Surya Paloh: Untuk Jadi Negara Maju, RI Harus Berantas Radikalisme
INDEX

BISNIS-27 434.176 (-7.76)   |   COMPOSITE 4917.96 (-77.25)   |   DBX 928.196 (-9.36)   |   I-GRADE 130.286 (-2.47)   |   IDX30 412.166 (-7.81)   |   IDX80 107.727 (-2.12)   |   IDXBUMN20 269.265 (-5.52)   |   IDXG30 115.773 (-2.54)   |   IDXHIDIV20 368.481 (-6.14)   |   IDXQ30 120.761 (-2.28)   |   IDXSMC-COM 210.292 (-3.04)   |   IDXSMC-LIQ 235.988 (-5.64)   |   IDXV30 101.893 (-1.72)   |   INFOBANK15 773.605 (-10.83)   |   Investor33 359.92 (-6.33)   |   ISSI 144.524 (-2.78)   |   JII 524.265 (-12.36)   |   JII70 177.451 (-4.14)   |   KOMPAS100 962.885 (-18.61)   |   LQ45 754.177 (-13.97)   |   MBX 1360.94 (-22.51)   |   MNC36 269.191 (-4.8)   |   PEFINDO25 256.961 (-3.11)   |   SMInfra18 232.003 (-3.38)   |   SRI-KEHATI 302.863 (-5.01)   |  

Surya Paloh: Untuk Jadi Negara Maju, RI Harus Berantas Radikalisme

Rabu, 14 Agustus 2019 | 17:58 WIB
Oleh : Yeremia Sukoyo / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Bangsa Indonesia dinilai mampu untuk menjadi bangsa yang maju, mandiri dan disegani oleh bangsa-bangsa lain di dunia. Syaratnya, Indonesia harus mampu menaklukkan berbagai tantangan yang ada, baik itu tantangan politik, ekonomi, budaya, pendidikan, sumber daya manusia serta tantangan globalisasi dan radikalisme.

"Sebagai bangsa, kita tentu berhak memiliki optimisme dan harapan untuk kita dapatkan, yakni sebuah negara Indonesia yang maju dan hebat," kata Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh saat Kuliah Umum Kebangsaan "Tantangan Bangsa Indonesia Kini dan Masa Depan" Iluni UI Sekolah pascasarjana Sekolah Kajian Stratejik dan Global, di Gedung IASTH Lantai 3 Kampus UI Salemba, Jakarta Pusat, Rabu (14/8/2019).

Menurut Surya, Indonesia maju bukan sekedar visi pasangan Presiden dan Wakil Presiden Terpilih, Jokowi dan KH Ma’ruf Amin. Indonesia Maju adalah sebuah impian seluruh bangsa dan negara Indonesia, di mana fondasi awalnya diletakkan oleh the founding fathers pada landasan konstitusi Indonesia ketika merumuskan pembentukan dan pendirian bangsa.

Dari sejumlah syarat yang perlu dipenuhi, salah satu yang utama adalah keseriusan membangun sumber daya manusia (SDM) berkualitas tinggi melalui pengembangan sistem pendidikan nasional agar mampu bersaing di era global

Dikatakan, pendidikan menjadi aspek penting dalam usaha memajukan suatu bangsa di dunia. Bahkan dengan sistem pendidikan serta desain kurikulum yang bagus, akan dihasilkan sumber daya manusia yang hebat dan berkualitas tinggi pada masyarakat suatu negara, sehingga mampu bekerja secara baik untuk menghasilkan berbagai produk bermutu tinggi yang mampu memiliki daya saing di pasar global.

"Karena tantangan pada sistem pasar bebas di era globalilasasi ini menuntut adanya persaingan produk-produk nasional (barang dan jasa) bermutu, agar mampu diterima pasar dunia," ujarnya.

Syarat lain yakni internalisasi dan penguatan nilai luhur Pancasila. Ideologi Pancasila harus dapat dijadikan rujukan utama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Pancasila harus direaktualisasikan, sebagai sumber inspirasi yang implementatif bagi pembangunan dan proses demokrasi bangsa.

Kemudian, syarat lainnya yakni Indonesia harus memerangi dan membumihanguskan paham dan ideologi radikal. Atas masalah ini, dalam realitas kehidupan sosial kebangsaan, Indonesia terus mengalami ujian.

Dikatakan Surya, Indonesia saat ini seakan dibuat sulit membangun pandangan kebangsaan di antara anak bangsa sendiri yang berbeda-beda. Bangsa Indonesia merasa seperti trauma karena mengalami goncangan akibat merebaknya tindakan terorisme oleh sekelompok orang dengan tujuan menghancurkan pihak lain, sehingga seakan terjadi perang sesama anak bangsa.

Kondisi demikian, menurut Surya tidak boleh diabaikan. Sebab akan menjadi menjadi besar dari waktu ke waktu dan pada akhirnya akan menjadi masalah besar bagi bangsa di masa depan. Karena itu, paham dan ideologi radikal harus diberantas hingga ke akar-akarnya dan dibumihanguskan dengan menerapkan prinsip zero tolerance to radicalism and terrorism di Indonesia.

"Bangsa ini tentu tidak bisa membangun negaranya dengan baik apabila paham dan ideologi radikal ini terus dibiarkan berkembang di republik ini. Karena akan terus dihambat dengan berbagai praktik teror, kekerasan," ucapnya.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Surya Paloh Belum Diberitahu Jokowi soal Tuntasnya Susunan Kabinet

Surya Paloh juga menghargai apapun komposisi kabinet baru Joko Widodo.

POLITIK | 14 Agustus 2019

Tidak Ada Kubu 02 di Kabinet Jokowi

Jokowi ingin memangkas kendala berinvestasi di Indonesia.

POLITIK | 14 Agustus 2019

Gubernur Lemhanas Berharap Isu GBHN Tidak Jadi Komoditas Politik

Jika tujuan nasional belum terwujud, tentunya tidak semata-mata karena tidak adanya GBHN.

POLITIK | 14 Agustus 2019

Theo Sambuaga: Mahasiswa Zaman Dulu Tidak Pernah Mempersoalkan Pancasila

"(50 tahun lalu) Tidak ada yang berpikir untuk keluar atau menyimpang dari Pancasila dan NKRI," kata Theo.

POLITIK | 14 Agustus 2019

Jokowi Tolak Pilpres lewat MPR

Sistem pemilihan presiden saat ini sudah tepat.

POLITIK | 14 Agustus 2019

Jokowi: Kabinet Sudah Final, Tinggal Diumumkan

Kabinet terdiri dari 34 kementerian.

POLITIK | 14 Agustus 2019

PKB: Perlu Evaluasi Serius Cara Membumikan Kembali Pancasila

Politisi PKB, Abdul Kadir Karding menilai, perlu ada cara baru untuk membumikan lagi Ideologi Pancasila.

POLITIK | 14 Agustus 2019

DPR Siap Selenggarakan Sidang Bersama 16 Agustus 2019

Geladi kotor dilakukan Rabu (14/8/2019) dan Kamis (15/8/2019) akan digelar geladi bersih.

POLITIK | 13 Agustus 2019

MoU DPR-PT Jadi Landasan Peran Akademisi dalam Perancangan UU

Keputusan bisnis apa pun yang dibuat tidak terlepas dari keputusan politik.

POLITIK | 9 Agustus 2019

Sekjen DPR Serahkan Hewan Kurban

Saat Iduladha, panitia kurban DPR menyembelih 11 sapi dan 7 kambing.

POLITIK | 12 Agustus 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS