MUI: Petik Hikmah Ramadan di Tengah Pandemi Covid-19
INDEX

BISNIS-27 510.175 (0)   |   COMPOSITE 5783.33 (0)   |   DBX 1064.04 (0)   |   I-GRADE 169.662 (-0.8)   |   IDX30 499.932 (0)   |   IDX80 131.739 (0.17)   |   IDXBUMN20 371.622 (2.16)   |   IDXG30 135.832 (0.63)   |   IDXHIDIV20 450.213 (0.05)   |   IDXQ30 146.619 (-0.52)   |   IDXSMC-COM 244.641 (3.77)   |   IDXSMC-LIQ 299.216 (4.65)   |   IDXV30 126.958 (1.03)   |   INFOBANK15 983.467 (0)   |   Investor33 430.473 (-1.37)   |   ISSI 169.797 (0)   |   JII 620.069 (0)   |   JII70 212.184 (1.01)   |   KOMPAS100 1177.3 (0)   |   LQ45 920.779 (-0.67)   |   MBX 1606.46 (0)   |   MNC36 321.923 (-0.8)   |   PEFINDO25 316.867 (0)   |   SMInfra18 295.49 (0)   |   SRI-KEHATI 366.206 (0)   |  

MUI: Petik Hikmah Ramadan di Tengah Pandemi Covid-19

Senin, 13 April 2020 | 13:20 WIB
Oleh : Ari Supriyanti Rikin / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengajak umat muslim di Indonesia untuk memetik hikmah menyambut Ramadan di tengah pandemi Covid-19.

Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorum Niam Saleh mengatakan, dalam menyongsong Ramadan, fisik dan mental harus disiapkan disertai pemahaman dan cara baru menjalankan ibadah di tengah pandemi dengan tetap dalam koridor syariah.

"Covid-19 bukan halangan beribadah. Hindari kerumunan yang bisa menyebarkan virus adalah ibadah. Pemahaman tata cara ibadah juga harus diadaptasikan dengan situasi dan kondisi saat ini," katanya dalam telekonferensi di Kantor BNPB, Jakarta, Senin (13/4/2020).

Diharapkan lanjutnya, dalam bulan Ramadhan aktivitas keagamaan harus tetap ditingkatkan dan menjamin keselamatan bangsa dan negara.

Aktivitas keagamaan yang dilakukan harus jadi solusi umat dan bangsa. Ibadah Ramadan harus dijadikan momentum emas untuk mempercepat penanganan wabah Covid-19 dengan semangat keagamaan.

"Wabah Covid-19 bukan halangan untuk beribadah justru momentum meningkatkan ibadah kepada Allah. Hanya saja karena ada kondisi khusus, maka kebiasaan yang dilakukan dalam ibadah Ramadan juga perlu diadaptasi dengan kekhususan itu," paparnya.

Asrorum menambahkan, pembatasan kerumunan bukan membatasi ibadah, karena menurut para ahli kerumunan saat situasi sekarang merupakan faktor potensial penyebaran wabah. Untuk itu menghindari kerumunan salah satu bentuk ibadah.

Ia pun menjabarkan, ada beberapa hal yang perlu dilakukan dalam masa Ramadan antara lain puasa Ramadan adalah benteng terhadap Covid-19. Aktivitas puasa menyebabkan kesehatan pada tubuh. Puasa yang benar dengan makanan seimbang, menu makanan sehat, gaya hidup sehat melahirkan imunitas tubuh dan cegah paparan Covid-19. Sahur dan berbuka pun secukupnya.

"Mari kita jadikan rumah tangga sebagai pusat kegiatan ibadah Ramadan, sentrum kegiatan ibadah. Tarawih bersama keluarga, yang pada kondisi tertentu alpa dan hilang kesempatan itu. Salat sunah dilaksanakan di dalam rumah," ungkapnya.

Menurutnya, sahur dan buka bersama keluarga adalah momentum emas, pada saat masyarakat disibukkan aktivitas pekerjaan hanya bertegur sapa kepada anak dan istri pun tidak sempat. Hari ini diberikan hikmah dengan wabah Covid-19 bisa membangun kebersamaan keluarga.

"Wabah ini sebagai momentum rohani untuk menyinari rumah dengan cahaya Allah dengan meningkatkan ibadah dengan cahaya cinta serta membangun harmoni keluarga," imbuhnya.

Ramadan momentum juga lanjutnya harus menjadi bagian upaya menebar kebaikan salah satunya dengan sodaqoh wajib dan sunah. Sodaqoh bisa menolak bala.

Jika tidak ada kelebihan rejeki, kerelawanan untuk perilaku hidup bersih dan sehat, tetap tinggal di rumah, tidak berkerumun dan tidak mudik, hindarikan diri kepada wabah secara lebih meluas juga bagian dari sedekah.

Lebih lanjut katanya, di akhir Ramadan ada budaya yang berbalut norma keagamaan yaitu mudik Ramadan tetapi ada satu hal perlu ingat dan sadari.

Saat ini pemerintah sudah menetapkan Jabodetabek sebagai kawasan pembatasan sosial skala besar dan masuk kategori zona penularan tingkat tertinggi.

Tuntunan Rasulullah dalam haditsnya menyatakan, apabila mendengar ada wabah misalnya Covid-19 maka jangan masuk ke daerah pandemik itu.

Tetapi sebaliknya, kalau berada di Jabodetabek kawasan merah penyebaran maka jika keluar potensial menyebarkan penyakit ke saudara-saudara lainya.

"Jangan sampai niat baik silahturahim berdampak buruk justru menyebabkan malapetaka, tentu ini akan melahirkan dosa," katanya.

Silahturahim memang sangat dianjurkan. Dengan memanfaatkan teknologi silahturahim tetap erat tanpa harus bertemu secara fisik.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Beda dengan Negara Lain, Indonesia Punya RS Tanpa Dinding Saat Pandemi Covid-19

Di negara lain tidak punya rumah sakit tanpa dinding.

NASIONAL | 13 April 2020

BSSN Diminta Antisipasi Serangan Siber di Tengah Pandemi Covid-19

"Pihak-pihak tidak bertanggung jawab dan para hacker menggunakan kesempatan pada situasi sekarang," ucap Karding.

NASIONAL | 13 April 2020

ASN Dilarang Mudik dan Cuti Selama Pandemi Covid-19

ASN dilarang cuti dan mudik selama pandemi Covid-19.

NASIONAL | 13 April 2020

Eks Napiter Jateng Sumbang 1.350 Masker untuk Masyarakat

Ribuan masker tersebut dibuat sendiri oleh kawan-kawan di Yayasan Gema Salam.

NASIONAL | 13 April 2020

Pekerja Pertamina Distribusikan Bansos Covid-19 untuk Masyarakat Jateng

“Hal ini kami lakukan sebagai bentuk tanggung jawab sosial sekaligus untuk meningkatkan semangat kita bersama agar musibah ini cepat terlewati,” ujar Fachrul.

NASIONAL | 13 April 2020

Presiden: Tidak Semua Pasien Dirawat di Rumah Sakit

Pasien yang gejala Covid-19 ringan dibawa ke wisma atlet saja.

NASIONAL | 13 April 2020

Jokowi Puji Cimahi soal Gotong Royong Tangani Covid-19

Presiden puji masyarakat Cimahi tangani Covid-19.

NASIONAL | 13 April 2020

Ketua Komisi III DPR Harap Kemkumham Pantau Situasi Seluruh Lapas

Komisi III DPR minta Kemhumham pantau seluruh lembaga pemasyarakatan.

NASIONAL | 13 April 2020

Bentrok TNI-Polri di Papua, Motif Ojek Motor Didalami

Motif bentrok TNI dan Polri di Papua masih didalami.

NASIONAL | 13 April 2020

Gubernur Jatim Dorong Pekerja Terdampak Covid-19 Daftar Program Kartu Prakerja

Pemerintah Provinsi Jawa Timur membuka posko layanan pendampingan untuk pendaftaran program Kartu Prakerja bagi masyarakat yang terdampak Covid-19.

NASIONAL | 13 April 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS