SPD: Kabinet Ideal, 60% Jatah Parpol dan 40% untuk Profesional Murni
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

SPD: Kabinet Ideal, 60% Jatah Parpol dan 40% untuk Profesional Murni

Minggu, 21 Juli 2019 | 12:25 WIB
Oleh : Yustinus Paat / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Sindikasi Pemilu dan Demokrasi (SPD) August Mellaz mengatakan kabinet yang ideal untuk konteks sekarang adalah 60 persen jatah parpol dan 40 persen untuk profesional murni. Menurut August, skema kabinet dengan porsi 60 dan 40 persen bisa efektif mendukung pemerintahan Jokowi-Ma'ruf.

"Idealnya, dalam konteks pemerintahan presidensial dengan multipartai, maka dibentuk skema kabinet dengan porsi 60 persen parpol dan 40 persen untuk profesional murni," ujar August di Jakarta, Minggu (21/7/2019).

Dengan skema seperti itu, kata August, maka dari 34 kementerian, 19 di antaranya akan menjadi jatah parpol koalisi dan 15 kementerian akan diisi oleh profesional murni yang tidak ada kaitannya sama sekali dengan parpol.

"19 kursi ini akan dibagi secara proporsional sesuai perolehan suara kepada partai koalisi Jokowi-Ma'ruf yang lolos masuk parlemen. Jadi, dibagi berdasarkan perolehan kursi," tutur dia.

Jika menggunakan skema perhitungan demikian, kata August, maka PDIP dengan persentase kursi di DPR 22,26 persen akan mendapatkan tujuh jatah kursi kabinet. Kemudian disusul Partai Golkar dengan persentase kursi di DPR 14,78 persen akan mendapatkan lima jatah kursi kabinet.

"Sementara Nasdem dengan persentase kursi di DPR 10,26 persen dan PKB 10,09 persen kursi di DPR masing-masing dapat jatah tiga kursi kabinet dan PPP dengan dengan persentase kursi di DPR 3,30 persen dapat jatah 1 kursi kabinet," jelas dia.

Kemudian, kata August, 15 kursi kabinet untuk kalangan profesional harus benar-benar diberikan kepada profesional murni, tanpa adanya ikatan dengan parpol atau kepentingan tertentu. Ke-15 kursi kabinet ini juga merupakan sektor yang benar-benar vital untuk kepentingan bangsa dan negara.

"Berdasarkan sisi isu dan nomenklatur yang ada sekarang, setidaknya ada 10 sampai 11 kementerian yang benar-benar diisi oleh profesional murni, yakni Menkumham, Jaksa Agung, Kementerian Keuangan, Kementerian Kesehatan, Kementerian BUMN, Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian PUPR, Kementerian Perhubungan, Kominfo, Kemendiknas dan Kementerian Desa, PDTT," beber dia.

Lebih lanjut, August mengatakan sisa dari 15 kursi kabinet yang menjadi jatah kalangan profesional bisa diisi oleh partai koalisi non-parlemen, yakni PSI, Perindo, PBB dan PKPI. Konsekuensinya, kata dia, partai-partai koalisi non-parlemen harus mendukung figur yang berlatar belakang profesional.

"Jadi, karena tersisa empat pos kementerian yang bisa diisi kader-kader terbaik dan profesional dari PSI, Perindo, PBB dan PKPI. Kalau tidak memungkinkan, maka bisa mengakomodasi partai-partai koalisi non parlemen di pos-pos non kabinet," pungkas Augu



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


BERITA LAINNYA

PKB Klaim Lebih Layak Jadi Ketua MPR Dibanding Gerindra

Jazilul juga mengatakan pihaknya sudah mendorong Ketum Muhaimin Iskandar atau biasa disapa Cak Imin untuk menjadi Ketua MPR.

POLITIK | 20 Juli 2019

Pengamat: Idealnya Koalisi Dibentuk Sebelum Pilpres

Partai politik (parpol) yang tidak sejak awal menjadi pendukung Jokowi-Ma'ruf Amin sebaiknya tak usah terlalu ngebet untuk bergabung ke pemerintahan.

POLITIK | 18 Juli 2019

Partai Golkar Klaim Dapat Restu dari Koalisi Jadi Ketua MPR

Ketua DPP Partai Golkar Andi Sinulingga menyebut partai-partai di Koalisi Indonesia Kerja (KIK) lebih merestui Golkar ketimbang PKB untuk menduduki Ketua MPR

POLITIK | 20 Juli 2019

Surya Paloh Mengaku Siapkan Nama Calon Pimpinan MPR

Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh mengaku telah menyiapkan nama calon pimpinan MPR yang dianggapnya layak diajukan dalam masa bakti MPR 2019-2014.

POLITIK | 18 Juli 2019

Realistis, Golkar Kirimkan 5 Nama Calon Menteri ke Jokowi

dari lima nama tersebut, yang pasti dua nama sudah pasti diajukan, yakni Airlangga Hartarto dan Agus Gumiwang Kartasasmita.

POLITIK | 20 Juli 2019

Suharso Monoarfa Pastikan Tak Ada Lagi Konflik Internal PPP

Suharso Monoarfa memastikan tidak ada konflik dalam internal tubuh partai berlambang Kakbah tersebut pasca Muktamar Pondok Gede Tahun 2016 lalu.

POLITIK | 20 Juli 2019

Bamsoet: Partai Golkar Rumah Besar Bagi Purnawirawan TNI/Polri

Bamsoet mengatakan dengan mengembalikan kekuatan keluarga besar TNI/Polri, dirinya yakin bisa mengembalikan kejayaan Partai Golkar.

POLITIK | 20 Juli 2019

PAN Tentukan Sikap Melalui Rakernas Partai

Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno mengatakan PAN tak ingin bicara soal jabatan menteri kabinet Jokowi.

POLITIK | 19 Juli 2019

Bersedia Jadi Menteri, Buwas: Kalau Diperintah Harus Siap

"Saya lahir dari pengabdian. Kalau diperintah harus siap," ucap Budi Waseso di Istana Negara, Jakarta, Jumat (19/7/2019).

POLITIK | 19 Juli 2019

Gerindra Incar 3 Posisi Ketua DPR Provinsi

Dewan pembina Gerindra merekomendasi adanya konsolidasi partai secara menyeluruh.

POLITIK | 19 Juli 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS