Upaya Selamatkan Buaya Berkalung Ban Terhambat Kerumunan Warga
INDEX

BISNIS-27 511.575 (-1.4)   |   COMPOSITE 5759.92 (23.42)   |   DBX 1054.23 (9.81)   |   I-GRADE 169.662 (-0.8)   |   IDX30 501.412 (-1.48)   |   IDX80 131.739 (0.17)   |   IDXBUMN20 371.622 (2.16)   |   IDXG30 135.832 (0.63)   |   IDXHIDIV20 450.213 (0.05)   |   IDXQ30 146.619 (-0.52)   |   IDXSMC-COM 244.641 (3.77)   |   IDXSMC-LIQ 299.216 (4.65)   |   IDXV30 126.958 (1.03)   |   INFOBANK15 989.895 (-6.43)   |   Investor33 430.473 (-1.37)   |   ISSI 168.725 (1.07)   |   JII 619.114 (0.96)   |   JII70 212.184 (1.01)   |   KOMPAS100 1175.82 (1.47)   |   LQ45 920.779 (-0.67)   |   MBX 1601.16 (5.3)   |   MNC36 321.923 (-0.8)   |   PEFINDO25 313.689 (3.18)   |   SMInfra18 292.004 (3.49)   |   SRI-KEHATI 368.014 (-1.81)   |  

Upaya Selamatkan Buaya Berkalung Ban Terhambat Kerumunan Warga

Jumat, 14 Februari 2020 | 14:41 WIB
Oleh : John Lory / FMB

Palu, Beritasatu.com - Tim penyelamat buaya dari Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Sulawesi Tengah (Sulteng) dan BKSDA Nusa Tenggara Timur (NTT) serta Polairud Polda Sulteng, yang dibantu ahli buaya asal Australia, menggunakan bantuan drone atau pesawat tanpa awak untuk menyelamatkan buaya terlilit ban bekas di Sungai Palu.

Setelah hampir sepekan upaya penyelamatan belum membuahkan hasil, kali ini, tim penyelamat memberi umpan buaya dengan seekor itik yang telah dipotong dan dipasangi pelampung lalu diterbangkan dengan drone.

Umpan itik tersebut diharapkan dapat dimangsa oleh hewan reptil tersebut sehingga, buaya berkalung ban dapat terindentifikasi keberadaannya dengan adanya pelampung.

''Saya berharap dengan drone itu, umpan dapat dimakan dan pada umpan itu ada pelampung yang nanti kita ikuti pakai perahu,'' kata Matt Wright, ahli buaya asal Australia, Jumat (14/2/2020).

Namun hingga Jumat (14/2/2020) siang, usaha yang dilakukan untuk menyelamatkan buaya yang terlilit ban di leher buaya tersebut belum juga membuahkan hasil.

“Kita terus lakukan pencarian, mudah-mudahan bisa menangkap secepatnya,” ujar Matt.

Menurut dia, ada beberapa faktor yang membuat upayanya gagal seperti, luasnya badan sungai dan kerumunan masyarakat yang terlalu ramai menyaksikan upaya penangkapan.

Matt berharap, penangkapan di malam hari menggunakan tombak besi bisa menjadi alternatif terakhir dalam menangkap buaya tersebut.

Jika tidak juga berhasil, Matt mengaku belum menemukan cara lain yang lebih efektif untuk menangkap buaya itu.

Sebelumnya, Kepala Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA Sulteng, Haruna membenarkan jika Matt Wright dan Chris Wilson, dua ahli pemerhati buaya asal Australia ikut membantu dalam menyelamatkan buaya berkalung ban di sungai Kota Palu, setelah berkonsultasi dengan Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati (KKH) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK).

Kedua warga negara asing itu resmi dilibatkan dan masuk dalam Tim Satgas Penanganan Satwa Buaya Berkalung Ban yang dibentuk oleh pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulteng, berdasarkan Surat Keputusan (SK) Nomor : SK.219/BKSDAST/TU/I/2020 tertanggal 31 Januari 2020.

Haruna berharap, tim satgas dengan bantuan dua ahli itu dapat memaksimalkan waktu untuk segera menyelamatkan buaya berkalung ban itu.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

65 Warga Jatim yang Dikarantina Akan Dipulangkan

Mereka dinyatakan sehat oleh Kementerian Kesehatan dan diperbolehkan kembali ke daerah asalnya masing-masing.

NASIONAL | 14 Februari 2020

Siswa Didenda Nonton Barongsay, Ini Respons Kemdikbud

Jika hanya menyaksikan Barongsai Cap Go Meh diperbolehkan. Akan tetapi, untuk terlibat dalam ritual perayaan memang tidak diperbolehkan sesuai ajaran Islam.

NASIONAL | 14 Februari 2020

DPR Belum Putuskan RUU Ciptaker Dibahas di Pansus atau AKD

Pimpinan DPR direncanakan menggelar rapat terlebih dahulu pekan depan.

NASIONAL | 14 Februari 2020

2 Kali Mangkir, Zulhas Penuhi Panggilan Pemeriksaan KPK

"Diperiksa sebagai saksi untuk tersangka korporasi PT Palma Satu," kata Plt Jubir KPK, Ali Fikri.

NASIONAL | 14 Februari 2020

Bamsoet Minta Pemerintah Prioritaskan Kebutuhan Rumah Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Alokasi dana FLPP yang bisa memberikan fasilitas bunga KPR tetap 5 persen dengan jangka waktu pinjaman 20 tahun bagi MBR harus ditambah.

NASIONAL | 14 Februari 2020

Kebutuhan BBM Masyarakat Enggano Dipasok Pertamina dari Padang

Zulkipli berharap ke depan pengiriman BBM dari Pertamina ke Enggano tidak terhambat lagi, sehingga aktivitas masyarakat tidak terganggu.

NASIONAL | 14 Februari 2020

KPK Hargai Hasil Survei yang Sebut Kepuasan Masyarakat Merosot

KPK berupaya memaksimalkan kerja-kerja pemberantasan korupsi.

NASIONAL | 13 Februari 2020

Terima Gelar Doktor Honoris Causa, Puan Maharani: Sejarah Bagi Saya

Puan menyadari tanggung jawabnya semakin besar setelah dianugerahi gelar doktor HC pada bidang "Kebudayaan dan Kebijakan Pembangunan Nasional".

NASIONAL | 14 Februari 2020

Bendungan Gondang Akan Airi 4.066 Ha Sawah di Karanganyar dan Sragen

Selain sebagai irigasi, bendungan ini bisa menjadi sumber air baku bagi Kabupaten Karanganyar dan Sragen.

NASIONAL | 14 Februari 2020

Gelar Doktor Honoris Causa untuk Puan, Rektor Undip: Bukan Main-main

Pemberian gelar doktor honoris causa untuk Puan Maharani dilakukan oleh tim berlapis-lapis dari mulai tingkat fakultas ilmu budaya dan ilmu sosial ilmu politik.

NASIONAL | 14 Februari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS