Infrastruktur Air Bersih dan Sanitasi Perlu Lebih Difokuskan
INDEX

BISNIS-27 431.53 (2.99)   |   COMPOSITE 4906.55 (19.82)   |   DBX 934.495 (0.89)   |   I-GRADE 129.531 (0.72)   |   IDX30 408.573 (2.45)   |   IDX80 107.231 (0.54)   |   IDXBUMN20 271.434 (1.2)   |   IDXG30 114.42 (0.57)   |   IDXHIDIV20 364.598 (2.43)   |   IDXQ30 119.596 (0.74)   |   IDXSMC-COM 210.435 (0.42)   |   IDXSMC-LIQ 236.069 (1.25)   |   IDXV30 101.606 (0.9)   |   INFOBANK15 772.076 (7.03)   |   Investor33 357.854 (2.54)   |   ISSI 144.258 (0.31)   |   JII 521.112 (2.16)   |   JII70 177.199 (0.53)   |   KOMPAS100 960.444 (5.61)   |   LQ45 749.999 (4.19)   |   MBX 1355.95 (6.1)   |   MNC36 267.764 (1.73)   |   PEFINDO25 261.843 (-0.47)   |   SMInfra18 232.762 (1.02)   |   SRI-KEHATI 301.662 (2.31)   |  

Infrastruktur Air Bersih dan Sanitasi Perlu Lebih Difokuskan

Selasa, 11 Agustus 2020 | 21:45 WIB
Oleh : Herman / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Andry Satrio Nugroho menilai fokus pengeluaran pemerintah untuk pembangunan infrastruktur memang sangat massif, sehingga membuat kebutuhan infrastruktur cukup terpenuhi, salah satunya adalah pembangunan infrastruktur jalan raya.

Namun selama perjalanannya, Andry melihat pemerintah terlalu fokus pada kuantitas daripada kualitas, sehingga seringkali ditemukan adanya pembangunan yang tidak efisien dan efektif karena tidak menghubungkan antar pusat ekonomi atau menumbuhkan pusat pertumbuhan ekonomi baru.

"Selain itu sering ditemukan kualitas infrastruktur yang berada di bawah standar internasional yang telah ditetapkan," kata Andry Satrio Nugroho kepada Beritasatu.com, Selasa (11/8/2020).

Isu lainnya adalah seringkali infrastruktur terlalu fokus pada pembangunan jalan raya saja. Padahal Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah seperti pembangunan infrastruktur dasar seperti manajemen suplai air bersih dan sanitasi.

"Bukan berarti pemerintah tidak melakukan pembangunan infrastruktur tersebut, namun terkadang pembangunan seperti ini tidak menjadi prioritas sehingga tertinggal dari negara sebaya kita,” papar Andry.

Mengenai daya ungkit terhadap perekonomian, Andry mencontohkan pembangunan infrastruktur jalan, di mana infrastruktur tersebut setidaknya memiliki dua manfaat dalam perspektif waktu: jangka pendek dan panjang. Dua perspektif waktu ini harus sama-sama diperhatikan.

“Dalam jangka pendek tentu ketika melakukan pembangunan infrastruktur tersebut ada pembukaan lapangan pekerjaan baru, kemudian diikuti dengan daya beli masyarakat yang terlibat menjadi meningkat, munculnya usaha mikro dan kecil di sekitar pembangunan. Jangka panjangnya, dengan asumsi infrastruktur dibangun efektif dan efisien, maka bisa mendorong atau mempercepat mobilitas orang dan barang, sehingga biaya distribusi dan logistik menurun. Kita juga bisa melihat peluang pusat-pusat pertumbuhan baru,” papar Andry.

Di masa pandemi Covid-19, Andry menilai pembangunan infrastruktur harus terus dilanjutkan, khususnya untuk infrastruktur dasar seperti akses terhadap air bersih dan sanitasi. Selanjutnya diikuti dengan akses masyarakat terhadap fasilitas publik lainnya seperti kesehatan dan pendidikan.

“Saya rasa cukup jika kita melihat pembangunan infrastruktur yang mendukung moda transportasi darat, laut maupun udara. Sekarang fokus bagaimana meningkatkan kualitas SDM kita dengan memperkuat infrastruktur dasar tersebut,” kata Andry.



Sumber:BeritaSatu.com

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Jaksa Agung Lantik 3 Jaksa Agung Muda

Pejabat yang dilantik di antaranya Amir Yanto diangkat sebagai JAM Pengawasan, Sunarta sebagai JAM Intelijen, Fadil Zumhana diangkat sebagai JAM Pidum.

NASIONAL | 12 Agustus 2020

1.115 Relawan Mendaftarkan Diri Ikut Uji Klinis Covid-19 di Bandung

“Kalau melebihi kuota maka kami akan menempatkan mereka sebagai cadangan,” ujar Eddy.

NASIONAL | 12 Agustus 2020

Kekurangan SDM untuk Pemeriksaan PCR, Gubernur Jabar Minta Pelibatan Laboratorium Swasta

Ridwan menyatakan, pemeriksaan PCR di provinsi dengan populasi 50 juta penduduk ini sudah mencapai 175.260 sampel.

NASIONAL | 12 Agustus 2020

Merajut Mimpi Rumah Layak Huni

Program Satu Juta Rumah, imbuh Khalawi, bukan berarti pemerintah membagi-bagikan rumah secara gratis kepada masyarakat.

NASIONAL | 12 Agustus 2020

Sistem Informasi Ormas Gantikan Prosedur Tatap Muka

Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) meluncurkan program Sistem Informasi Ormas.

NASIONAL | 11 Agustus 2020

Ibas Ajak Pelajar Perkuat Wawasan Kebangsaan

Anggota DPR Edhie Baskoro Yudhoyono mengajak pelajar untuk memperkuat wawasan sekaligus nilai kebangsaan.

NASIONAL | 12 Agustus 2020

Ahmad Sahroni Desak RUU PKS Segera Disahkan

Rancangan Undang-Undang (RUU) Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) diharapkan segera disahkan.

NASIONAL | 11 Agustus 2020

Institusionalisasi BPIP Momentum Kebangkitan Pancasila

Institusionalisasi BPIP merupakan salah satu momentum kebangkitan Pancasila.

NASIONAL | 11 Agustus 2020

Mahfud: Keberagaman Jadi Keunggulan Indonesia

Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md menyatakan keberagaman menjadi salah satu keunggulan bangsa Indonesia.

NASIONAL | 11 Agustus 2020

Jaksa Pinangki Ditetapkan Tersangka dan Langsung Ditahan

Kejaksaan Agung melalui Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus menetapkan Jaksa Pinangki Sirna Malasari sebagai tersangka.

NASIONAL | 12 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS