Saksi Perkara Jiwasraya Minta Rekening Saham Senilai Rp 20 Miliar Dikembalikan
INDEX

BISNIS-27 434.406 (-0.23)   |   COMPOSITE 4934.09 (-16.14)   |   DBX 924.804 (3.39)   |   I-GRADE 130.838 (-0.55)   |   IDX30 413.425 (-1.26)   |   IDX80 108.094 (-0.37)   |   IDXBUMN20 272.657 (-3.39)   |   IDXG30 115.379 (0.39)   |   IDXHIDIV20 370.721 (-2.24)   |   IDXQ30 120.916 (-0.16)   |   IDXSMC-COM 211.116 (-0.82)   |   IDXSMC-LIQ 236.814 (-0.83)   |   IDXV30 102.468 (-0.58)   |   INFOBANK15 776.883 (-3.28)   |   Investor33 360.093 (-0.17)   |   ISSI 144.765 (-0.24)   |   JII 523.909 (0.36)   |   JII70 177.568 (-0.12)   |   KOMPAS100 966.07 (-3.19)   |   LQ45 756.376 (-2.2)   |   MBX 1366.8 (-5.86)   |   MNC36 270.277 (-1.09)   |   PEFINDO25 258.891 (-1.93)   |   SMInfra18 233.321 (-1.32)   |   SRI-KEHATI 303.606 (-0.74)   |  

Saksi Perkara Jiwasraya Minta Rekening Saham Senilai Rp 20 Miliar Dikembalikan

Rabu, 12 Agustus 2020 | 07:33 WIB
Oleh : Fana Suparman / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Saksi dalam perkara Jiwasraya, Nie Swe Hoa memohon majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta agar membuka rekening saham miliknya yang disita Kejaksaan Agung. Nie Swe Hoa mengklaim rekening senilai Rp 20 miliar yang disita jaksa tidak ada hubungannya dengan perkara dugaan korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

"Yang mulia, boleh saya mengajukan permohonan? Rekening saham yang saya miliki, hasil keringat saya sendiri, hasil kerja saya selama 30 tahun disita negara. Tega sekali negara merampas harta dari warganya," kata Nie Swe Hoa dalam sidang lanjutan perkara dugaan korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) di Pengadilan Tipikor Jakara, Senin (10/8/2020).

Dalam kesaksiannya, Nie Swe Hoa mengaku telah meminta kepada penyidik agar tidak menyita rekening saham miliknya. Namun, permintaannya tak dikabulkan Jaksa.

"Waktu mau disita, saya ajukan keberataan kepada Jaksa.Namun Jaksa tetap menyita. Kata Jaksa, 'Ibu setuju atau tidak tetap saja kami lakukan sita secara sepihak'," ungkapnya.

Dikatakan, nomimal yang terdapat di rekening yang disita itu sebesar Rp20 miliar. Nie Swe Hoa mengaku tidak dapat menerima jika dia harus membayar kerugian yang dibuat orang lain.

"Ini tidak adil. Kejahatan yang dibuat orang lain yang saya tidak menerima manfaat sedikit pun," katanya.

Ketua Majelis Hakim, Saefuddin Zuhri merespons permintaan Nie Swe Hoa.

"Ini masih dalam proses. Kita liat pemeriksaannya," jawab Zuhri.

Sementara itu, Dion Pongkor, Kuasa Hukum mantan Kepala Divisi Keuangan PT Asuransi Jiwasraya Syahmirwan mempertanyakan hubungan antara rekening Nie Swe Hoa yang disita Jaksa ini dengan Heru Hidayat. Menjawab hal tersebut, Nie Swe Hoa menegaskan, rekening yang disita itu tidak ada hubungan dengan Heru Hidayat. Bahkan, Nie Swe Hoa siap diperiksa Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk menelusuri aliran dana di rekening mililknya itu.

"Saya siap diperiksa PPATK. Karena memang tidak ada aliran dana dari saya ke Pak Heru, demikian juga dari Pak Heru ke saya," tegasnya.

"Jadi, yang disita Jaksa itu milik pribadi saya. Ini rekening yang tidak ada hubungannya dengan Heru Hidayat," jawabnya.

Dalam persidangan ini, JPU sempat menyampaikan keberataan. Namun Dion menegaskan Nie Swe Hoa ini diperiksa jaksa karena ada hubungan dengan Heru Hidayat.

"Intinya, rekening yang disita itu tidak ada hubungannya dengan Heru Hidayat. Demikian juga dengan Asuransi Jiwasraya," katanya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Penyidik Cek Silang Keterangan Jenderal Prasetijo Utomo dengan Anita Kolopaking

Penyidik Bareskrim Polri marathon menggelar pemeriksaan terhadap Brigjen Prasetijo Utomo (PU) dalam kasus surat jalan palsu untuk Djoko Tjandra.

NASIONAL | 11 Agustus 2020

LSF Ajak Media Siber Berikan Edukasi ke Masyarakat

Perkembangan teknologi komunikasi dan informasi saat ini mengharuskan berbagai pihak menjalin kerja sama untuk memastikan konten informasi bernilai positif

NASIONAL | 11 Agustus 2020

Tewas saat Ditangkap, Polisi Tunggu Otopsi

Polda Kepulauan Riau mengatakan, pihaknya menunggu hasil otopsi terkait penyebab tewasnya Hendri Alfreet Bakari alias Otong.

NASIONAL | 11 Agustus 2020

SMK Boleh Dibuka, Pengamat: Kemdikbud Harus Koordinasi dengan Pemda

Perlu adanya komunikasi untuk menguraikan satu persatu kendala yang terjadi dan untuk mencari solusi bersama.

NASIONAL | 11 Agustus 2020

Hoax Obat Covid-19, Polisi Periksa Ahli

Penyidik Polda Metro Jaya telah memeriksa sejumlah ahli dalam kasus penyebaran kabar bohong mengenai obat Covid-19.

NASIONAL | 11 Agustus 2020

Pemprov DKI Tak Mau Terburu-buru Membuka Kembali SMK

Karena masih berstatus sebagai zona merah, DKI Jakarta tidak mau terburu-buru membuka sekolah.

NASIONAL | 11 Agustus 2020

Dirjen Vokasi: SMK Dibuka Kembali Khusus untuk Praktik

Praktik yang dilakukan para siswa SMK secara daring kurang maksimal. Dikhawatirkan, ini akan menciptakan lulusan SMK yang kurang kompeten.

NASIONAL | 11 Agustus 2020

Kasus Jiwasraya, Kejagung Periksa Sejumlah Saksi

Jaksa penyidik Kejaksaan Agung memeriksa sejumlah saksi lagi terkait dengan perkara tindak pidana korupsi PT Asuransi Jiwasraya.

NASIONAL | 11 Agustus 2020

Wamenag: KUA Berperan Penting Perkuat Moderasi Beragama

Alasannya, penghulu bersentuhan sejak dini dengan lembaga sosial terkecil di negara tetapi memiliki peran besar, yaitu keluarga.

NASIONAL | 11 Agustus 2020

Jaksa Agung Cabut Pedoman Nomor 7 Tahun 2020 tentang Pemeriksaan Jaksa

Pencabutan pedoman tersebut dilakukan atas dasar pertimbangan telah menimbulkan disharmoni antar bidang dan tugas.

NASIONAL | 11 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS