KPK Cecar GM Waskita Beton Precast soal Dugaaan Subkontraktor Fiktif
INDEX

BISNIS-27 434.176 (-7.64)   |   COMPOSITE 4917.96 (-75.2)   |   DBX 928.196 (-4.7)   |   I-GRADE 130.286 (-2.42)   |   IDX30 412.166 (-7.85)   |   IDX80 107.727 (-2.08)   |   IDXBUMN20 269.265 (-5.95)   |   IDXG30 115.773 (-2.53)   |   IDXHIDIV20 368.481 (-6.65)   |   IDXQ30 120.761 (-2.3)   |   IDXSMC-COM 210.292 (-3.36)   |   IDXSMC-LIQ 235.988 (-6.09)   |   IDXV30 101.893 (-2.12)   |   INFOBANK15 773.605 (-13.29)   |   Investor33 359.92 (-6.34)   |   ISSI 144.524 (-2.29)   |   JII 524.265 (-9.92)   |   JII70 177.451 (-3.41)   |   KOMPAS100 962.885 (-17.72)   |   LQ45 754.177 (-14.18)   |   MBX 1360.94 (-22.87)   |   MNC36 269.191 (-4.78)   |   PEFINDO25 256.961 (-5.33)   |   SMInfra18 232.003 (-3.35)   |   SRI-KEHATI 302.863 (-5.05)   |  

KPK Cecar GM Waskita Beton Precast soal Dugaaan Subkontraktor Fiktif

Selasa, 11 Agustus 2020 | 10:58 WIB
Oleh : Fana Suparman / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa General Manager Akuntansi PT Waskita Beton Precast, Dwi Anggoro Setiawan sebagai kasus dugaan korupsi 14 proyek fiktif yang digarap PT Waskita Karya (Persero) Tbk, Senin (10/8/2020). Pemeriksaan Dwi dilakukan penyidik untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka mantan Kepala Divisi II PT Waskita Karya, Fathor Rachman.

Dalam pemeriksaan tersebut, tim penyidik mencecar Dwi mengenai aliran dana kepada sejumlah pihak dari subkontraktor fiktif. Materi mengenai aliran dana ini juga didalami penyidik saat memeriksa Kepala Seksi Administrasi Kontrak Tol Benoa 4 PT Waskita Karya, Hendra Adityawan pada hari yang sama.

"Penyidik masih tetap melakukan pendalaman terkait dengan dugaan adanya aliran uang kepada berbagai pihak dari para subkon fiktif," kata Plt Jubir KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Selasa (11/8/2020).

Meski demikian, Ali Fikri masih enggan mengungkap nominal dana yang mengalir kepada sejumlah pihak tersebut, termasuk yang dinikmati oleh para pejabat Waskita Karya yang kini menyandang status tersangka. Ali mengatakan, tim penyidik masih mendalami hal tersebut dengan memeriksa sejumlah saksi.

"Mengenai jumlah uang yang diduga dinikmati oleh berbagai pihak di antaranya termasuk para tersangka untuk saat ini belum bisa kami sampaikan karena penyidik akan masih terus mengonfirmasi kepada para saksi-saksi lainnya," katanya.

Diketahui, KPK telah menetapkan lima orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi pekerjaan subkontraktor fiktif dalam proyek-proyek yang terjadi di PT Waskita Karya (Persero). kelima tersangka itu, yakni mantan Direktur Utama (Dirut) Jasa Marga, Desi Arryani; Dirut PT Waskita Beton Precast, Jarot Subana; Wakil Kadiv II PT Waskita Karya, Fakih Usman. Kemudian, Kepala Divisi II PT Waskita Karya, Fathor Rachman; serta Kepala Bagian Keuangan dan Risiko Divisi II PT Waskita Karya, Yuly Ariandi Siregar.

Saat kasus korupsi ini terjadi, Desi Arryani menjabat sebagai Kepala Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya, Jarot Subana selaku Kepala Bagian Pengendalian pada Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya, sementara Fakih Usman sebagai Kepala Proyek dan Kepala Bagian Pengendalian pada Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya. Kasus ini bermula pada 2009. Saat itu, Desi yang menjabat sebagai Kepala Divisi III/Sipil/II PT. Waskita Karya (Persero) Tbk menyepakati pengambilan dana dari PT Waskita Karya (Persero) Tbk melalui pekerjaan subkontraktor yang diduga fiktif pada proyek-proyek yang dikerjakan oleh Divisi III/Sipil/II PT. Waskita Karya (Persero) Tbk.

Dalam rangka melaksanakan keputusannya tersebut, Desi kemudian memimpin rapat koordinasi internal terkait penentuan subkontraktor, besaran dana dan lingkup pekerjaannya. Selanjutnya, kelima tersangka melengkapi dan menandatangani dokumen kontrak dan dokumen pencairan dana terkait dengan pekerjaan subkontraktor yang diduga fiktif tersebut. Kemudian pada tahun 2011, Desi mendapatkan promosi menjadi Direktur Operasional PT. Waskita Karya (Persero) Tbk. Fathor Rachman juga dipromosikan menjadi Kepala Divisi III/Sipil/II menggantikan Desi. Atas permintaan dan sepengetahuan dari kelima tersangka, kegiatan pengambilan dana milik PT. Waskita Karya melalui pekerjaan subkontraktor yang diduga fiktif tersebut, dilanjutkan, dan baru berhenti pada tahun 2015.

Seluruh dana yang terkumpul dari pembayaran terhadap pekerjaan subkontraktor yang diduga fiktif tersebut selanjutnya digunakan oleh pejabat dan staf pada Divisi III/Sipil/II PT. Waskita Karya (Persero) untuk membiayai pengeluaran di luar anggaran resmi PT. Waskita Karya (Persero). Pengeluaran di luar anggaran resmi tersebut di antaranya untuk pembelian peralatan yang tidak tercatat sebagai aset perusahaan, pembelian valuta asing, pembayaran biaya operasional bagian pemasaran, pemberian fee kepada pemilik pekerjaan (bowheer) dan subkontraktor yang dipakai, pembayaran denda pajak perusahaan subkontraktor, serta penggunaan lain oleh pejabat dan staf Divisi III/Sipil/II.

Selama periode 2009-2015, setidaknya ada 41 kontrak pekerjaan subkontraktor fiktif pada 14 proyek yang dikerjakan oleh Divisi III/Sipil/II PT. Waskita Karya (Persero) Tbk. Sedangkan perusahaan subkontraktor yang digunakan untuk melakukan pekerjaan fiktif tersebut adalah PT Safa Sejahtera Abadi, CV. Dwiyasa Tri Mandiri, PT. MER Engineering dan PT. Aryana Sejahtera. Berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan Investigatif dalam Rangka Penghitungan Kerugian Keuangan Negara dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) total kerugian keuangan negara yang timbul dari kegiatan pelaksanaan pekerjaan subkontraktor yang diduga fiktif tersebut sekitar Rp 202 miliar.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Pasien Positif Covid-19 Secapa AD Bandung Tinggal 64 Orang

Hasil Lab PCR dari swab lanjutan pasien di Secapa AD sampai dengan pagi ini ada tiga pasien lagi yang dinyatakan negatif.

NASIONAL | 11 Agustus 2020

Dugaan Rekayasa Rasio NPL di Bank Banten Dilaporkan ke Bareskrim Polri

Menurut Ojat, dengan kondisi NPL Bank Banten seperti di atas, seharusnya Bank Banten tidak dimasukkan dalam kategori Bank Dalam Pengawasan Intensif (BDPI).

NASIONAL | 11 Agustus 2020

Fokus ke Program Magang, Jambi Belum Buka Pendaftaran Program Kartu Prakerja Gelombang IV

Menurut Sudirman program pemagangan tenaga kerja di daerah tersebut merupakan langkah terpadu dalam rangka memulihkan sektor ketenagakerjaan.

NASIONAL | 11 Agustus 2020

Ke Bandung, Jokowi Tinjau Fasilitas Produksi Vaksin Covid-19

Presiden Jokowi juga akan meninjau pelaksanaan uji klinis tahap ketiga dari vaksin Covid-19 di Gedung Eyckman Bandung.

NASIONAL | 11 Agustus 2020

Masih di Peringkat 85, Wapres Minta Indeks Inovasi RI Ditingkatkan

Telah banyak inovasi yang dihasilkan oleh anak bangsa. Namun, hanya sedikit yang dapat dikomersialkan atau dipasarkan.

NASIONAL | 10 Agustus 2020

Kemhub Gandeng PWI Tangkal Maraknya Berita Hoaks

Media mainstream menjadi mitra Kemhub yang sangat strategis dalam melawan berita-berita bohong di media sosial.

NASIONAL | 10 Agustus 2020

64.555 Siswa Ikut Kompetisi Kihajar STEM Basic

Kompetisi Kihajar tahun 2020 ini bertujuan mengembangkan keterampilan, pengetahuan, dan memiliki kompetensi abad 21.

NASIONAL | 10 Agustus 2020

Pimpinan DPR Imbau Jurnalis Patuhi Protokol Kesehatan Covid-19

Wakil Ketua DPR Azis Syamsudin meminta para jurnalis mematuhi protokol kesehatan Covid-19.

NASIONAL | 10 Agustus 2020

RUU PDP Dinilai Penting Segera Disahkan

Rancangan Undang-Undang (RUU) Perlindungan Data Pribadi (PDP) penting untuk segera disahkan.

NASIONAL | 11 Agustus 2020

TNI Akan Tangani Terorisme, Sahroni: Pemerintah Sudah Pertimbangkan Matang

Rancangan Peraturan Presiden terkait keterlibatan TNI dalam penanganan terorisme telah dikaji matang oleh pemerintah.

NASIONAL | 10 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS