Baru Dibebaskan, Bahar Smith Masuk Bui Lagi
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

Baru Dibebaskan, Bahar Smith Masuk Bui Lagi

Selasa, 19 Mei 2020 | 09:44 WIB
Oleh : FMB

Bogor, Beritasatu.com - Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kementerian Hukum dan HAM menjelaskan alasan pencabutan pemberian izin asimilasi di rumah terhadap terpidana kasus penganiayaan remaja, Bahar Smith.

Pencabutan tersebut dilakukan karena Bahar Smith dinilai tidak mengindahkan dan mengikuti bimbingan yang dilakukan Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Balai Pemasyarakatan (Bapas) Bogor, serta melakukan pelanggaran khusus selama menjalani masa asimilasi di rumah.

"Pencabutan SK (surat keputusan) asimilasi dilakukan berdasarkan hasil penilaian PK Bapas Bogor yang melakukan pembimbingan dan pengawasan terhadap yang bersangkutan," ujar Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) Reynhard Silitonga dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (19/5/2020).

Baca juga: Bahar Smith Bebas Lewat Program Asimilasi dari LP Cibinong

Reynhard menjelaskan, selama menjalani masa asimilasi, Bahar Smith dinilai telah melakukan sejumlah tindakan yang dianggap menimbulkan keresahan di masyarakat, yakni menghadiri kegiatan dan memberikan ceramah yang provokatif, serta menyebarkan rasa permusuhan dan kebencian kepada pemerintah.

Reynhard mengatakan video ceramah Bahar Smith yang telah menjadi viral itu dianggap dapat menimbulkan keresahan di masyarakat.

Selain itu, Bahar Smith juga dinilai melanggar aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di tengah kondisi darurat COVID-19, dengan mengumpulkan massa dalam pelaksanaan ceramahnya.

"Atas perbuatan tersebut maka kepada yang bersangkutan dinyatakan telah melanggar syarat khusus asimilasi, sebagaimana diatur dalam pasal 136 ayat 2 huruf e Permenkumham nomor 3 tahun 2018 dan kepadanya dicabut asimilasinya dan selanjutnya diperintahkan untuk dimasukkan kembali ke dalam lembaga pemasyarakatan untuk menjalani sisa pidananya dan sanksi lainnya sesuai ketentuan," ujar Reynhard.

Adapun pencabutan SK asimiliasi Bahar Smith bernomor W11.PAS.PAS11.PK.01.04-1473 Tahun 2020 dilakukan oleh Kepala Lapas Cibinong.

Reynhard mengatakan saat ini Bahar Smith telah berada di Lapas Klas IIA Gunung Sindur, Bogor, untuk menjalani sisa pidana.

Sebelumnya, Bahar Smith bebas bersyarat dari Lembaga Pemasyarakatan Klas IIA Cibinong, Jawa Barat, lewat program asimilasi pada Sabtu (16/5/2020).

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat Abdul Aris mengatakan Smith masuk dalam program asimilasi karena pentolan salah satu ormas Islam itu sudah menjalani setengah masa tahanan sejak ia ditetapkan sebagai tersangka.



Sumber:ANTARA

TAG: 


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Perawat dan Janin dalam Kandungan Meninggal, Jokowi Berbelasungkawa

Presiden Joko Widodo menyampaikan belasungkawa lewat Twitter.

NASIONAL | 19 Mei 2020

Harimau Sumatera di Riau Mati Dijerat Pemburu Jelang Lebaran

Ada dugaan kuat pelaku penjerat adalah pemburu profesional.

NASIONAL | 19 Mei 2020

Pandemi Covid-19, Kemhub Lakukan Refocusing Anggaran

Kementerian Perhubungan (Kemhub) mengalokasikan Rp 303 miliar untuk pecepatan penanganan pandemi Covid-19.

NASIONAL | 12 Mei 2020

Soal Pengendalian Transportasi, Menhub: Kami Berkoordinasi dengan Pemda

Menhub Budi Karya Sumadi menyatakan pihaknya telah berkoordinasi intensif dengan pemerintah daerah terkait pembuatan aturan pengendalian transportasi.

NASIONAL | 11 Mei 2020

Menhub Tanggapi Masukan DPR Terkait Pengendalian Transportasi

Salah satu evaluasi yang telah dilakukan oleh Menhub Budi Karya terkait pengendalian transportasi adalah menambah petugas kesehatan pada pengecekan bandara.

NASIONAL | 11 Mei 2020

Berhasil Berdayakan Masyarakat, Wali Kota Pekanbaru Beri Penghargaan PT PJB Tenayan

Penghargaan diberikan sebagai wujud apresiasi dalam kontribusi pembangun berkelanjutan menuju terwujudnya Kota Pekanbaru yang madani.

NASIONAL | 18 Mei 2020

BUMN Harus Perkuat Ketahanan Nasional

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) diharapkan dapat memperkuat semua sektor ketahanan nasional di tengah keterpurukan akibat pandemi Covid-19.

NASIONAL | 18 Mei 2020

Ini Klarifikasi Kemlu Tentang Indonesia Disebut Dukung Investigasi Covid-19

Kemlu mengklarifikasi pernyataan, Indonesia ikut menjadi sponsor atas draf resolusi terkait investigasi independen yang diharapkan disahkan dalam pertemuan WHA.

NASIONAL | 18 Mei 2020

KPK Belum Ungkap soal Penetapan Tersangka Petinggi PT Dirgantara Indonesia

KPK belum mengungkapkan tentang penetapan tersangka terhadap petinggi PT Dirgantara Indonesia (DI).

NASIONAL | 18 Mei 2020

Ajeng Tresna, Penerbang Tempur Perempuan Pertama TNI AU

TNI Angkatan Udara (AU) resmi memiliki perwira perempuan yang pertama kali menjabat sebagai penerbang pesawat tempur. Perwira tersebut yakni Letda Pnb Ajeng Tresna Dwi Wijayanti.

NASIONAL | 18 Mei 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS