KPK Tidak Mau Disebut Gagal Bekuk Harun Masiku
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

KPK Tidak Mau Disebut Gagal Bekuk Harun Masiku

Kamis, 30 Januari 2020 | 20:54 WIB
Oleh : Fana Suparman / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama kepolisian hingga saat ini belum juga berhasil menangkap caleg PDIP, Harun Masiku yang menjadi buronan atas kasus dugaan suap terkait proses Pergantian Antarwaktu (PAW) Anggota DPR. Meski sudah sekitar tiga pekan Harun buron, KPK enggan disebut gagal membekuk Harun yang merupakan caleg gagal PDIP.

"Bukan tidak berhasil atau tidak bisa menangkap. Tapi belum (berhasil)," kata Ali di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (30/1/2020) malam.

KPK menetapkan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan; caleg PDIP, Harun Masiku; mantan anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina dan seorang swasta bernama Saeful sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait PAW anggota DPR. Wahyu dan Agustiani diduga menerima suap dari Harun dan Saeful dengan total sekitar Rp 900 juta. Suap itu diduga diberikan kepada Wahyu agar Harun dapat ditetapkan oleh KPU sebagai anggota DPR menggantikan caleg terpilih dari PDIP atas nama Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia. Tiga dari empat tersangka kasus ini telah mendekam di sel tahanan. Sementara, tersangka Harun Masiku masih buron hingga kini.

Sejak KPK menangkap Wahyu Setiawan selaku Komisioner KPU dan tujuh orang lainnya dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu (8/1/2020), Harun seolah 'hilang ditelan bumi'. Ditjen Imigrasi sempat menyebut calon anggota DPR dari PDIP pada Pileg 2019 melalui daerah pemilihan (dapil) Sumatera Selatan I dengan nomor urut 6 itu terbang ke Singapura pada 6 Januari 2020 atau dua hari sebelum KPK melancarkan OTT dan belum kembali. Pada 16 Januari Menkumham yang juga politikus PDIP, Yasonna H Laoly menyatakan Harun belum kembali ke Indonesia. Padahal, pemberitaan media nasional menyatakan Harun telah kembali ke Indonesia pada 7 Januari 2020 yang dilengkapi dengan rekaman CCTV di Bandara Soekarno-Hatta. Setelah ramai pemberitaan mengenai kembalinya Harun ke Indonesia, belakangan Imigrasi meralat informasi dan menyatakan Harun telah kembali ke Indonesia. Meski dipastikan telah berada di Indonesia, Harun hingga kini masih melenggang bebas.
Ali mengklaim, KPK bersama aparat kepolisian masih terus berupaya dengan berbagai cara untuk membekuk Harun. Ali optimistis penangkapan terhadap Harun hanya persoalan waktu.

"Ini soal waktu kapan kami bisa menemukan yang bersangkutan dan menangkap serta membawa ke KPK untuk dimintai pertanggungjawaban secara hukum," katanya.

Meski telah tiga pekan berlalu tanpa hasil, Ali menyatakan tak ada kendala bagi KPK dalam memburu Harun. Hanya saja, Ali mengakui berbagai cara yang dilakukan KPK dan kepolisian belum berhasil menangkap Harun.

"Tentunya KPK berbagai cara dilakukan. Selama ini dari segi teknologi dari berbagai cara. Tapi teknik-teknik dan strategi itu tidak bisa diampaikan karena ini bagian dari cara kami untuk mencari dan menangkap. Tetapi bahwa kami berbagai cara dilakukan bekerja sama dengan aparat penegak hukum lain mengandalkan informasi dari teman-teman, dari masyarakat kami tunggu. Kami juga menyampaikan daftar pencarian orang itu ke publik. Mudah-mudahan nanti ada informasi yang terbaru sehingga kami bergerak dan menangkap yang bersangkutan," katanya.

KPK sebelumnya mengakui Harun sempat berada di sekitar Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK). KPK mendeteksi keberadaan Harun tersebut saat proses penyelidikan hingga OTT terjadi pada Rabu (8/1/2020). Meski demikian, KPK gagal membekuk Harun saat OTT dilancarkan. Ali menyebut, saat itu tim Satgas kehilangan jejak Harun.

"Itu bagian dari proses OTT ini kan kita mengunakan berbagai teknik. Informasi intelijen dan sebagainya artinya memang tidak berhasil untuk menangkap saat itu," katanya.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Kapolri: Polisi Bantu KPK Buru Harun Masiku

Idham mengatakan, ia sudah memerintahkan Kabareskrim membuat tim untuk melakukan penyelidikan.

NASIONAL | 30 Januari 2020

Legenda Bulutangkis Taufik Hidayat Disebut Sampaikan Uang Suap Kempora

Taufik disebut menyampaikan uang sekitar Rp 1 miliar kepada Imam Nahrawi di rumah Taufik.

NASIONAL | 30 Januari 2020

Misbakhun Ingatkan Pemerintah agar Pengelolaan Taspen Diperbaiki

Misbakhun mengingatkan kepada pemerintah pengelolaan Taspen sudah tidak ideal, terkesan memakai skema ponzi alias gali lubang tutup lubang.

NASIONAL | 30 Januari 2020

KKP Ringkus Kapal Nelayan Asing Bawa Ikan Tuna 500 Kg di Laut Sulawesi

Kapal berbendera Filipina ini merupakan kapal kedelapan yang ditangkap di era kepemimpinan Menteri KKP Edhy Prabowo.

NASIONAL | 30 Januari 2020

Penipu Putri Lolowah dari Saudi adalah Ibu dan Anak

AH telah ditangkap di Kuningan, Jakarta Selatan, sementara ibunya masih buron.

NASIONAL | 30 Januari 2020

Polisi Anggota Sabhara Coba Bunuh Diri di Medan

Bripda AP dalam kondisi masih sadarkan diri dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan. Korban mengalami luka patah di bagian kaki dan pinggang.

NASIONAL | 30 Januari 2020

Aspri Imam Nahrawi Didakwa Terima Suap Rp 20 Miliar

Perbuatan ini dilakukan Miftahul bersama-sama dengan Imam Nahrawi.

NASIONAL | 30 Januari 2020

Panja Akan Dalami Siapa yang Ambil Untung dari Kerugian Jiwasraya

Menurut Baidlowi, produk Jiwasraya JS Saving Plan mirip skema Ponzi.

NASIONAL | 30 Januari 2020

Bandara Internasional Yogyakarta Dorong Pertumbuhan Ekonomi DIY

Perekonomian nasional dan DIY akan menghadapi tantangan kondisi perekonomian dunia yang tetap masih lesu.

NASIONAL | 30 Januari 2020

Polrestabes Medan Tangkap Jaringan Narkoba Malaysia-Aceh-Medan

Penangkapan itu berkat laporan masyarakat tentang adanya transaksi narkoba.

NASIONAL | 30 Januari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS