Eks Direktur Humpuss Transportasi Kimia Didakwa Suap Anggota DPR
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Eks Direktur Humpuss Transportasi Kimia Didakwa Suap Anggota DPR

Rabu, 16 September 2020 | 14:00 WIB
Oleh : Fana Suparman / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Jaksa Penuntut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendakwa mantan Direktur PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK), Taufik Agustono telah menyuap mantan Anggota Komisi VI DPR, Bowo Sidik Pangarso melalui orang kepercayaannya, M. Indung Andriani. Perbuatan itu dilakukan Taufik bersama-sama mantan Marketing Manajer PT HTK, Asty Winasti yang telah dihukum 1,5 tahun pidana penjara.

"Telah melakukan atau turut serta melakukan beberapa perbuatan yang ada hubungannya sedemikian rupa sehingga harus dipandang sebagai perbuatan berlanjut, memberi atau menjanjikan sesuatu," kata Jaksa Kiki Ahmad Yani saat membacakan surat dakwaan terhadap Taufik di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (16/9/2020).

Dikatakan Jaksa, Taufik dan Asty memberikan suap kepada Bowo melalui Indung sebesar USD 163.733.00 dan Rp311.022.932. Suap itu diberikan Taufik dan Asty agar Bowo membantu PT HTK mendapatkan kerja sama pekerjaan pengangkutan dan atau sewa kapal dengan PT PILOG.

"Dengan maksud supaya pegawai negeri atau penyelenggara negara tersebut berbuat atau tidak berbuat sesuatu dalam jabatannya," kata Jaksa.

Atas perbuatannya, Taufik didakwa melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun
2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.
Taufik ditetapkan sebagai tersangka hasil dari pengembangan perkara yang menjerat Anggota DPR periode 2014-2019 Bowo Sidik Pangarso, Marketing Manager PT HTK Asty Winasti, dan Indung.

Majelis Hakim telah menjatuhkan hukuman 5 tahun pidana penjara dan denda Rp 250 juta subsider 4 bulan kurungan terhadap Bowo Sidik lantaran terbukti menerima suap sebesar Rp 311.022.932 dan USD 158.733 dari Asty dan Taufik melalui Indung. Selain suap, Bowo juga terbukti menerima gratifikasi terkait jabatannya sebagai anggota DPR. Sedangkan Asty divonis bersalah dan dijatuhi hukuman 1,5 tahun pidana penjara oleh Pengadilan Tipikor Jakarta Sementara anak buah Bowo, Indung yang divonis pengadilan tingkat pertama dengan hukuman 2 tahun pidana penjara dan denda Rp 50 juta subsider 1 bulan kurungan saat ini sedang mengajukan Kasasi.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

TNI Tanggung Biaya Perawatan Korban Penembakan KKB Papua

Seluruh biaya perawatan dua korban penembakan KKB Papua dari kalangan masyarakat sipil ditanggung TNI.

NASIONAL | 16 September 2020

KPK Siap Pelajari Bukti "Bapakmu dan Bapakku" di Skandal Djoko Tjandra

Istilah seperti "Bapakku" dan "Bapakmu" diduga kerap digunakan Jaksa Pinangki Sirna Malasari dan pengacara Anita Kolopaking untuk pengurusan fatwa hukum MA.

NASIONAL | 16 September 2020

Warga Hendak ke Kepulauan Nias Wajib Tunjukan Hasil Swab Negatif Covid-19

Surat keterangan negatif Covid-19 menjadi persyaratan utama dan wajib dimiliki setiap warga yang mau ke Nias.

NASIONAL | 16 September 2020

Pilkada 2020, Kebijakan Kejaksaan Agung Tunda Proses Hukum Paslon Diapresiasi

Kejaksaan Agung akan menunda proses hukum terhadap pasangan calon kepala daerah yang berkontestasi di Pilkada 2020.

NASIONAL | 16 September 2020

Tetapkan 19.000 Ha LP2B, Pekalongan Berhasil Cegah Alih Fungsi Lahan

Asip Kholbihi mengatakan, dengan perda tersebut, Pemkab Pekalongan mampu mencegah laju alih fungsi lahan dan melindungi lahan pertanian.

NASIONAL | 16 September 2020

Diduga Mabuk, Wakil Bupati Yalimo Tabrak Polwan hingga Tewas di Jayapura

Korban Bripka Cristin, diduga tewas seketika di lokasi kejadian setelah mengalami benturan keras di bagian kepala dan patah tulang kaki.

NASIONAL | 16 September 2020

Apkasi: Pemanfaatan Teknologi Bisa Bantu Kabupaten Agar Adaptif

Apkasi mendorong pemanfaatan teknologi untuk menata kembali kabupaten yang adaptif dan smart di masa adaptasi kebiasaan baru.

NASIONAL | 16 September 2020

Jateng Gencarkan Operasi Penegakan Protokol Kesehatan

Terkait sanksi, Ganjar mengatakan ada banyak pilihan sanksi kepada pelanggar. Bisa saja sanksi sosial, atau sanksi administratif lainnya.

NASIONAL | 16 September 2020

Klaster Perkantoran di Jambi Terus Bertambah

Kasus Covid-19 klaster perkantoran lembaga pemerintah dan swasta di Jambi dipengaruhi mobilitas pegawai ke luar daerah yang masih terus terjadi.

NASIONAL | 16 September 2020

24 Juta Siswa Berpotensi Putus Sekolah karena Covid-19

Saat ini sekitar 870 juta siswa, atau setengah dari populasi pelajar di 51 negara dunia belum dapat kembali ke sekolah.

NASIONAL | 16 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS