ di LKSA Darul Aitam di Ponpes Al Huda, selama setahun. Ini agar persidangan itu tidak membuat pikiran ZA kacau sehingga mempengaruhi masa depannya,” ujar Sudarto yang ditemui mengantar ZA membubuhkan tanda tangan di berita acara putusan di ruang Kepaniteraan PN Kepanjen.

Ia agak terkejut ketika seorang wartawan mengungkapkan, bahwa nantinya ZA dalam surat permohonan SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian), bisa dipastikan akan tercantum keterangan eks narapidana. “Waduh. Itu kita pikirkan nanti saja ya,” ujarnya gugup.

Sudarto mengaku bisa memahami bahwa ZA bertindak nekad demi membela kekasihnya yang hendak diperkosa korban begal Misnan di depan matanya. “Karma (tuntutan dan putusan) itu pasti kelak akan berbuah,” ujar Sudarto pasrah. Yang terpenting sekarang ini agar kasus yang membelit anaknya di pengadilan segera berakhir. “Yang lain-lain, kita pikirkan belakangan,” tambah Sudarto dengan nada lirih. Sementara ZA sendiri menyerahkan semuanya kepada orangtuanya dan penasihat hukumnya.

Pengacara Bhakti Riza Hidayat sebelumnya berulang kali menjelaskan kepada orangtua dan keluarga ZA, bahwa empat tuntutan dalam dakwaan yang disampaikan jaksa, tidak semuanya dapat dibuktikan dalam proses persidangan tertutup yang berlangsung perdana, Selasa (14/1). JPU menyampaikan empat pasal tuntutan dakwaan terhadap ZA meliputi Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman penjara seumur hidup, subsider Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara, lebih subsider Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan yang menyebabkan kematian dengan ancaman penjara maksimal tujuh tahun, dan lebih subsider lagi, Pasal 2 ayat 1 Undang-undang Darurat nomor 12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.

Jaksa sendiri kemudian menggugurkan pasal-pasal pembunuhan dan mengenakan pasal penganiayaan yang mengakibatkan korban (begal Misnan) mati. Penasihat hukum alumnus FH UB Malang itu kecewa karena hakim tidak mempedulikan Pasal 49 KUHP ayat 1 dan 2 sehingga mengabaikan dalam pertimbangan vonisnya. ZA mengakui menikam begal itu satu kali di dadanya dengan pisau yang diambil dari bawah jok motor kekasihnya FF alias VN. Namun ia sama sekali tidak punya rencana melakukan penganiayaan kecuali membela kekasihnya yang hendak diperkosa begal Misnan di depan matanya.

“Pasal pembelaan dalam KUHP itu merupakan unsur pembenar dan pemaafnya. Sayang tidak dipertimbangkan,” ujar Bhakti sambil memegang kepalanya tanda tidak habis pikir dengan vonis tersebut. Keluarga ZA menerima vonis itu agar kasus yang membelit ZA segera berakhir.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Dompet Dhuafa Launching Aplikasi Barzah Pertama di Indonesia

Dompet Dhuafa meluaskan sebaran manfaatnya dengan menggandeng kemitraan dan menghadirkan aplikasi BARZAH di platform ponsel pintar

NASIONAL | 24 Januari 2020

Tiga Bendungan di Jatim Siap Difungsikan

Pembangunan ketiga bendungan tersebut bertujuan untuk mencapai misi ketahanan pangan dan ketahanan air.

NASIONAL | 24 Januari 2020

Kasus Investasi Bodong, Pengamat Nilai Tepat Polisi Usut Keterlibatan Keluarga Cendana

Agus mengatakan, penanganan kasus ini secara perlahan mulai menunjukkan titik terang.

NASIONAL | 24 Januari 2020

Berkas Tersangka Kasus Novel Diteliti Jaksa

Seperti diketahui dua pelaku penyerang Novel bernama Robby dan Rahmat telah diamankan polisi.

NASIONAL | 24 Januari 2020

Perkuat Toleransi Beragama dalam Kirab Kebangsaan Merah Putih

Kirab Kebangsaan Merah Putih diikuti oleh ribuan masyarakat.

NASIONAL | 24 Januari 2020

Pemerintah Diminta Segera Sesuaikan Tarif Angkutan Penyeberangan

Tarif angkutan penyeberangan hingga kini tak kunjung ditetapkan meskipun sudah dibahas selama 1,5 tahun lebih.

NASIONAL | 24 Januari 2020

Diperiksa KPK, Komisioner KPU Mengaku Ditanya Penetapan Caleg PDIP

Hasyim Asy'ari juga mengaku diminta keterangannya terkait penetapan Caleg politisi PDIP Harun Masiku dan komunikasi dengan Wahyu Setiawan.

NASIONAL | 24 Januari 2020

KPN Tingkatkan Pemulihan Trauma Korban Bencana

Ketakutan bencana susulan dan trauma kehilangan harta benda serta sanak keluarga.

NASIONAL | 24 Januari 2020

Selain Hasto, KPK Juga Periksa Tiga Staf DPP PDIP

Tiga staf PDIP dipanggil dalam kapasitasnya sebagai saksi terkait dugaan suap kasus mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan.

NASIONAL | 24 Januari 2020

Sikap Menkumham untuk KNPI Diapresiasi

"Saat ini SK yang dipegang oleh kami merupakan SK yang berkelanjutan dari KNPI didirikan pada tahun 1973” ujar Ketua Bidang OKK DPP KNPI Zieko CH Odang.

NASIONAL | 24 Januari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS