PDIP Tolak Rencana Hilangkan Mata Pelajaran Sejarah di SMA/SMK
INDEX

BISNIS-27 448.146 (0.31)   |   COMPOSITE 5091.82 (20.37)   |   DBX 966.643 (7.34)   |   I-GRADE 139.941 (-0.23)   |   IDX30 428.154 (0.15)   |   IDX80 113.358 (0.41)   |   IDXBUMN20 291.199 (0.73)   |   IDXG30 119.599 (-0.42)   |   IDXHIDIV20 379.423 (-0.2)   |   IDXQ30 124.629 (0.03)   |   IDXSMC-COM 218.961 (1.24)   |   IDXSMC-LIQ 257.997 (1.39)   |   IDXV30 107.251 (0.23)   |   INFOBANK15 832.7 (-1.05)   |   Investor33 373.408 (0.72)   |   ISSI 150.953 (0.22)   |   JII 549.986 (0.88)   |   JII70 187.543 (0.51)   |   KOMPAS100 1019.5 (2.84)   |   LQ45 788.563 (1.25)   |   MBX 1407.83 (4.87)   |   MNC36 279.661 (0.67)   |   PEFINDO25 277.129 (5.34)   |   SMInfra18 242.149 (-0.57)   |   SRI-KEHATI 316.134 (0.38)   |  

PDIP Tolak Rencana Hilangkan Mata Pelajaran Sejarah di SMA/SMK

Minggu, 20 September 2020 | 11:35 WIB
Oleh : Markus Junianto Sihaloho / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, menyatakan pihaknya menolak bila Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim hendak menghilangkan mata pelajaran sejarah dari kurikulum SMA dan SMK di Indonesia.

Bagi PDIP, kata Hasto, segala bentuk pragmatisme pendidikan seperti rencana menghilangkan mata pelajaran itu, harus ditolak keras.

“Mendikbud Nadiem Makarim tidak paham bagaimana api perjuangan kemerdekaan bangsa lahir atas pemahaman sejarah, dan kemudian memunculkan kesadaran kritis untuk melawan penjajahan; melawan kapitalisme, imperialisme, dan kolonialisme," kata Hasto, Minggu (20/9/2020).

Bagi pihaknya, kata Hasto, sejarah itu terang peradaban suatu bangsa, yang mempertemukan masa lalu, mengambil nilai, cita-cita dan akar kebudayaan suatu bangsa dari masa lalu, dirangkai dengan kondisi saat ini, dan terciptalah cita-cita masa depan sebagai satu benang merah sejarah peradaban bangsa.

"Bung Karno dalam pembuangan di NTT dan Bengkulu, paling gemar mengajar sejarah. Sejarah yang membangun cita-cita kemerdekaan; sejarah yang mengangkat akar nusantara sebagai bangsa besar yang mewarnai peradaban dunia," ulasnya.

Hasto menyatakan PDI Perjuangan sangat menyesalkan bagaimana sosok seperti Nadiem Nakarim memiliki kesadaran yang rendah tentang makna sejarah tersebut.

"Kalau kita berkunjung ke Museum, seluruh kader PDI Perjuangan diajarkan suatu pesan: Anda boleh meninggalkan gedung museum sejarah, tetapi jangan pernah meninggalkan sejarah. Suatu bangsa akan kehilangan masa depan apabila meninggalkan sejarah," ungkap Hasto.

Karenanya, PDIP meminta kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk melihat pendidikan dalam pengertian luas.Yakni pendidikan yang meletakkan dasar budi pekerti, pendidikan karakter bangsa, sebagai dasar dari kemajuan, dan dengannya, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi akan berjalan beriringan sesuai sejarah dan kebudayaan bangsa.

“Belajarlah dari para pendiri bangsa. Belajar ilmu pengetahuan dan teknologi dari Barat dan berbagai belahan dunia lainnya, namun membumikan setiap pengetahuan pada akar sejarah dan kebudayaan bangsa," pungkas Hasto.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Administrasi Belum Tuntas, Bantuan untuk 3.114 UMKM di Rejang Lebong Masih Diblokir di BRI

Dana bantuan UMKM tersebut disalurkan melalui bank BRI.

NASIONAL | 20 September 2020

Senin, Polisi Panggil 12 Saksi Kebakaran Kejagung

Bareskrim akan memanggil 12 orang dalam penyidikan kebakaran hebat yang terjadi di kantor Kejaksaan Agung yang terjadi Sabtu (22/8/2020).

NASIONAL | 20 September 2020

Tri Rismaharini Pimpin Razia Protokol Kesehatan di Taman Apsari Surabaya

Operasi itu mengagetkan anak-anak muda yang berada di taman. Beberapa berusaha meninggalkan taman namun gagal karena jalan keluar sudah dijaga.

NASIONAL | 20 September 2020

TN Ujung Kulon Sambut Kelahiran 2 Badak Jawa

Hingga Agustus tahun ini, jumlah kumulatif badak jawa berdasarkan data terakhir KLHK, mencapai 74 individu, masing-masing 40 jantan dan 34 betina.

NASIONAL | 20 September 2020

Gubernur Sumbar Berbelasungkawa atas Meninggalnya Bupati Tanah Datar

Selama kepemimpinan Irdinansyah banyak kemajuan, prestasi, dan inovasi yang diraih Kabupaten Tanah Datar.

NASIONAL | 20 September 2020

DPS Pilkada Sumenep 823.543 Orang

Calon pemilih laki-laki sebanyak 389.467 orang dan calon pemilih perempuan sebanyak 434.076 orang.

NASIONAL | 20 September 2020

Sekjen Dewan Masjid Indonesia: Pancasila Sudah Final

Sebenarnya tidak ada yang perlu dikhawatirkan tentang timbulnya radikalisme di Indonesia kalau Pancasila itu dihayati dan diamalkan.

NASIONAL | 19 September 2020

Dirjen PSLB3: Pemilahan Sampah di Rumah, Kunci Tentukan Efisiensi dan Efektivitas

“Harapan kami, Indonesia kembali menjadi yang terdepan bagi kegiatan ini di dunia," kata ujar Rosa Vivien Ratnawati.

NASIONAL | 19 September 2020

Berusia 91 Tahun, LP Ma'arif NU Makin Mantap Berkhidmah untuk Negeri

Sepanjang sejarah LP Ma’arif NU telah membuktikan diri sebagai lembaga pendidikan yang tiada lelah untuk terus menjalankan pengabdiannya.

NASIONAL | 19 September 2020

Menteri LHK Ingatkan Puncak Karhutla Oktober Harus Dijaga

Hingga saat ini, kata Siti Nurbaya, semua pihak masih melaksanakan kerja lapangan yang terbaik bagi segenap rakyat Indonesia

NASIONAL | 19 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS